LIBURAN KE BANDUNG ANTI MACET MACET CLUB (#1)

Hai pleasure seekers, yang mau keliling Kota Bandung tanpa kena macet, kalian wajib nih baca itinerary wisata ala tutursiska.com. Tempat-tempat wisata ini jauh dari kata macet, dan kalau mau meng-eksplore di hari Sabtu dan Minggu aja bisa banget! Jadi kalian nggak perlu ambil cuti atau bolos kuliah atau bolos sekolah, yeeyyyy ^^

Kalau biasanya kalian ke Bandung keluarnya di Pintu Tol Pasteur, kali ini Saya akan membawa kalian jalan-jalan ke daerah Banjaran dan Ciwidey, yang artinya kalian harus keluar di pintu Tol Soreang.

Oke, obyek wisata apa aja sih yang bisa kalian temui di sepanjang Jalan Soreang ā€“ Banjaran dan Soreang – Ciwidey? Ini dia rangkumannya versi tutursiska.

JL. RAYA SOREANG ā€“ BANJARAN

Radio Malabar di Bumi Perkemahan Gunung Puntang

IMG20180213145449
Bumi Perkemahan Gunung Puntang terletak di Jl.Palalangon, Pasirmulya, Kec. Banjaran, Bandung. Sebelum memasuki pintu gerbangnya, kalian akan menemui Taman Bougenvile (di sisi kanan jalan), semacam tempat menginap yang sangat asri karena dikelilingi pepohonan. Bangunan bercat oren (foto di atas) akan kalian temui begitu melewati pintu gerbang Bumi Perkemahan Gunung Puntang. Di salah satu bangunan tersebut kalian bisa menemukan foto-foto kondisi Radio Malabar zaman dulu dan sisa peninggalan lainnya.
IMG20180213145143
Salah satu foto yang Saya lihat. Seingat Saya dari penjelasan petugas di sana, foto-foto tersebut diberikan dari seorang anak Belanda yang keluarganya pernah bekerja di tempat ini. Ketika Saya kesana atau pas kalian mengunjungi tempat ini, bangunan yang tersisa hanya Kolam Cintanya saja, sedangkan struktur bangunan utama tidak tersisa banyak, yang ada Saya hanya melihat sisa pondasi dari batu, itupun tidak terlalu besar dan berada di tengah lebatnya semak ilalang. Di sisi kiri dari foto itu, saat ini ada jalan setapak yang bersebelahan dengan aliran sungai, dengan kondisi pepohonan rimbun dan pemandangan punggungan gunung.
IMG20180213120002
Kolam Cinta yang ukurannya lumayan besar. Kondisinya tidak full terisi air lagi karena mulai dangkal dan dipenuhi oleh rumput liar. Konon ini adalah penanda arah yang menunjukkan posisi Negara Belanda. Di sisi kiri dari kolam ini adalah punggungan gunung dan terdapat tangga beton yang akan membawa kalian menuju area hutan yang posisinya agak lebih tinggi.
IMG20180213125731
Jadi, selain terkenal dengan sejarah Radio Malabarnya, Gunung Puntang sendiri terkenal dengan puncak tertingginya, yaitu Puncak Mega (menurut pengalaman teman, akses ke puncaknya cukup ekstrim. Nggak heran karena kalau kita memasuki area perkemahannya kita bisa melihat punggungan-punggungan gunung yang sangat curam. Kalau musim hujan kalian bisa melihat 2 air terjun dari jauh). Salah satu curug yang eksis di kawasan ini adalah Curug Siliwangi (Saya nggak ke curug itu karena jauh). Kondisi hutan di kawasan ini juga lumayan padat.
IMG20180213131128
Tampak mulut goa yang terletak di dalam kawasan Bumi Perkemahan Gunung Puntang. Zaman dulu goa ini digunakan untuk menyimpan peralatan. Goa ini tidak terlalu panjang, kondisinya gelap total (tidak di kasih penerangan), jalan setapaknya tanah berbatu, dinding-dindingnya juga masih alami. Percis di depan goa ini adalah komplek tempat tinggal para pekerja Belanda. Yang tersisa kini hanya fondasi bangunan yang tersusun dari batu (oh ia Saya juga melihat ada lapangan, ukurannya seperti lapangan Kasti).
IMG20180213130015
Salah satu area yang bisa digunakan untuk berkemah, dan tentunya masih banyak lahan yang bisa digunakan untuk membangun tenda. Oh ia, Gunung Puntang juga terkenal dengan kopinya. Kalau kalian ke salah satu warung yang ada di sana, jangan lupa dipesan kopi puntang-nya ya.
IMG20180213145236
Maps Kawasan Bumi Perkemahan Gunung Puntang

Perkebunan Teh Kertamanah dan Pengabdi Setan Movie Set

Screenshot_2019-09-08-16-33-57-28[1]
Dari Bumi Perkemahan Gunung Puntang sampai di Rumah Ibu “Pengabdi Setan” akan menghabiskan waktu sekitar 1 jam perjalanan. Memasuki kawasan Perkebunan Teh Kertamanah milik PT. Perkebunan Nusantara VIII kalian akan disuguhkan hamparan permadani hijau daun teh yang sangat luas. Akses jalannya juga mulus banget. Pokoknya jalan ini jalur favorit Saya banget, karena perkebunan teh-nya nggak putus-putus. Pokoknya wajib di coba !
Screenshot_2019-09-08-16-30-20-88[1]
Selain pemandangan Kebun Teh Kertamanah yang indah, ada hal yang menarik perhatian Saya ketika mobil kami melintasi kawasan pemukiman penduduk. Ternyata di kanan kiri kami, model & cat rumah dikawasan itu sama semua (seperti di dalam foto). Pemukiman tersebut terletak tidak jauh dari Masjid Al Munajat, Jl. Desa Margamukti, Kec. Pengalengan, Bandung.
Screenshot_2019-09-08-16-29-45-13[1]
Foto diambil dari dalam mobil

Kalau inget bagaimana dulu kami ke tempat ini (Rumah Pengabdi Setan), kacau juga sih! Sok-sok’an pada berani, padahal seisi mobil itu orangnya pada penakut semua ! Apa coba yang buat kita jiper duluan? Jadi buat kalian yang mau ke tempat ini, kalian akan melintasi pos security (jelasin kalau kalian mau ke Rumah pengabdi setan).

Nggak jauh dari pos itu, di sisi kiri kalian akan melihat bangunan besar usang bekas pabrik gula dengan kondisi di sekitarnya banyak Pohon Pinus yang tinggi-tinggi (kondisi jalannya sudah beraspal). Mengikuti jalan beraspal itu membawa kami semakin masuk ke dalam kompleks pabrik dan terlihat di sisi kanan ada bangunan pabrik bekas lainnya. Semakin kedalam bangunannya semakin jarang.

Sampai akhirnya kami bertemu 2 cowok anak sekolah (lagi mendorong motornya) Saya tanya ke mereka, “Rumah Pengabdi Setan masih jauh nggak?” mereka jawab “Di depan” sambil menunjukkan arah. Terus gw tanya lagi, “Di sana masih rame pengunjung nggak?” terus mereka jawab “Masih rame!”.

Oke, kondisi saat itu sudah sangat sore tapi matahari sore masih lumayan terang lah menembus pepohonan rindang kala itu. Sampai akhirnya mobil kami melewati jalan berbatu (bukan jalan aspal yang rusak, tapi memang jalan berbatu-batu tak beraturan (otomatis ini mobil pelan banget kan ya jalannya, dan lebarnya cuma muat satu mobil).

Mobil kami melintasi jalan berbatu itu, terlihat di sisi kiri Saya seperti sekolahan taman kanak-kanak. Nggak lama setelah melewati TK itu berakhir pula jalan berbatunya, akhirnya sampailah kami di Rumah Pengabdi Setan. Bagaimana kondisi di sekitar rumah itu? Sepi banget sodara-sodara, cuma ada mobil gw doang ! Kemana pengunjung yang dibilang rame sama 2 anak tadi?!

Yang buat gw masih berani waktu itu karena yang baru gw lihat adalah sisi samping dari rumah itu dan suasana sore waktu itu masih cukup terang lah. Tapi begitu mobil gw sampai percis di depan rumah “Si Ibu”, saat itu juga kumandang adzan magrib terdengar dan entah kenapa jadi ngerasa kok langitnya cepet banget gelapnya?!

Niatnya mau numpang foto di depan rumahnya sebentar aja, boro-boro berani, begitu lihat keseluruhan bangunan itu yang sepi banget dan gelap, kita langsung putar balik. Mana di depan rumah “Si Ibu” juga ada bangunan tua lainnya, sepi juga lagi! Ahhh… mending kita cabut ! Inget jalan berbatu tadi? Kenapa sihhh harus ada jalan berbatu itu?!

Tapi ini bener sih, waktu itu gw berusaha nggak membuat temen-temen gw yang lain tambah takut dan panik, karena ada satu temen gw yang penakut banget, dan kita juga bawa anak kecil, dan juga mobil gw ini harus fokus ngelewatin jalan berbatu tadi! Coba kalau kita panik, ribut, terus ngeburu-buru, dan pas ngelewatin jalan berbatu tadi ban mobil gw nyangkut di lobang atau ‘selip’, siapa yang mau turun dan ngebantu kita dorong mobilnya coyyy? SEPI !

Nah begitu selamet dari jalan “off road” tadi dan keluar dari kompleks pabrik gula bekas, kami memutuskan untuk nyelonjorin kaki di Masjid Almunajad (deket pemukiman warga yang model dan cat rumahnya sama). Baru deh, di situ kami semua heboh bercerita tentang ketakutan kami masing-masing! Seru abis ! Nah, waktu jalan baliknya kami kembali melintasi perkebunan teh yang gelap total karena nggak ada lampu jalan di kanan kirinya, tapi bisa melihat city light yang indah.

Masih di Jalan Soreang – Banjaran, Saya masih akan membawa kalian jalan-jalan ke Campung Singkur, Situ Cileunca hingga ke Perkebunan Teh Cukul, dan nggak lupa tempat wisata apa aja yang ada di sepanjang Jalur Soreang – Ciwidey? Liburan ke Bandung Anti Macet-macet Club ke-2 masih berlanjut di tutursiska.com

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s