TIPS MENUJU BUKIT KEMBANG, PUNCAK SARI, PROBOLINGGO, JAWA TIMUR

Kenapa ya liburan akhir tahun kemarin membuat Saya begitu terobsesi untuk bisa ke Bukit Kembang, Puncaksari? Jadi awalnya begini, tahun lalu waktu Saya ke Bromo via Wonokerto, Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur, mobil yang Saya tumpangi melintasi sebuah jalan dengan pemandangan punggungan bukit hujau yang gagah nan tinggi menjulang.

Melihat pemandangan itu Saya jadi berfikir, apakah ada jalan untuk menuju ke ujung bukit itu? Apa disalah satu gunung itu bisa dikunjungi orang? Pikir Saya, pasti indah banget bisa melihat panorama Bromo dan sekitarnya dari atas sana.

Selang beberapa waktu, Saya menemukan beberapa foto IG dengan background Gunung Bromo tapi dari angel yang berbeda. Dari situ Saya berpikir, pasti ada jalan menuju ke salah satu bukit itu.

Saya coba cari jalan via Google Maps (Saya coba zoom in peta yang ada di Hp Saya. Saya lihat spot mana lagi di Gunung Bromo yang bisa Saya datangi. Sisi tebing yang mengelilingi kawasan Bromo Saya zoom in, kemudian terlihat garis utuh (garis jalan) menuju kesebuah ujung bukit, di peta itu tertulis Bukit Kembang Puncak Sari.

Saat saya klik icon itu, muncul foto pemandangan sebuah puncak bukit yang ditumbuhi bunga-bunga kecil berwarna kuning. Dari atas bukit itu juga terlihat kecil Desa Ngadisari dan Cemoro Lawang, terlihat jelas kawasan Bromo, tampak dari jauh Gunung Semeru, Welirang, Arjuno & Raung.

Di perjalanan sebelumnya Saya nggak tau nama-nama bukit itu apa (selain bukit B29). Setelah menemukan Bukit Kembang dari Google Maps, Saya langsung semangat, Saya harus kesana! Saya banyak searching (IG, Google & Youtube) masih sedikit informasi tentang bukit ini, tapi Saya mendapat informasi kalau kebukit ini jangan pas hujan! Wadawww!

Oke, jadi setelah 16 jam perjalanan Magelang – Malang, Baca di sini! Akhirnya Saya sampai di Hostel Pondok Backpacker, Malang pukul 10 pagi, jauhhh banget dari perkiraan Saya! Buru-buru Saya mandi, repacking ulang, dan baru pukul 12 siang Saya dan Fadli menuju Desa Tosari.

Sebelum Saya ke Bukit Kembang, entah berapa banyak orang yang sudah Saya tanyain (via komen blog, yang paling banyak sih langsung chat dan DM IG ke orangnya langsung yang pernah foto di bukit ini). Yang paling terngiang dari semua komentar orang yang pernah kesini, adalah, jangan pakai motor matic, karena JALANNYA PARAH tapi SEMUANYA TERBAYAR! Aduhh, dari dulu kalo Saya jalan sama Fadli, pasti bawanya motor matic.

Oke, ini arahannya kalau kalian mau ke Bukit Kembang, tapi ada catatan dari Saya bedasarkan pengalaman kemarin :

-Kalau kalian dari Malang, arahkan kendaraan kalian ke Desa Tosari hingga Desa Wonokitri.

-Pakai motor trill (kalau nggak punya, pakai motor apa aja (jangan matic), tapi dengan catatan KEMAMPUAN MOTOR, DAN KEAHLIAN BAWA MOTOR KALIAN HARUS SEPERTI WARGA DESA TOSARI/WONOKITRI.

kalian taukan kalau motor mereka sudah di modif. Motor mereka Itu buat “hajar” tanjakan, sampai jalanan yang off road aja tarikan gas-nya enteng banget. Udah gitu nggak usah diraguin lagi gimana lihainya mereka “melibas” jalan offroad, karena mereka sudah terbiasa PP rumah-kebun dengan kondisi jalan yang ekstrim.

-Hindari ke bukit ini saat hujan karena jalannya super licin. Soalnya lebar jalan disepanjang perjalanan ke sana, cuma selebar tubuh kita. Kondisi jalannya itu sisi kiri jurang, sisi kanan punggungan gunung, kalian juga akan melewati di kanan kiri adalah jurang terjal, tapi pemandangannya, JUARA!

-Bawa makanan, bawa tenda, bawa perlengkapan gunung kalau mau menginap di sana. Pakai sepatu gunung biar nyaman, karena memang track-nya itu seperti naik gunung.

-Kalau kalian nggak yakin naik motor sendiri ke bukit itu, naik ojek aja. Banyak warga Wonokitri yang mau mengantar kalian ke bukit itu (asal bukan pas hujan ya, karena mereka sendiri juga takut kalau pas hujan ke sana. Jalannya itu susah dan ngeri). Kemarin Saya kena 250 ribu PP (tinggal bilang mau dijemput jam berapa).

-Kalau ke bukit ini nggak mau naik motor, jalan kaki juga bisa. Intinya, kalian harus menuju ke Penanjakan 1 dulu. Sebelum parkiran Penanjakan 1, pas banget di tikungan, ada jalan setapak yang masuk ke arah hutan (posisinya di sebelah kiri). Mulai dari situ kalian bisa berjalan kaki sampai ke Bukit Kembang.

-Durasi jalan kaki bisa di kira, kira. Kemarin dari Desa Wonokitri – Bukit Kembang 1 jam perjalanan naik motor. Tapi dari Wonokitri sampai Penanjakan 1 kan juga lumayan jauh jaraknya. Kira-kira kalau sampai batas jalan setapak masuk ke hutan – Bukit Kembang sekitar 30 menit (pakai motor), kalau jalan kaki perkiraan bisa 2-3 jam perjalanan.

-Buat yang mau punya banyak foto dengan pemandangan keren mending jalan kaki aja. Soalnya kalau naik motor pikirannya harus konsentrasi ke jalan. Kalau naik ojek, kedua tangan kalian pasti sibuk pegangan erat ke abang ojeknya. Takut jatuh! Dari beberapa review yang pernah kesini, mereka bisa jatuh sampai 5x. (Kemarin Saya nggak jatoh sama sekali dong, Saya cuma di suruh turun aja karena turunan sama tanjakannya curam banget!)

-Lebar jalannya itu selebar badan kita, banyak bekas jalan roda motor, bertanah merah, turunannya menukik berbatu, tanjakannya tajam berbatu, belokannya tajam kalau nyungsruk langsung “bablas” ke kebun warga dengan kemiringan hampir 90 derajat, kalian akan melewati di kanan kiri tebing (pemandangannya perbukitan perkebunan, dan Panorama full Gunung Bromo).

-Saya yakin dengan keahlian warga lokal, makadari itu saat melewati medan ekstrim kemarin, Saya nggak terlalu takut, karena mereka sudah biasa. Meskipun setelahnya mereka baru ngaku kalau mereka juga takut, Fadli juga takut, Saya juga takut sihh! Heheh…Tapi seru dan pemandangannya cakep tapi bikin deg-deg’an…

-Pelajaran kemarin, pas naik ojek ke Bukit Kembang jangan sampai kalian yang bawa keril. Asli, bakalan pegel nahan karena kalian akan terpelanting kesana sini, medannya menanjak (kalau turunan enak). Tapi jangan ditaro depan juga, nanti Abang ojeknya nggak bisa nge-trill. Kalau mau keril dibawa pake ojek sendiri.

-Kalian tetap harus membeli tiket masuk kawasan Bromo Tengger Semeru, sebesar 25 ribu per orang. Saat Saya tanya ke salah satu petugasnya, kok Bukit Kembang nggak di tata untuk memudahkan wisatawan ke sana. Mereka jawab karena disepanjang jalan menuju ke bukit itu adalah area hutan alami, jadi nggak akan di ganggu keaslian kondisi hutannya.

-Bukit ini adalah tempat terbaik untuk menikmati sunrise dan sunset, juga melihat keindahan Kota probolinggo, Bromo, Tengger, Semeru. Dan juga bagi pecinta langit malam, milkyway hunter, tempat ini cocok banget!

-Selain bisa diakses lewat penanjakan 1 (dari Malang), jalan lain dari Probolinggo patokannya menuju ke Desa Sapih (desa terakhir yang akan kalian lewati, sebelum  Bukit Kembang). Cuma kemarin Saya nggak tau, titik temunya (persimpangannya) di mana kalau yang lewat Probolinggo.

-Catatan terpenting yang paling penting, adalah jangan merusak, menginjak injak, memetik dan buang sampah sembarangan. Jaga alam, maka alam akan memberikan aura positif ke kalian!

Langsung aja deh, ini dia foto-fotonya…

DSC_8165[1]
Beli tiket dulu di sini
IMG20171228080853
Foto ini diambil saat arah pulang (waktu berangkat lagi fokus pegangan abang ojek biar nggak jatuh). Ini salah satu penampakan jalur menuju ke Bukit Kembang. Di jalur yang sama, ada 2 tempat yang sering di datangi orang, satu Bukit Kembang (ambil jalan yang lurus), satunya lagi menuju ke sebuah bukit juga (lupa namanya, ambil arah kanan).
IMG20171228075937
Jalurnya setapak, tanah merah. Jangankan kena hujan, kemarin aja basah karena kena embun licinnya bukan main. Kiri langsung jurang tapi pemandangannya indah banget, sisi kanan langsung punggungan gunung.
IMG20171228075941
Pemandangan ini akan kalian temui di pertengahan perjalanan menuju Bukit Kembang. Ladang warga dengan kemiringan luar biasa, hampir 90 derajat.
IMG20171228075919
Ini adalah jalur yang digunakan petani untuk ke ladang. Tanah merah, licin dan curam.
IMG20171228074858
Ini adalah jalan yang kanan kirinya jurang. Saya minta berhenti di sini sebentar karena pemandangannya indah banget.
IMG_20171228_074736_HDR[1]
Ini dia pemandangannya. Yang bawah adalah Desa Sukapura, yang kanan depan itu adalah Desa Cemoro Lawang. Terlihat Kawasan Bromo dan Gunung Semeru.
IMG20171228074744
Lihat lebar jalannya cuma segitu. Kanan kirinya jurang, anginnya kenceng. Aduhh..ngeri juga waktu lewat sana. Kalau yang sisi kanan, pemandanganya adalah perbukitan perkebunan warga.
IMG20171227174039
Ini adalah pos tiket masuknya. Jadi, Saya bersyukur sekali dan berterima kasih ke semesta. Jalan dari Malang pukul 12 siang, sampai di Desa Wonokitri pukul 3 sore. Waktu itu galau, karena ojek di sana kasih tau motor matic nggak bisa ke tempat ini. Lalu Saya ditawari untuk naik ojek, bayar 250rb PP. Galau tetep mau ketempat ini atau nggak, tapi Saya sudah sampai sejauh ini. Akhirnya Saya ambil keputusan untuk tetap jalan, dan itu sudah pukul 4 sore. Sampai akhirnya kami baru jalan dari desa pukul 5 sore. Bersyukur cuaca bagus, nggak hujan dan sampai pos tiket ini meskipun sudah maghrib tapi masih terang.
IMG20171227174137
Ini adalah pemandangan di depan pos tiket. Sejauh mata memandang adalah gugusan perbukitan dihiasi gumpalan-gumpalan awan. Sore itu angin cukup kencang dan dingin. Karena sudah sore, pos tiket nggak ada yang jaga. Dari pos itu untuk sampai ke Bukit Kembang, masih harus tracking sekitar 15 menit.
IMG20171228073345
Ini jalur tracking-nya menuju ke Bukit Kembang. Jalurnya tanah gembur, yang akan terus menanjak.

 

IMG20171228073339
Terlihat Gunung Welirang, Arjuno & Raung. Kalau saja tidak tertutup awan, pasti panoramanya akan sangat indah dan terlihat jelas. Saya cukup beruntung karena nggak hujan, meskipun nggak ada sunrise, dan cuaca berawan.

DSC_8169[1]
Sebenernya motor bisa sampai area ini. Ini area datar selain Puncak Bukit Kembang.
PANO_20171228_054621[1]
Setelah kalian tracking dari pos tiket tadi, kalian akan menemukan area datar seperti ini. dari sini kalian bisa melihat seluruh panorama Kota Probolinggo & Gunung Bromo. Bukit Kembang adalah bukit tertinggi, dan merupakan area terbuka. Puncaknya hanya di penuhi oleh vegetasi bunga bunga kecil dan hanya ada beberapa pohon rindang.
IMG_20171228_055849_HDR[1]
Welcome to Bukit Kembang Puncak Sari. Di ujung sana, yang ada tiang benderanya adalah ujung dari bukit ini (jalan buntu) yang berupa hamparan tanah kosong berbentuk lingkaran. Dari situ kita bisa melihat rangkaian pegunungan yang kita lewati selama naik ojek.

IMG20171228060531
Ini adalah panorama lain yang terlihat dari puncak Bukit Kembang. Ini pemandangan Kota Probolinggo waktu pagi (masih tertutup awan tebal.
IMG_20171228_055034_HDR[1]
Kursi kayu untuk menikmati pemandangan. Yang Saya lihat itu adalah panorama Desa Sukapura, Cemoro Lawang, Bromo dan Gunung Semeru.
IMG20171228060957
Itu adalah lokasi Saya membangun tenda. Jadi area untuk membangun tenda ada di sana, dekat dengan gazebo untuk shalat. Itu adalah lokasi yang paling tepat, karena angin di sini sangat kencang, dinding tanah yang ada di sisi kiri bisa menahan angin. Saya nggak mungkin bangun tenda di puncak bukit ini atau di area lapang yang dekat plang tulisan “Bukit Kembang”. Meskipun pasak sudah dipasang ke dalam tanah, tapi anginnya bikin parno, bisa-bisa tenda kita terbang.
IMG20171228050112
Area yang cukup lebar untuk membangun tenda. Jadi inget betapa susahnya bangun tenda di tengah angin, malam itu. Kalau kalian mau tau, apa yang Saya dengar disepanjang malam? Yaitu suara hembusan angin lembah dan alunan musik dari Desa Sukapura. Ada suatu waktu, malam cukup hening, suara angin lembah tidak terdengar. Suhu cukup dingin, dan cepat menjalar ke seluruh badan Saya, meskipun Saya sudah memakai sleepingbag. Berniat untuk melihat langit malam, sirna. Karena entah kenapa, apa faktor udah lama nggak naik gunung, Saya jadi parno keluar malam, parno ngeliat yang macem-macem. Apalagi waktu itu cuma ada kita. Sepi banget, serasa milik pribadi.

IMG_20171228_054514_HDR[1]
Morning! Di bawah pohon ini ada batang pohon yang bisa kita duduki untuk melihat pemandangan
IMG_20171228_052533_HDR[1]
Rapet banget ya! Soalnya anginnya kenceng banget, dan dinggiinnnnn! Oh ia, ini menurut pengamatan sesaat Saya aja ya, bukit ini juga spesial karena nggak tertutup oleh awan. jadi pagi itu, di lembah (Desa Sukapura, cemoro lawang) Bromo & Semeru masih tertutup awan. Awannya datang dan menghilang seiring hembusan angin. Tapi yang selalu tertutup adalah bukit yang di seberangnya (B29, dan bukit yang ada di depan ini). Awan hanya menutupi setengah kebawah bagian dari bukit ini, jadi di puncak nggak tertutup awan.

IMG20171228050429
Ini dilihat dari posisi Puncak Bukit Kembang. Pohon itu yang ada batang kayu yang buat duduk. Sisi kanan itu adalah lembah Desa Sukapura. Kondisi pagi hari kala itu.
DSC_8173[1]
Lembah yang masih tertutup kabut tebal (Cemoro Lawang, Lautan Pasir Bromo, B29 dan Semeru). Karena angin, kabut ini perlahan lahan pergi menghilang, lalu kembali muncul lagi.
IMG20171228051027
Ini diambil dari puncak Bukit Kembang. Yang tertutup awan itu adalah salah satu puncak yang sering di datangi orang lain juga. Jalurnya lewat yang ada di foto pertama Saya tadi (ada percabangan, kalau ke Bukit Kembang ambil yang lurus).
IMG20171228051216
Ini adalah sebagian perbukitan yang keambil foto. Bukit-bukit itu adalah jalur berangkat & pulang menuju Bukit Kembang.
IMG20171228051738
Pemandangan lain dari Bukit Kembang
IMG20171228051756
Foto ini diambil dari puncak Bukit Kembang. Terlihat dikanan kiri adalah jurang dengan pemandangan puncak-puncak bukit yang tinggi menjulang
IMG20171228073226
Itu adalah Lautan Pasir Bromo & Semeru yang masih tertutup kabut
IMG20171228073030
indah 🙂
IMG20171228072925
Mereka menjemput kami di pukul 7, sesuai perjanjian. Anginnya kenceng bangeett!
IMG_20171228_074802_HDR[1]
Foto lagi 🙂
IMG20171228074844
Kesini lagi ah…Tunggu musimnya tepat, biar bisa lihat sunrise, sunset dan milkyway…aahh beautiful day…
DSC_8161[1]
Ini penampakan jalan yang buat Saya kesasar karena ngikutin Google Maps. Untung kita puter arah, kalo nggak motor orang bisa rusak kalau tetep nurutin lewat jalan ini. Pfuihhh…

Kenapa Saya memutuskan untuk naik ojek, karena sebelumnya Saya sempat nyasar masuk-masuk ke jalan berbatu di tengah hutan. Kalau di Google Maps katanya bisa membawa Saya sampai ke Bukit Kembang, tapi setiap warga yang Saya temui di sana, nggak tau tentang bukit itu, dan mereka kasih tau ke kita kalau jalan berbatu ini tracknya sangat panjang. Khawatir motor Fadhli rusak, akhirnya kita putar arah dan mencari informasi lain ke Warga Wanokitri.

Waktu itu uang Saya kurang buat bayar ojek yang sudah antar jemput kami ke Bukit Kembang, untung ada Bank BRI di dekat Pasar Tosari. Pfuiihh lega karena ada atm di sana…

DSC_8186[1]
Ada satu bank di Desa Tosari, yaitu Bank BRI. Yeeyyy…!
DSC_8185[1]
Ini pemandangan depan Bank BRI nya. Itu Gunung Welirang, Arjuno & Raung. Bangus ya pemandangannya…

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s