LIBURAN KE BANDUNG ANTI MACET-MACET CLUB (#2 end)

Sebelumnya di Liburan ke Bandung Anti Macet-macet Club (#1) Saya sudah mengajak kalian wisata ke Perkemahan Gunung Puntang dan menjenguk ‘Ibu’ di Rumah Pengabdi Setan. Liburan anti macet selanjutnya di Bandung yang masih satu arah dari Gunung Puntang – Perkebunan Kertamanah, adalah :

Campung Singkur atau Wisata Alam Delta

IMG20180810152713
Saya tahu tempat ini dari hasil searcing di Google Maps dan semakin yakin mau datang ke tempat ini setelah melihat foto-fotonya di Instagram. Selain foto-foto sambil menikmati suasananya yang releks, tempat ini dijadikan rest area arung jeram (karena memang di Sepanjang Jalan Raya Situ Cileunca banyak operator yang menawarkan jasa rafting).
IMG20180810152015
Waktu Saya kesana sedang banyak perbaikan dan penambahan fasilitas, jadi pas mau foto banyak ‘bocornya’ deh. Tempat ini tuh ya cuma ada pondokan-pondokan yang terasnya langsung menjorok ke sungai, terus ada 1 jembatan utama agar kita bisa nyeberang ke sisi satunya lagi. Waktu Saya kesana, Saya sih baru lihat 1 warung yang menjual minuman dan beragam makanan ringan.
IMG20180810152152
Tempat ini menurut Saya sederhana, tapi atmosfernya bikin kita ‘menyatu’ sama alam banget. Bisa dengar aliran sungai, burung berkicau, semilir angin, terus aliran airnya jernih banget dan nggak ada sampah. Suasana teduh karena di kanan kirinya Hutan Pinus. Oh ia, mulai dari jembatan, warung, dan bangunan di sana hampir semuanya terbuat dari batang kayu. Ada beberapa bagian di sungainya ini yang nggak terlalu dalam, jadi kalian bisa kok “nyemplung” di sungai ini, tapi harus hati-hati dengan perahu karet yang melintas ya.
IMG20180810145548
Air sungainya jernih bangetkan? Foto tersebut merupakan gambaran jalan setapak yang berada di kanan kiri sungai. Di sepanjang jalan ini dipenuhi hutan Pohon Pinus.
IMG20180810160120
Ini pintu masuk kalau kalian mau ke Campung Singkur atau yang namanya sudah berubah menjadi Wisata Alam Delta (Pulosari, Kec. Pengalengan, Bandung). Kalau mau parkir kendaraan percis di depan gapura ini, bisa, tapi kayaknya hanya muat satu sampai dua mobil karena kalian parkirnya percis di pinggir jalan). Kalau nggak mau parkir di pinggir jalan, sekitar 100 meter dari pintu masuk ada area lapang yang available untuk parkir kendaraan. Dari pintu masuk sampai menemukan jembatan kayunya, cuma jalan kaki sekitar 300 meter. Perjalanan ke lokasi ini juga sangat indah, kalian bisa menikmati perkebunan teh dan Pohon Pinus yang cukup rapat di kanan kiri kalian.

Situ Cileunca

Jadi dari Campung Singkur, kalau mau ke Situ Cileunca itu jaraknya lumayan dekat, karena masih sama-sama di Kecamatan Pengalengan. Saat itu Saya tidak mampir ke Situ Cileunca dan hanya melewatinya saja karena niatnya setelah dari Singkur mau langsung ke Perkebunan Teh Cukul (mau lihat sunset ceritanya). Tapi buat kalian yang ingin melihat indahnya situ ini, bisa dilihat foto-fotonya disini.

Perkebunan Teh Cukul (Sunrise Point Cukul)

Perkebunan teh ini juga Saya ketahui dari laman Instagram (lihat keindahannya disini). Dari Singkur, Saya kembali mengaktifkan aplikasi andalan Saya Google Maps untuk menuju ke lokasi ini. Tapi sedih banget karena Saya tidak menemukan jalan untuk bisa ke Puncak Teh Cukulnya (padahal di Google Maps lokasinya tertera dan Saya sudah sampai di Perkebunan Teh Cukul) cuma yang Saya bingung, akses ke puncak yang banyak dipakai foto lewat mana? Karena di pinggir jalan nggak ada petunjuk arah, atau keramaian petugas parkir yang sedang memarkirkan kendaraan di pinggir jalan. Semoga nextnya Saya bisa ke tempat ini, pasti seru kalau nenda satu malam!

Ringkasan :

-Pintu Tol Soreang – Jalan Raya Banjaran – Jalan Raya Pengalengan – Jalan Raya Situ Cileunca – Jalan Raya Cukul.

-Wisata Radio Malabar Gunung puntang – Perkebunan Teh Kertamanah (Pengabdi Setan Movie Set) – Campung Singkur – Situ Cileunca – Perkebunan Teh Cukul

-Waktu itu kami makan di Rumah Makan Tangek yang terletak di jalan Raya Pengalengan (posisi di sebelah kanan pas tikungan). Tempat makannya terdiri dari 2 lantai. Lantai utama yaitu lantai atas designnya seperti rumah panggung sebagian besar bangunan dari kayu, dan di lantai bawah terdiri dari saung-saung (ada yang lesehan atau pakai kursi). Makanannya enak dan harganya standar pada umumnya.

JL.RAYA SOREANG – CIWIDEY  

Sekarang saatnya beralih ke tempat wisata yang ada di sepanjang Jalan Raya Soreang – Ciwidey. Beberapa di antaranya yaitu,

Kampung Cai Ranca Upas

IMG20190331053405
Suasana subuh di Ranca Upas (benar-benar dingin banget). Karena saat itu kami memang niat mau menikmati sunrise di tempat ini, jadinya kami berangkat dari penginapan (di Jalan Raya Ciwidey) jam setengah 5 pagi (karena jaraknya hanya 30 menit berkendara).
IMG20190331053332
Ketika mentari mulai menyapa
IMG20190331062526
Pegunungan di sekitarnya yang masih berselimut kabut. Ini adalah pemandangan yang membuat suasana pagi di Ranca Upas begitu khas. Udara sejuk, uap air yang masih masih menempel di rerumputan. Pagi yang sempurna.
IMG20190331063405
Banyak yang membangun tenda di sini, dan ternyata kalau membangun tenda beralaskan rumput, tanah dibawah rumput itu sangat lembek (becek). Jadi memang sebaiknya membangun tenda diatas peluran yang sudah tersedia (kecuali waktu musim kering, mungkin kondisi tanahnya tidak akan sebecek biasanya).
IMG20190331063044
Di belakang Saya adalah spot foto sunrise. Di posisi inilah matahari akan keluar dari peraduannya, dan tentunya tidak lupa semua wisatawan akan membawa kamera dan pelengkap untuk mempermanis hasil fotonya. 
IMG20190331074603
Kandang Rusa yang juga instagramable tapi sayang lagi becek tanahnya.

Kawah Putih

IMG_3773
Ini adalah foto waktu pertama kalinya Saya ke Kawah Putih (itupun jaman Saya kuliah sekitar tahun 2011). Kalau mau melihat perkembangan dari Wisata Kawah Putih, kalian bisa lihat disini.

Perkebunan Teh Ranca Bali

IMG20190331084235
Nggak bisa di bohongin memang, pemandangan Kebun Teh di Ranca Bali sangat juara! Ingin lihat versi lainnya, klik disini.

Ringkasan :

-Pintu Tol Soreang – Terusan Soreang Ciwidey – Jalan Raya Ciwidey – Patengan

-Sebenarnya banyak banget obyek wisata yang ada di sepanjang jalur Soreang – Ciwidey (tinggal cari informasi sebanyak-banyaknya kalau mau mendatangi tempat wisata yang diinginkan).

-Kalau mau merasakan suasana pagi sambil menunggu matahari terbit di Kampung Cai Ranca Upas harus berangkat subuh (itupun dengan kondisi kalian harus menginap terlebih dahulu).

-Pas perjalanan balik dari Perkebunan Teh Ranca Bali – Pintu Tol Soreang, waktu itu di hari Minggu sekitar jam 8 pagi, kondisi di sepanjang jalan itu sudah mulai ramai didatangi wisatawan (baik yang naik bus, travel, motor atau mobil pribadi). Makadari itu kalau memang mau khusus mengeksplore wisata di Daerah Ciwidey, sebelumnya kalian sudah harus menginap di daerah ini, dan baru subuhnya kalian pergi ke destinasi yang mau di datangi.

Destinasi yang Saya tuliskan di Liburan ke Bandung Anti Macet-Macet Club ini, merupakan pengalaman dari perjalanan-perjalanan Saya sebelumnya. Semoga sedikit lebihnya bisa menjadi bahan referensi kalian yang mau liburan ke Bandung waktu dekat ini ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s