Eksplore Kota Magetan, versi Solo Traveling

Edisi lagi mau kangen-kangenan, nih. Dulu setiap akhir tahun, Saya selalu mengambil jatah cuti yang agak panjang, terus traveling sendiri buat nyegerin pikiran. Terakhir Saya bisa menikmati me time itu akhir tahun 2019 (eksplore Telaga Sarangan, Candi Cetho dan sekitar Magetan).

Buat Saya, moment itu bener-bener bisa bikin rileks. Bisa lebih dekat dengan alam, lebih sering bercengkrama dengan diri sendiri, bercengkrama dengan semesta, berkomunikasi dengan orang-orang baru, punya pengalaman baru.

Ternyata itu adalah pengalaman terakhir, karena di Maret 2020 Virus Korona masuk ke Indonesia. Dan ketika Saya menulis ini, kita baru merayakan anniv-nya yang pertama (plus dikasih kejutan Virus Korona varian barunya sudah masuk ke Indonesia). Pfuihh…hidup kadang bisa semengejutkan itu ya.

Berwarna benget (pake tanda kutip) deh tahun 2020. Tapi ya sudah lah, Saya nggak mau membahas kehidupan “bareng” Korona, karena Saya cuma mau happy, mau kangen-kangenan, karena perjalanan Saya eksplore Magetan kemarin juga belum Saya share di sini. Yuk kita kangen-kangenan bareng 🙂

Foto ini diambil Des 2019. Sore itu, cuaca di St.Senen cukup hangat (alias matahari sorenya cukup terik). Ini salah satu pose selfie unfaedah sambil menunggu kereta tujuan Madiun datang. Nungguin di peron paling depan karena duduk di gerbong satu. Ternyata itu gerbong eksekutif, sedangkan Saya gerbong satu ekonomi (soalnya Saya mau naik sebelum ramai penumpang, biar dapet bagasi buat barang bawaan). Yahh…harus jalan lagi deh sampai ke peron tengah.
View Gunung Lawu. Buat kalian yang mau ke Telaga Sarangan naik kereta, bisa turun di St.Madiun & St. Magetan. Perbedaannya itu jam tibanya, kalau di Magetan sampainya malam hari, kalau di Madiun sampainya pagi hari.Teman Saya menyarankan untuk turun di Madiun saja, karena masih pagi (kereta Saya tiba di St.Madiun pukul 7 pagi), jadi pilihan transportasinya gampang, dibanding sampai Magetan malam hari.
Jadi rutenya dari St. Madiun ke Telaga Sarangan (setelah Saya bertanya ke teman Saya asli sana), setelah keluar dari Stasiun Madiun, jalan kaki sampai ke Polresta Madiun (jaraknya deket kok 5 menit jalan kaki) Nah, di depan polresta ini kalian bisa pesan ojek online tujuan Terminal Bus Madiun. Nah, dari Terminal Bus Madiun, naik bus kecil jurusan Madiun – Magetan. Di Terminal Magetan bisa naik mobil pedesaan kecil ke arah Telaga Sarangan.
Transportasi yang Saya pilih kemarin itu naik ojek online yang Saya pesan dari depan Polresta Madiun, dengan tujuan Terminal Madiun (karena setelah itu Saya mau nyambung naik bus kecil aja sampai ke Sarangan). Ternyata setelah ngobrol-ngobrol sama mas-mas ojolnya, dari mana, mau kemana, cerita banyak di perjalanan, dia mau anterin Saya sampai ke Telaga Sarangan (bahkan sampai depan penginapannya). Akhirnya setelah sampai di titik tujuan Saya yang pertama, Saya order lagi seperti biasa dengan tujuan langsung ke Telaga Sarangan. Ya kira-kira biayanya habis sekitar 100rb. Jaraknya lumayan jauh dari St.Madiun ke Telaga, sekitar 1 jam.
Ini penginapan Saya di Telaga Sarangan, Vila Arjuna. Harga permalamnya 150 ribu (tanda hot water). Vila ini terdiri dari 3 lantai, dan kamar Saya berada di lantai 2. Menurut Saya justru dari sisi ini yang pemandangannya paling juara. Jadi sore itu Saya lagi nyantai di balkon lantai 3 dengerin lagu pakai headset sambil lihat pemandangan Gunung Lawu & Telaga Sarangan. Tiba-tiba keluar dari dalam seorang anak kecil, 1 perempuan dan 1 pria, kemudian mereka duduk di depan Saya. Menurut Saya pemandangan ini jadi amat sempurna, meski hati ini miris sekali melihatnya (tau kan kenapa mirisnya ?! nggak perlu gw jelasin kan?! #jadiemosi #ginijadijomblo :p )
Destinasi lainnya yang ada di kawasan telaga, ada Air Terjun Tirtosari. Sumpah, akses menuju air terjun ini bagus banget, air terjunnya juga nggak kalah segernya. Buktiin langsung ditulisan Saya yang ini https://tutursiska.com/2020/08/02/indahnya-air-terjun-tirtosari-sarangan-magetan/
Keesokan harinya Saya mampir ke Candi Cetho. Lumayan jauh jaraknya dari Sarangan ke candi ini (kurang lebih 1 jam), tapi kita akan sering menjumpai pemandangan yang memanjakan mata. Tips yang harus diperhatikan, pastikan kondisi kendaraan kalian kuat melibas setiap tanjakan saat menuju ke candi ini (tanjakannya ekstrim banget). Kemarin aja Saya naik motor agak agak deg-degan takut nggak kuat nanjak. Masuk ke candi ini bayarnya sukarela, dan setiap pengunjung wajib mengenakan kain. Karena candi ini masih aktif digunakan untuk tempat beribadah, maka jangan berisik dan harus sopan ketika kalian berkunjung.
Jadi kalau nggak salah ingat nama jalannya, Jalan Lintas Sarangan punya view yang bagus. kayak waktu itu, Saya berhenti di sini, duduk di warung, ngobrol-ngobrol sambil nyeruput teh hangat sambil lihat pemandangan Gunung Lawu yang gagah. Ada lagi spot lainnya, salah satunya dekat pos masuk Lawu via Cemoro Kandang, karena kita bisa lihat perbukitan Mongkrang, dan perjalanan dari Telaga Sarangan menuju Cemoro Kandang kanan kirinya itu pohon-pohon pegunungan yang tinggi-tinggi (kalau ditambah ada kabut jadi astetik jalannya).
Jadi Saya cuma menginap satu malam di Telaga Sarangan, setelah itu pindah penginapan yang lokasinya dekat dari perkebunan stroberi. Kalau lagi musimnya, kalian bisa memetik stroberi langsung dari pohonnya atau membeli yang sudah dikemas seperti difoto. Kebun stoberi ini berada di luar kawasan Telaga Sarangan.
Di Magetan Saya juga mampir ke Kebun Refugia. Kebun bunga ini luas banget, kupu kupunya banyak. Dan uniknya, ketika kita membeli tiket masuk, pulangnya bisa membawa hasil panen perkebunan yang juga ditanam di situ, seperti wortel, kentang, daun bawang, dan masih banyak lainnya. Karena besoknya Saya balik ke jakarta, jadi Saya memilih kentang sebagai buah tangannya. Ada instagramnya dan bisa di cek di sini https://www.instagram.com/kebunrefugiamagetan/
Ini adalah penginapan ketiga Saya dengan harga 150 ribu permalam. Jadi karena Saya pulangnya naik kereta dari St.Magetan, teman Saya nyaranin cari penginapannya di Kota Magetan aja biar gampang dapet transportasinya . Karena sudah berada di kotanya, hati agak tenang untuk cari transportasi apa yang bisa anterin Saya ke St.Magetan (meskipun tetap andalan Saya naik ojek online). Kereta Saya waktu itu keberangkatan pagi, jadi setelah sarapan, Saya langsung cek out, tinggal duduk santai di atas ojek menuju St. Magetan. Kira kira sekitar 50 ribu biaya ojeknya.
Sebentar lagi kereta yang akan membawa Saya ke Jakarta datang. Bye bye Kota Madiun dan Magetan.
Jadi, buruan deh Korona hilang dari bumi. Kangen banget nih lari-larian di peron ngejar kereta. Kangen minum teh ditengah perkebunan sayur, kangen semuanya lah intinya. Selalu semangat untuk kalian semua yaa #kitabisa Jangan kendor pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, hindari kerumunan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s