ITINERARY 5 HARI ROADTRIP JAKARTA – JOGJA (MAIN KE MANA AJA?)

Semangatnya pekerja kantoran itu begitu liat ada tanggal merah langsung gatel mau jalan dan GARCEP “Gerak Cepet” buat ngajuin cuti.

Libur Idul Adha (awal September  2017) kemarin, Saya manfaatkan untuk liburan bareng temen kuliah roadtrip ke Jogja. FYI, temenan dari masuk kuliah (2008) tapi baru kemarin kesampaian jalan bareng sama Genk AMOEBA “Anak-anak Bermuka Bahagia” 😛

IMG20170902125416[1]
Geng Anak-anak Bermuka Bahagia “amoeba” (ki-ka : Dinda, Rora, Tata, & Tutur )

Kenapa kami memilih roadtrip? Setelah banyak pertimbangan intinya sih karena kami rasa ke Jogja dengan cara roadtrip lebih fleksibel, santai dan terjangkau.

Berapa lama sih waktu tempuh dari Jakarta ke Jogja? Waktu tempuhnya itu sekitar 12-13 jam perjalanan kalau melintasi jalur Utara Pulau Jawa (Pantura).

Rutenya lewat mana?  

-Rute cepat (Utara) : Via Tol Cipali dan keluar di pintu Tol Brebes Timur. Setelah itu susur kota yang ada di pantai Utara Jawa hingga Pekalongan, Weleri, Temanggung, Magelang hingga Jogjakarta.

-Rute lambat  (Selatan) : Via Nagrek,  Tasikmalaya, Banjar, Purwokerto, bisa lewat Kebumen lalu menyusuri Jalan Raya Deandels, hingga Wates dan bermuara di Jogjakarta.

Plus minus Jalur Utara dan Selatan

Lewat Utara lebih cepat karena lewat Tol Cipali, tapi pemandangannya ngebosenin, tolnya panjang dan pemandangannya itu itu saja (persawahan)

Tapi begitu keluar Pintu Tol Brebes, kita bisa melihat sekilas kondisi kota-kota yang kita lintasi. Memasuki Alas Roban, Weleri, Temanggung, mata kita akan dibuat seger karena sudah mulai memasuki kawasan hutan perbukitan dengan jalannya yang naik turun nan berliku.

Kalau lewat lintas Selatan, jalurnya lebih seru dan nggak ngebosenin, karena melintasi berbagai kota dengan karakteristik jalannya. Nagrek terkenal dengan tanjakan dan tikungan tajamnya tapi pemandangan perbukitan nya bagus. Tasikmalaya juga hijau dengan persawahan dikombinasikan pemandangan gunung-gunungnya. Memasuki Jalan Raya Deandels itu, sejauh puluhan kilometer jalannya cuma lurus aja sampai Wates dan bermuara di Jogjakarta.

Roadtrip Selama Lima Hari Bisa Main ke Mana Saja?

Day 1

Berangkat dari Jakarta, kalian bisa mampir dulu ke Dataran Tinggi Dieng, lewat Jalan Alternatif Batang yang indah dan penuh tantangan (baca di sini).

Kalau perjalanan yang Saya susun kemarin, Saya mampir ke Dieng karena mau mendaki Gunung Seroja (tempat wisata baru yang sedang dikembangkan di Dieng).

Untuk mendaki gunung yang memiliki ketinggian sekitar 2000 mdpl ini, pos pendakiannya di dekat Telaga Menjer. Untuk sampai ke puncaknya membutuhkan waktu sekitar 2 jam jalan santai.

Panorama yang bisa kalian nikmati dari puncak Gunung Seroja adalah keindahan sunrise atau sunset yang menjingga, lalu pemandangan gugusan puncak pegunungan yang gagah, dan keindahan Telaga Menjer yang terlihat dari ketinggian.

*FYI Saya gagal mendaki Gunung Seroja karena waktu Saya sampai di Desa Patakbanteng baru tau kalau di salah satu titik Jalan Utama Dieng-Wonosobo terjadi longsor, kendaraan yang bisa lewat cuma motor.

Saya tau informasi tentang Gunung Seroja ini dari Guide yang sudah Saya tanyain panjang lebar tapi Saya batal ke sana karena alasan tadi, (punten ya Mas Ihsan_Seroja )

IMG20170831161646[1]
Bahagia di sore hari 🙂
IMG20170831172758[1]
Kondisi menuju ke Batu Ratapan Angin. Track di kanan-kirinya dipenuh tebing-tebing batu. Lalu disetiap lahan kosong, sangat dimanfaatkan untuk menanam sayur atau Carica. Kerennya, penataannya sangat rapih dan jalurnya bersih.

Day 2

Di hari kedua, kalau mau iramanya agak santai dan ingin menikmati suasana desa, melihat keseharian dan keramahan masyarakat lokal, cobain deh keliling Desa Tinggal Wanurejo, Borobudur, Magelang menggunakan sepeda.

IMG20170901121302[1]
Keliling desa melintasi Sawah Jowahan di Desa Tingal.
IMG20170901123939[1]
Sewa sepeda ontel cuma 20 ribu per 12 jam. Sepedanya di parkir dulu, karena yang nge-gowes lagi istirahat.

Lelah berkeliling jangan lupa istirahat di Balkondes Wanurejo, karena lokasinya terletak di tengah-tengah Sawah Jowahan dengan pemandangan Bukit Menoreh dan Candi Borobudur.

IMG20170901130645[1]
Lelah sepedaan, bisa mampir di Balkondes Wanurejo untuk sekedar cari cemilan, minum atau makan berat. Tempatnya bikin betah karena terletak di area lapang, di tengah persawahan dengan background Bukit Menoreh, semilir anginnya SEJUKKKK banget! Kalau mau ke sini, tanya aja letak Makam Cikalan, atau Makam Mbah Kyai Wanu, karena letaknya tepat di belakangnya.
DSC_8654
Suasana sore yang romantis di Balkondes Wanurejo. Oh ia, ternyata selain bisa reunian, resepsi pernikahan, pagelaran tari-tarian, info terupdate di tempat ini kita bisa camping juga loh (tenda dan makan sudah disediakan). Kalau langit cerah, kalian bisa leluasa melihat bintang di sini, karena terletak di area lapang, dan kita bisa melihat Candi Borobudur di malam hari. 

Di sisa hari ini, kalian bisa pindah ke Kota Jogja dan menghabiskan sunset dari atas Mercusuar Pantai Pandansari, Bantul.

DSC_8133
Matahari sore dari Pantai Goa Cemara, satu garis pantai dengan Pantai Pandansari

IMG20170901175725[1]
Di sana itu adalah Mercusuar Pantai Pandansari. Mercusuar ini memiliki ketinggian sekitar 8 lantai, dan kalau mau naik sampai ke puncaknya, tangga terakhirnya itu bukan melingkar, tapi tegak lurus. Mau naik? Bayar 5 ribu dulu per orang. Dan sudah pasti, anginnya itu kenceng banget   
IMG20170901232042[1]
Mobil hias yang ada di Alun-alun Keraton. Rame dan banyak yang naik juga ternyata. Yang nggak kalah ramenya itu tukang jualan creeps. Kita sampe rela nunggu lumayan lama karena ngantri. Creepsnya mirip kayak yang ada di mal-mal, cuma ukurannya ada yang kecil dan besar (harga creeps kecil 1000 atau 2000 Saya lupa, dan yang diameternya besar 5000 rupiah ).  

Day 3

Khusus di hari ini, waktunya kalian susur pantai yang ada di Selatan Kota Jogja. Prioritasin main ke pantai yang jaraknya lebih jauh dari Kota Jogja terlebih dahulu, baru terakhir menghabiskan senja di pantai yang dekat dari Jogja. Lebih seru sih kalau kalian bisa sunrise dan diakhiri dengan sunset-an dari Puncak Paralayang Pantai Parangtritis.

IMG20170902123809[1]
Mencari laguna yang ada di Wedi Ombo, tapi nggak ketemu. Padahal kita sudah sampe  nyeberangin batu karang, naik ke atas batu karang, tapi lagunanya nggak ketemu juga.
IMG20170902130520[1]
Alhasil setelah menyeberang tadi, dengan bangga kita cuma bisa pose di siang bolong, di atas batu karang yang letaknya agak menjorok ke laut
IMG20170902122257[1]
Garis Pantai Wedi Ombo agak jauh karena di pesisir pantainya, dipenuhi oleh batu karang yang sudah mati. 
IMG20170902145710[1]
Kalau kalian dari Pantai Wedi Ombo, terus melihat dari kejauhan 2 tebing batu ini, ini adalah Pantau Watulumbung. Setelah keluar dari parkiran Pantai Wedi Ombo, ada jalan kecil (belok kiri melintasi Perkebunan Jati) yang muat untuk 1 mobil. Kondisi jalannya sudah beton semen, tapi pas belok ke pantai ini masih berbatu yang menyulitkan mobil atau motor lewat. 
IMG20170902143029[1]
Salah satu pemandangan lain dari tebing Pantai Watulumbung. Diujung sana itu adalah ujung tebing dari jalan ini. Kalau kalian mau ke dasar batu karang yang ada di sisi kiri itu, Saya juga nggak tau lewat mana. Sebelum kalian sampai di jalan ini, kalian akan menemui jalan bercabang menurun (belok ke kanan), dan mungkin itu adalah rutenya yang mau ke dasar batu karang. 
IMG20170902143158[1]
Pohon keringnya, fotogenik banget
IMG20170902150427[1]
Fasilitas di pantai ini belum memadai, sepertinya sedang di persiapkan. Waktu Saya kesana, belum ada tiket masuk area, juru parkir juga nggak ada, toilet ada cuma airnya nggak keluar, kondisi jalannya off road banget. 
1504721425044[2]
Kalau ini titian Samudera yang ada di Pantai Siung
IMG20170902164333[1]
Menyeberangi jembatan itu harus membayar 30 ribu, dan batas pengunjung cuma sampai jam setengah enam sore. Melihat sunset dari tebing ini bagus banget loh. Selain Titian Samudera, ada Garden Beach, dimana kita bisa berjalan melintasi sisi-sisi tebing batu karang yang langsung menghadap ke laut, kalau kita mau meniti sisi-sisi tebing di Garden Beach bayar lagi sebesar 25 ribu
IMG20170902165349[1]
hampir sunset
IMG20170902172503[1]
Mataharinya mulai tenggelam
IMG20170902164249[1]
Pantai Siung memang di kelilingi tebing batu karang yang megah

Day 4

Setelah kemarin seharian menghitamkan diri di pantai, hari ini saatnya kalem-kaleman main di bukit menanti sunrise atau sunset, dilanjutkan keliling Kota Jogja mengunjungi bangunan-bangunan klasik, kulineran & wisata malam sebelum besok balik ke Jakarta.

IMG20170903085547[1]
Kolam pemandian sang selir raja
IMG20170903093908[1]
Bangunan klasik
IMG20170903104152[1]
Kami ke Taman Sari dipandu oleh guide yang penuh semangat untuk menyuruh kami pose 🙂
IMG20170903105736[1]
other pose in other place
IMG20170903091401[1]
Gerbang utama dari Taman Sari. Yang masih Saya ingat dari cerita Guide kemarin, ketika sang Raja datang dan memasuki gerbang utama, para selir sudah berbaris melingkar, kemudian sang raja akan berdiri di tengah-tengah lingkarang para selir tersebut, kemudian baru masuk ke area kolam pemandian 
IMG20170903132244[1]
Nah, untuk wisata kulinernya bisa cobain beraneka macam jenis olahan Jamur di Jejamuran, yang terletak di Jalan Pendowoharjo, Sleman.  
IMG20170903130034[1]
Tempat makan ini rame banget. Tapi jangan khawatir kehabisan meja karena tempatnya luas dan kalian nggak perlu repot cari meja sendiri, karena sudah ada petugas yang mencarikan. Pelayanannya cepat dan rasa bumbu dari setiap olahan jamurnya juga enak dan harga bersahabat.
IMG20170903122804[1]
Salah satu bentuk hasil olahan jamur yang ada di Jejamuran (Karedok Jamur, Jamur Penyet & Sate Jamur)
IMG20170903170527[1]
Sunset-an di Embung Nglanggeran
IMG20170903173026[1]
Di belakang itu adalah Gunung Api Purba Nglanggeran. Banyak juga yang mendaki gunung itu hingga puncak.
IMG20170903173336[1]
Pemandangan di embung ini juga nggak kalah indahnya.
IMG20170903165726[1]
Area parkir yang luas

*FYI keinginan kita untuk sunrise-an dari Bukit Panguk Kediwung, Dlingo atau Puncak Pinus Becici musnah semua karena dari lima hari kita liburan, nggak ada 1 haripun kita bisa bangun pagi (bangunnya kesiangan terus).

IMG20170903190603[1]
Pemandangan city light ketika jalan pulang dari Embung Nglanggeran menuju Tempo Gelato di Jogja (tapi ini bukan Bukit Bintang, ya) karena posisinya berbeda. Tentunya di pinggiran jalan ini banyak warung mie rebus. Dari sini kita bisa melihat pesawat yang datang dan pergi.
IMG20170903204901[1]
Malam terakhir di Jogja, cobain dateng ke Tempo Gelato untuk menikmati Gelato yang memiliki banyak rasa ini. Kalau pakai cone harganya 25 ribu dapat 2 rasa.
IMG20170903235007[1]
Perut nggak ada kenyang-kenyangnya, mampir lagi ke Malioboro untuk makan mie ayam, yang rasanya itu khas banget (topingnya pake kulit ayam, dan minyak mienya itu ada rasa-rasa gurih dari hasil gorengan kulit ayamnya. Enak deh rasanya). Bukanya di jam 12 malam. Bisa di lihat kan, belum ada meja, pokoknya lapak belum rapih tapi pembeli udah pada ngantri.

Day 5  

Hari terakhir di Jogja, masih ada waktu sebelum kalian balik ke Jakarta untuk membeli oleh-oleh batik di Pasar Bringharjo, atau hunting barang lainnya di Malioboro, bawain orang tua Gudeg, Bakpia untuk temen kantor atau beli kerajinan kulit di Sentra Industri Kerajinan Kulit di Manding, buat diri sendiri.

IMG20170904134750[1]
Gantungan kunci Wayang yang Saya temuin di Malioboro
IMG20170904104135[1]
Buat yang suka mie ayam (Saya banget), mie ini juga enak. Bumbu mienya kental, toping ayamnya empuk banget, cekernya juga empuk. Bisa pesen setengah porsi kalau 1 nggak habis
IMG20170904110247[1]
Lihat betapa ramainya Mie Ayam Ibu Tumini ini? Lokasinya percis di sebelah Terminal Giwangan

Penginapan :

Hari 1-2, kita menginap di Homestay yang ada di Desa Tingal, Wanurejo, Borobudur.

Sisa harinya kita habiskan menginap di Rumah Nugraha, posisinya di depan RS Jogja, Sorosutan, Umbulharjo.

Kalian tertarik untuk roadtrip ke Jogja? Kalau nggak mau yang terlalu jauh, dan untuk permulaan, kalian bisa coba roadtrip Keliling Jawa Barat aja dulu. Oh ia, jangan lupa di share pengalaman roadtrip kalian, ya 🙂

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s