ITINERARY 2 HARI DI SEMARANG – MAIN KE SINI AJA!

Selamat tahun baru 2019 !!!

Yippie ! Setelah lama vakum, akhirnya semangat menulis Saya kembali membara !

Yang mau Saya bagikan kali ini tentang liburan ke Kota Semarang bersama keluarga.

Walau saat itu cuma ambil cuti dua hari, ternyata lumayan padet juga aktivitasnya.

Cek Itinerary versi Saya, di bawah ini :

Sabtu,

17.00 – 23.45 Perjalanan dari Stasiun Senen ke Stasiun Semarang Tawang

Ampat penari, kian kemari jalan berlenggang, aduh…
sungguh jenaka, tari mereka irama gambang

Sambil menyanyi, jongkok berdiri semua orang, aduh…
sungguh jenaka, tari mereka Gambang Semarang

Lantunan Gambang Semarang menyambut Saya dan keluarga begitu menuruni KA Brantas.

Meski mendekati libur akhir tahun, kondisi stasiun malam itu tampak ramai, meski belum sepenuhnya.

Masih diselimuti kantuk, dan lelah akibat 7 jam perjalanan, Saya memandu keluarga menuju pintu masuk stasiun untuk mencari mobil online.

Note :

Mobil atau motor online sudah banyak beroperasi di Semarang. Mereka tidak boleh menjemput penumpang di dalam stasiun (kecuali kondisi hujan). Jadi kalau mau pesan, suruh aja tunggu di luar pintu masuk stasiun atau di dekat Polder Air Tawang (biasanya mereka standby di situ).

Minggu,

Saya dan keluarga menginap di Hotel Amaris Simpang Lima Semarang, (malam sebelumnya di mobil online, perjalanan 15 menit dari stasiun tidak terasa karena pak supir banyak bercerita tentang asal usulnya dan rekomendasi tempat di Semarang).

Note :

-Setelah cari tahu dari google maps, Hotel Amaris di Semarang berada di dua lokasi yaitu di Simpang Lima dan Jalan Pemuda (lokasinya sama-sama strategis).

-Untuk di Jalan Pemuda, lokasinya dekat dengan Ikon Kota Semarang, yaitu Lawang Sewu dan Tugu Muda.

-Untuk di Simpang Lima, lokasinya tidak jauh dari Kawasan Simpang Lima yang memiliki beragam kuliner di malam hari.

-Hotel Amaris Simpang Lima dikelilingi beragam kuliner, baik di dalam mal, café, kedai, tendaan, sampai lesehan.

-Disekitar Hotel Amaris, terdapat mal atau minimarket, seperti Mal Ciputra, Transmart, Indomart dan Alfamart

-Di depan Hotel Amaris Simpang Lima, terdapat Rumah Sakit Telogorejo

-View dari lantai 7 bisa melihat Gunung Ungaran

20181216_053445_0
Suasana pagi dari lantai 7 Hotel Amaris Simpang Lima

IMG_20181217_045529[1]
Mentari Pagi yang datangnya cepet banget. Jam 5 pagi sudah cerah langitnya (maklum Saya anak siang)
Selama menjelajah obyek wisata yang ada di Semarang, Saya dan keluarga lebih sering memesan mobil online.

Karena kapasitas maksimal mobil tersebut 6 orang, sedangkan kami ber-7, kadang Saya menemukan driver yang welcome, kadang langsung “menggerutu”.

Tapi karena keluarga Saya tipenya suka ngobrol alias yang suka ngajak basa basi duluan, lama-lama suasana jadi lumer dan berubah jadi asik! (tips kalau ketemu situasi seperti itu, ajak ngobrol aja driver-nya dan terakhir kasih fee lebih).

1.Klenteng Agung Sam Poo Kong

Selesai sarapan, kami langsung kesini. Jarak dari Hotel Amaris Simpang Lima ke Klenteng Agung Sam Poo Kong sekitar 20 menit berkendara. Waktu itu biaya mobil online-nya sekitar 50 ribu.

IMG20181216092301[1]
Ini peta Area Wisata Klenteng Agung Sam Poo Kong. Memang betul jangan ragu untuk menggunakan jasa pemandu saat berkunjung ketempat ini, agar hasil foto kalian punya nilai lebih, yaitu tentang sejarah tempat tersebut
IMG20181216092757
Begitu memasuki area Klenteng, pemandu langsung mengarahkan kami untuk berdiri di titik merah (karena di spot tersebut megahnya bangunan klenteng dan patung Laksamana Cheng Ho akan menjadi background yang khas dari tempat wisata ini).
IMG20181216094022
Berfoto di depan Klenteng Dewa Bumi atau Klenteng Juru Mudi (maaf Saya lupa). Saat mengunjungi tempat ini harap dahulukan yang mau sembayang. Posisi kedua klenteng ini bisa kalian masuki jika membeli tiket terusan.
IMG20181216094840
Klenteng utama untuk mengenang jasa Laksamana Cheng Ho di Semarang.
IMG20181216095955
Patung, keramik, yang ada di dalam ruangan tersebut, merupakan benda peninggalan Laksamana Cheng Ho. Untuk membersihkan benda-benda tersebut dibutuhkan tata cara adat tersendiri , yang hanya dilakukan oleh orang tertentu.
IMG20181216100225
Klenteng Kyai Jangkar. Di sebelah kiri bagian dalam klenteng terdapat jangkar kapal Laksamana Cheng Ho, yang hingga saat ini tidak berkarat
IMG20181216101020
Akar berbentuk rantai jangkar yang berada di sebelah Klenteng Kyai Jangkar. Saya mendapat cerita unik tentang akar pohon ini. Akar ini belum diketahui induk pohon utamanya, dan bentuknya menyerupai rantai besi jangkar. Entah ada kaitannya atau tidak, karena posisi pohon ini percis disebelah bangunan Klenteng Kyai Jangkar. Di klenteng tersebut tersimpan jangkar kapal dari Laksamana Cheng Ho
IMG20181216102959
Diorama perjalanan Laksamana Cheng Ho
20181216_113332_0
Pintu gerbang yang megah
20181216_104210_0
Sisi lain klenteng
IMG20181216112522
3 Kelenteng (ki-ka : Klenteng Laksamana Ceng Ho, Klenteng Juru Mudi, Klenteng Dewa Bumi)

2.Pagoda Avalokitesvara

Dari Klenteng Sam Poo Kong, kakak penasaran dengan Pagoda Avalokitesvara, atau Saya lebih familiar dengan nama Vihara Watu Gong.

Dari Klenteng Sam Poo Kong, kami kembali memesan mobil online dengan biaya sekitar 60ribu, dengan jarak tempuh 30 menitan.

IMG20181216123544
🙂
IMG20181216123957
Pohon rindang di pelataran vihara
20181216_124111_1
Di depan vihara
IMG20181216124644
Boleh ya, numpang foto sebentar?
IMG20181216125241
Latar utama umat beribadah

Jalan-jalan dimusim penghujan kadang mengharuskan kita pasrah dengan kondisi cuaca. Ada cara supaya kita nggak “Zonk” banget nih, yaitu bertanya ke rekan, medsos, atau kalau kalian melakukan booking penginapan atau kendaraan, jangan lupa tanya cuaca seminggu kemarin, seperti apa.

Itu ampuh banget loh, dan Saya terapkan di jalan-jalan kemarin. Saya jadi tahu kalau Semarang diguyur hujan setiap sore. Maka dari itu Saya mendahului datang ke wisata outdoor, kemudian indoor.

Ternyata benar, setelah selesai mengunjungi Klenteng Sam Poo Kong dan Vihara Watu Gong, diperjalanan pulang gerimis turun menemani perjalanan kami hingga tiba di Lawang Sewu.

3.Lawang Sewu

20181216_034425_0
Salah satu bangunan peninggalan zaman Belanda yang masih kokoh. Semua material yang membentuk bangunan tersebut, mulai dari dinding, tegel, kaca patri, pondasi bangunan, lantai, arsitekturnya, teknologi yang diterapkan (seperti fungsi ruang bawah tanah supaya pondasi utama terhindar dari air tanah yang asin karena dekat laut, loteng untuk menyerap panas karena posisi Kota Semarang di pesisir pantai), semua sudah terpikirkan secara matang dimasanya.
IMG20181216150823
Ini guide kami. Selama menjelaskan tidak pernah membahas hal mistis tentang tempat ini. Kalaupun kita tanya, pasti dijelaskan secara rasional, terlebih tentang ruang bawah tanahnya. Penjelasannya berisi informasi semua, karena melalui penjelasannya, dia ingin mengedukasi setiap pengunjung, tanpa dibumbui cerita horor.
IMG20181216153347
Foto di bekas bantalan rel yang pernah digunakan kereta api zaman dulu. Masih berat, hitam, dan kuat kayunya.

IMG_20181216_154515[1]
Ini yang ngarahin guide kita. Tiba masing-masing disuruh berdiri di depan pintu, terus pose! Cekrek…cekrek…cekrek… Jadilah foto ini. Ngomong-ngomong yang dibagian belakang kelihatan nggak ekspresinya ? 🙂
Senin,

Khusus di hari ini kami sudah menyewa mobil karena mau eksplore Ambarawa, tepatnya ke Goa Maria Kerep dan Eling Bening.

Dari Semarang membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan, melintasi Tol Tembalang – Ungaran, hingga keluar Tol Bawen.

1.Goa Maria Kerep Ambarawa

IMG20181217100336_1
Terpujilah Engkau di antara wanita
IMG20181217100828
Pintu masuk menuju ke Goa Maria
IMG20181217101117
Teduh
IMG20181217101227
Taman yang hijau

20181217_102109_0[1]
Tenteram. Damai. Syahdu
20181217_101509_0[1]
Taman hijau yang dirawat dengan sepenuh hati

IMG20181217105623
Salah satu diorama Yesus yang ada di kompleks Goa Maria Kerep. Berlatar belakang Rawa Pening dan gugusan pegunungan tampak menyatu dengan alam.
20181217_103555_0
Berdoa kepada Bunda Maria, ditengah nyanyian alam.

2.Eling Bening

IMG20181217124105
Ini dia panorama yang bisa kalian nikmati selama di Eling Bening. Hijaunya sawah, ditambah pantulan air Rawa Pening dari kejauhan, dan gugusan pegunungan. Terletak di area terbuka, membuat tempat ini memiliki angin semilir yang enak banget buat tidur. Tiket masuknya 20ribu per orang (dapet aqua botol).
IMG20181217125956
Jadi di Eling Bening itu ada Kolam Renang (lumayan besar kolamnya dengan pemandangan langsung menghadap ke Rawa Pening dan gugusan pegunungannya), spot spot foto (seperti taman bunga, perahu naga, ayunan, semua tempat di sini menurut Saya fotogenic), Gazebo dengan pilarnya yang besar (duduk disini nggak mungkin, nggak ngantuk), tempat makan indoor, semi outdoor, dan outdoor. Semua view langsung menghadap ke Rawa Pening.
IMG20181217123104
Area ini ada di bagian atas bangunan utama. Secara keseluruhan putih adalah warna dominan yang ada di Eling Bening. Di area ini kita bisa pesan makan sambil menikmati pemandangan. Di lantai ini ada kolam renang (tidak terlalu besar, area makan semi outdoor, dan area makan outdoor). Makan di foto ini, lumayan panas karena pepohonannya masih sedikit.
IMG20181217125652
Duh, mentang-mentang masih sendiri, ayunan kosong disebelahnya sampe di crop. Tapi ini suer, fotogenic banget sih ayunannya. Ayunannya tuh emang ada dua, warna putih, terus backgroundnya itu pemandangan yang super kece. Buat pasangan, atau kekasih, atau orang terkasih deh, duduk di ayunan ini, terus pegangan tangan, atau saling berpandangan pasti so sweet banget 🙂
IMG20181217130522
Area lapang berpilar ini enak banget di pake tidur! Suer! Di hadapan kita tuh langsung pemandangan hijau persawahan, Rawa Pening, dan gugusan pegunungan. Angin semilirnya nggak bisa ditolak! Duduk disitu kalau nggak jadi galau, ya mendingan tidur aja 🙂

Ini adalah hari terakhir kami mengeksplore Semarang, karena pukul 3 subuh, kami akan kembali ke Jakarta. Untuk mensiasati “nggak terburu-buru” ke stasiunnya, Saya memutuskan untuk mencari penginapan di depan Stasiun Tawang.

Apalagi di depan Stasiun Tawang adalah kawasan Kota Tuanya Semarang. Jadi disisa waktu nanti Saya dan keluarga bisa keliling kota tua dan kulineran di beberapa café-nya (tapi kenyataannya, mereka sudah terlalu lelah dan memutuskan untuk beristirahat, dan memilih dibungkusin nasi padang).

IMG20181217172823
Karena yang lain kecapean dan memilih istirahat di penginapan, akhirnya Saya ikut dengan kakak yang masih penasaran dengan Leker Paimo. Berbekal google maps kami kesana meskipun sudah hampir jam-nya tutup (karena denger-denger tutupnya jam 5). Tapi Puji Tuhan masih kebagian dan yang terpenting, ngantrinya nggak lama. Setelah itu kami cari Rumah Makan Padang. Diantar sama driver-nya ke RM Padang Jaya di Ruko Bubakan Baru, jalan K.H.Agus Salim, Purwodinatan. Pokoknya RM ini khas banget karena didalamnya ada banyak kaset. Masakan padangnya enak, karena rasanya padang banget!

Sedihnya pas Saya kesana, jalanan di kawasan Kota Tua Semarang sedang dalam perbaikan (conblock-nya dicopotin semua, hanya tersisa tanah debu yang kurang asik kita nikmatin kalau jalan-jalan sore kala itu. Padahal cuacanya cukup asik).

Impian Saya yang belum terwujud di Semarang itu naik sepeda mengelilingi Kota Tuanya sampai masuk ke gang-gang (dengan kondisi jalan yang semakin bagus, pasti asik banget buat sepedaan).

Note :

Hotel Pelangi Indah adalah penginapan yang  kami singgahi di hari terakhir, karena jaraknya sangat dekat dengan Stasiun Tawang (posisinya hadap-hadapan, cuma kepisah Polder Air Tawang aja).

Karena terletak dikawasan kota lama, bangunan hotel ini menjadi salah satu di antara bangunan klasik lainnya. Memasuki ruang utama cukup besar memanjang, tembok bercat putih yang kokoh, serta langit-langit beton yang tinggi dan berlantaikan tegel berwarna gelap. Atmosfer tersebut sepintas seakan membawa kalian ke jaman Belanda.

IMG-20181203-WA0000[1]
Ini rate harga di Hotel Pelangi Indah. Waktu itu karena kami ber-7, jadi pesan kamarnya yang tipe Family untuk 5 orang dan Kamar Standar untuk 2 orang. Kami dapat kamar di lantai dua, dengan menaiki anak tangga model melingkar (tangganya ini bukan yg dari besi ya, tapi dari lantai tegel dan tangganya lebar). Kamar kami dekat dengan toilet (toiletnya ada yang jongkok dan duduk). Kamar kami ber-ac. Pas banget buat para backpacker.
Jadi, jangan sungkan untuk mampir ke Semarang! Bisa naik kereta, atau “nyicipin” Tol Trans Jawa yang sudah anti macet. Selamat jalan-jalan 🙂

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s