#1 Pengalaman Naik Travel Magelang – Malang & Pondok Backpacker Dormitory Hostel (Perjalanan Menuju Bukit Kembang)

Ada satu janji yang belum Saya tepati ke kalian, yaitu menceritakan tentang sebuah puncak bukit yang dipenuhi dengan Bunga Matahari berukuran mini. Puncak bukit ini bernama, Bukit Kembang, Puncaksari.

Perjalanan menuju bukit ini sangatlah panjang. Bermula di Palbapang, Kota Magelang, pengalaman Saya menjelajahi 16 jam perjalanan menuju Kota Malang, segera di mulai…

Pengalaman Naik Travel dari Magelang ke Malang

Awal mula dari perjalanan panjang ini karena Saya nggak langsung beli tiket kereta dari Jogja menuju Malang (apalagi Saya perginya di akhir tahun). Siang itu ditemani bapak (boncengan motor) Saya diantar ke Terminal Borobudur mencari agen travel. Singkat cerita, setelah bertanya ke agen-agen bis yang ada di sana, Saya menemukan satu agen travel yang bisa mengantar Saya ke Malang.

Karena high season, Saya harus membayar 200 ribu (dapet makan 1 kali), kalau hari-hari biasa harganya sekitar 120 – 150 ribu (plus makan juga). Untuk penjemputannya, kita harus menunggu di titik-titik yang sudah mereka tentukan (nggak bisa dijemput di depan rumah, atau berkumpul di tempat agennya di Terminal Borobudur).

Untuk di sekitar Magelang, Saya harus menunggu jemputan di Palbapang (pertigaan lampu merah di Jalan Raya Magelang-Purworejo). Nah, biasanya nih, keluarga Saya kalau pulang kampung (ke Borobudur) naik bis malam, selain turun di Blabak Mungkid, turunnya juga bisa di Palbapang (karena langsung ke Jalan Raya Borobudur).

Sembari menunggu travel datang, Saya dan bapak duduk “ngemper” di depan Alfamart Palbapang (Hehe.. kami cuek aja, karena kami sama-sama cuek dan suka ngebolang). Saya dan bapak banyak berbincang sembari melihat bis malam yang banyak berlalu lalang, ada Ramayana, Putra Remaja, Handoyo, Sumber Alam, bis pariwisata keluaran terbaru (yang kursi penumpangnya lebih tinggi daripada posisi supirnya), ada juga bis umum yang selalu dipadati penumpang. *Bapak Saya sampai hafal jam-jamnya si bis ini berangkat jam berapa dan sampai Magelang jam berapa.

Naik travel adalah pengalaman kedua (pengalaman pertama waktu ke Sindoro. Baca di sini), dan bukan andalan Saya ketika melakukan traveling. Tapi karena nggak ada pilihan lain (waktu itu), tapi excited juga karena penasaran dan pasti Saya akan punya banyak cerita setelahnya, jadi Saya harus menikmati setiap prosesnya.

Pukul 6 sore, minibus kapasitas 14 orang berhenti di tempat Saya dan bapak menunggu. Setelah memasukkan tas ke bagasi belakang, Saya membuka pintu tengah minibus, ternyata deretan kursi yang ada di belakang supir sudah terisi penumpang (kursi incaran). Daripada duduk di belakang, nggak liat kondisi jalan, Saya memilih duduk di depan, di sebelah supir (minimal perjalanan Saya nggak akan bosen-bosen banget karena bisa lihat kondisi jalan dan kota yang akan Saya lintasi).

Sebenarnya saat itu Saya sedang dikejar-kejar waktu. Saya buat estimasi, semacet-macetnya di jalan, plus antar jemput penumpang sampai tujuan, cukuplah 12 jam perjalanan (bisa-lah sampai Malang pukul 6 pagi). Karena begitu Saya sampai Malang, Saya harus langsung menuju Bromo menuju Bukit kembang (minimal jam 12 siang Saya harus sampai di bukit ini). Kenapa, karena kalau kesorean, takut tertutup kabut dan turun hujan. Nggak recommended banget kalian ke bukit ini hujan-hujan.

Sore itu hujan, kota pertama yang akan Saya lewati adalah Jogjakarta, kebayang macetnya dan di sini ada beberapa penumpang yang harus dijemput (Saya inget banget travelnya sampai masuk-masuk ke gang samping Kampus Sanatadharma untuk jemput 2 penumpang). Sempat berhenti di dalam terminal (ini supirnya nggak tau ngurusin apa (lumayan lama berhentinya, sekitar 25 menitan), baru jalan lagi ke Surakarta untuk jemput penumpang terakhir. Dan, finally, di pukul 10 malam, akhirnya penumpang travel Saya penuh!

Penumpang penuh, Saya bisa tidur tenang, tapi tadikan Saya dapet makan gratis, makannya kapan dan di mana, ya? Sebelumnya bapak Saya sudah kasih tau, kalau nanti travel kamu pasti berhenti di tempat makan yang parkirannya penuh dengan mobil minibus.

Ternyata bener, pukul setengah tiga subuh, travel yang Saya naiki berbelok ke Rumah Makan Utama Saradan, di Caruban, Jalan Raya Madiun – Surabaya, Kota Madiun. Itu parkirannya penuh dengan beragam minibus (ada yang bagus, ada juga minibus yang standar. Yang Saya naiki minibus yang standar), ada juga bis malam, dan sedikit mobil pribadi.

Saya dapat kupon kecil dari pihak travel (bentuknya persegipanjang, diprint dikertas warna pink). Saat lihat parkirannya yang luas, sangat menggambarkan kalau rumah makan ini cukup besar dan cukup untuk menampung penumpang travel yang berhenti makan. Tempat makan ini terdiri dari 2 area restoran, area depan untuk pengunjung umum yang mau makan, dibagian dalam khusus penumpang travel.

Tunjukin dan kasih kupon makan gratis kalian ke petugas restoran, lalu kalian bisa ambil makanan yang sudah tersedia. Makanannya prasmanan dan masih hangat loh, dan surprisenya lagi, rasanya enak. Waktu itu yang ada di meja, nasi putih, sayur capcai, rolade daging, ayam crispy (karena Saya tau perjalanan ini akan panjang, jadi Saya harus makan yang banyak). Oh ia, toilet di sini juga banyak, ya…fasilitasnya menyesuaikan lah ya, karena untuk menampung banyak penumpang travel dan non travel.

Selesai makan, sekitar pukul 4 subuh, Saya kembali ke minibus. Ternyata supirnya sedang memecah-mecah tujuan penumpang (kalau beginikan bisa irit waktu, karena tujuannya sama semua). Kemarin yang tujuan Blitar pindah ke minibus lain, yang tujuan Malang pindah ke minibus yang tujuan Malang (termaksud Saya kena pindah, tapi untung travel yang kali ini bagus. Lebih lebar, warna minibusnya hitam, ac-nya kenceng, pintu mobilnya yang geser otomatis, terus supir travel yang ini pembawaannya juga ramah, yang sebelumnya juga ramah.)

Pukul 5 subuh travel Saya akhirnya menuju Kota Malang. Dari Madiun ke Malang kira-kira empat jam lagi, tapi kan travel ini harus nge-drop penumpang sampai ke alamatnya. Pupus sudah harapan Saya sampai Malang pukul 6 pagi. Yang ada, di pukul 6 pagi Saya baru sampai Kediri, karena ada yang turun di sana. (Travel Saya nyeberangin Sungai Brantas, sungai yang Saya lewati waktu sama Rora waktu explore Kediri. Baca di sini!).

Pukul 7, pukul 8, 9…masih “sabar” aja duduk di dalam travel. Itu di sepanjang perjalanan rasanya “nyesek” banget begitu liat rel kereta. Hick..hick…harusnya kalau gw naik kereta, gw udah sampe Malang!. Tapi, gw salut sama semua supir travel, mereka tau jalan, mereka kuat di jalan, mereka sabar nganter kita sampai tujuan, God Bless Pak.

Jadi, buat yang terburu-buru seperti Saya, Saya nggak mau sampai di anter yang paling terakhir. Kemarin pak supirnya membebaskan kita untuk mengatur sesuai rute, siapa yang diantar duluan. Karena kemarin lewat Malang Kota, jadi Saya adalah orang ke-5 yang turun di Malang. Kemarin itu Saya minta diturunin di Jl.R.Tumenggung Suryo, No.28, Malang, karena Saya sudah pesan penginapan di Pondok Backpacker Dormitory Hostel.

Aaahhh…akhirnya setelah 16 jam duduk di dalam travel (melewati berbagai kota, ngenes setiap liat rel kereta, dengerin musik, bikin IG Story, tapi kasian juga sama pak supirnya karena dia juga bingung daerah Malang karena jarang anter ke Malang) akhirnya pukul 10 pagi Saya mendarat di Pondok Backpacker Dormitory Hostel, Malang.

Pondok Backpacker Dormitory Hostel

Untuk masalah penginapan selama di Malang, Saya cukup beruntung karena menemukan Pondok Backpacker Dormitory Hostel. Jadi waktu Saya memutuskan untuk ke Bukit Kembang, Puncaksari, Saya bingung harus menginap di mana selama di Malang.

Kalau di hotel mahal, apalagi di musim libur Natal Tahun Baru (tau sendiri, budget Saya ini budget backpacker) cari homestay dan penginapan yang ada di sekitar Malang Kota, ragu-ragu pasti penuh juga dan harga pasti naik dari hari biasa.

Sekitar 1 minggu sebelum keberangkatan, Saya coba iseng searching penginapan murah di Malang, sampai akhirnya Saya menemukan Pondok Backpacker Hostel. Pas saya buka di Google Maps, dan melihat fotonya dan melihat nomer telepon yang tertera di papan reklamenya, tanpa pikir panjang Saya langsung hubungi nomer tersebut dan bertanya kamar untuk tanggal 27-29 Desember.

Saya kembali beruntung karena masih ada satu kasur yang kosong (waktu itu Saya di tawari kamar khusus wanita, plus ac dengan harga permalam 130 ribu), tapi karena waktu Saya di Hostel itu cuma sebentar, karena sisanya banyak di luar, Saya minta yang lebih murah. Akhirnya Saya dapet yang 100 ribu permalam di kamar campuran (pendingin menggunakan kipas angin, tapi menurut Saya ruangan sudah cukup sejuk).

Beruntung banget Saya menemukan penginapan ini, karena apa? Pelayanannya ramah, tempatnya bersih, fasilitasnya lengkap, dan yang paling penting strategis banget. Kalau naik ojek online nggak sampe 10 menit sampai di Stasiun Malang, di sepanjang jalannya banyak toko oleh-oleh khas Malang (tinggal jalan kaki), terus deket sama kuliner hits di Malang seperti Bakso Presiden & Bakso Bakar.

DSC_8187[1]
Pondok Backpacker dengan ciri khas temboknya yang di cat warna hijau, warna yang agak mencolok di antara bangunan sekitarnya. Meskipun, letak bangunannya agak mojok, tapi neon box-nya terpampang di pinggir Jalan strategis, Tumenggung Suryo, Malang.
IMG20171229100149
Resepsionis yang ramah
IMG20171229071633
Begitu kalian masuk ke pintu (yang di depan resepsionis tadi), kalian akan masuk ke lorong menuju ke kamar. Sebelumnya, kalian harus pakai sandal yang sudah disediakan pihak hostel, agar ruangannya tetap bersih. Untuk sepatu/sandal kalian, lebih baik di simpan dan di pakai begitu pergi keluar.
IMG20171229071642
Penampakan dua pintu kamar. Jangan tertipu, karena di balik pintu itu ada banyak kasur tingkat yang nyaman di dalamnya.
IMG20171229095253
kasur yang bawah itu adalah kasur Saya sewaktu Saya menginap. Di setiap kasurnya ada satu bantal kepala, kelambu, lampu dan 1 colokan. Kamar ini terdiri dari 6 kasur tingkat, loker, kipas angin, tempat sampah.
IMG20171229071809
Lokernya ternyata cukup besar, muat untuk menyimpan tas keril ukuran 45L. Waktu Saya pergi ke Bukit Kembang, Saya cuma bawa barang seperlunya, sisanya Saya tinggal di loker. Praktis! 
IMG20171229071725
Ini toiletnya. Toiletnya bersih, di dalam pintu itu ada 4/5 toilet Saya lupa, terus yang di luar ada 2 lagi. Di dalam situ juga ada wastafel lengkap dengan tisu dan sabun cuci tangan. Toiletnya pakai shower, ada air hangat, lalu wc-nya duduk. Di luar ada gantungan untuk menjemur handuk. Toiletnya bersih, dan kelengkapannya selalu dijaga (seperti tisu gulung, sabun).
IMG20171229071709
Free wifi juga.

Akhirnya Saya sampai juga di penginapan setelah 16 jam perjalanan dari Magelang menuju Malang. Setelah menyegarkan diri, tubuh kembali segar dan siap melanjutkan petualangan menuju ke Bukit Kembang, yang ada di Probolinggo. Perjalanan menuju ke sana juga nggak kalah seru, dan menantangnya, tapi semuanya terbayar karena tempatnya keren banget. Tetap tungguin terus ya…

IMG_20171228_054514_HDR[1]

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s