Cerita.Cinta.Nathan & Alya #1

#1 Pertemuan

Entah sudah berapa juta bintang Aku pandangi

Berapa ribu malam berubah menjadi pagi

Sudah 12 tahun berlalu

Tetapi mengapa semesta belum merestui Kita untuk bertemu

Aku begitu percaya, kalau jodoh, pasti waktunya akan tiba

Tapi,..Apakah benar selama ini?

Atau mungkin Kita tidak akan pernah bertemu lagi?

Sampai Kita sama-sama memiliki kehidupan sendiri?

Tapi, Apakah salah kalau Aku masih berharap?

Tapi bagaimana caranya? Sedangkan Kita saja tidak pernah bertemu lagi.

Apakah ini pertanda semesta tidak merestui Kita?

Atau memang Aku yang tidak terima kalau Kita tidak bersama?

*

Lukisan dinding di kamar ini penuh dengan kenangan.

Dulu Nathan pernah mengejek Aku. Katanya Aku nggak mungkin bisa jadi astronot karena nilai IPA ku selalu jelek.

Aku akui, nilai semua mata pelajaran Nathan selalu jauh lebih bagus di atas Aku.

Tapi Aku kesal karena Nathan mengejekku, dia selalu mengejekku.

Tapi Aku percaya Nathan tidak pernah seserius itu mengejekku.

Karena semua lukisan di dinding ini Nathan yang menggambar. Nath sangat baik dan penuh kejutan.

Katanya, kalau Kamu nggak bisa jadi astronot, Kamu akan tetap bisa melihat luar angkasa dari sini.

Pandanglah selalu langit malam, ajak bulan dan bintang berbincang, ajak semesta bernyanyi, ceritakan semua keluh kesahmu, dan percaya, dimanapun Kita berada, Kita akan tetap saling mengetahui, jika semesta merestui.

Sudah 12 tahun berlalu, dan besok adalah hari dimana Aku akan menjadi milik seseorang selamanya.

Tidak bisakah kamu datang, meyakinkan Aku untuk tetap di sini atau merelakanku pergi?

Nathan? Kamu di mana? Aku kangen. Tolong aku…

Wisnu masuk tanpa sepengetahuanku. Aku malu, karena air mataku terlihat menetes olehnya

Aku tidak ingin membuatnya banyak bertanya akan perasaanku saat ini

Aku tidak ingin mengecewakannya.

Aku yakin. Aku siap. Karena ia adalah jodohku.

*

Pemberkatan pernikahan Kami akan berlangsung besok.

Wisnu, adalah pria yang akhirnya menyatakan cintanya kepadaku. Kami sudah berpacaran selama 1,5 tahun.

Sampai akhirnya Wisnu benar-benar sungguh mau menjadikan Aku sebagai istrinya.

Aku menerimanya. Karena untuk apa Aku menunggu sesuatu yang tidak pasti.

Aku di sini menunggu, Aku sudah berusaha untuk mencari Nathan, tapi Nathan tidak pernah ada kabarnya.

Daripada Aku melakukan hal bodoh, lebih baik Aku menerima kenyataan untuk orang yang ingin membahagiakan aku.

*

Ini adalah hari yang paling di tunggu-tunggu

Jangtungku berdetak sangat cepat. Perasaanku sangat cemas tidak karuan.

Entah karena luapan bahagia yang tidak terbendung, atau perasaan lain yang mengganggu lubuk hatiku yang terdalam.

Aku tidak ingin berfikir macam-macam.

Di hadapanku sekarang sudah berdiri tegak pria yang akan menafkahiku, menyediakan seluruh jiwa dan raganya untuk menjagaku, dan Aku akan memberikan keturunan kelak untuknya.

Jemari Wisnu mengisi rongga jemari tanganku.

Kami bersama sama, perlahan melangkah memasuki altar pernikahan.

Wajah ku terlihat tegang. Tidak menyangka akhirnya akan menikah.

Dan sebentar lagi Kami akan saling mengucapkan janji pernikahan, untuk saling menjaga sehidup semati, dalam untung maupun malang.

Oh Tuhan, kalau pria yang ada di hadapanku ini adalah jodohku, maka lancarkanlah.

Upacara pernikahan Kami semakin kusyuk…

“Saudara saudari sekalian. Adakah di antara saudara yang tidak merestui pernikahan kedua mempelai ini?”

“SAYA!” teriak seseorang dari kejauhan.

Tiba-tiba saja tanganku di tarik paksa oleh pria yang belum sempat Aku lihat dengan jelas wajahnya.

Pria ini menarik tanganku sangat erat dan berlari sangat kencang.

Aku tidak bisa melawannya. Ia terus menarik ku, dan dipaksanya Aku naik ke motor.

Aku tidak berani melihat kebelakang. Entah bagaimana perasaan Wisnu dan keluargaku ada kejadian yang menimpa hari bahagia kami…

Aku terus meronta minta diturunkan, tapi pria ini tetap menjalankan motornya dan memegang tanganku dengan satu tangannya mencegah ku untuk berontak.

Pria ini membawaku ke sebuah taman yang sepi.

Ketika motor ini melambat, Aku langsung loncat dan mencoba untuk lari.

Tapi belum sempat Aku berlari, pria ini langsung menarik tangannku dengan kencang hingga Aku terjatuh di pelukannya…

Aku melihat wajahnya…

Nathan?

Bagaimana bisa Kita dipertemukan dalam situasi yang seperti ini.

Kenapa harus sekarang kita di pertemukan? Sungguh gila dan konyol!!

Aku langsung meronta, melepaskan paksa tubuhku dari dekapannya.

Tanganku langsung menampar pipinya.

“Maaf!! Aku nggak kenal sama kamu!”

Aku meninggalkannya…

Nathan menarik tanganku…

“Aku nggak kenal sama kamu!”

Aku pergi menjauhi Nathan.

“Alya, maaf…”

“Kamu gila!!” bentak ku

“Ia. Aku Gila!”

“Kenapa kamu muncul kayak gini?!

Aku menghela nafas, dan berusaha jalan dengan cepat.

“Sekarang Aku lagi belajar untuk menerima seseorang yang mau ngebahagiain Aku. Tapi kamu malah muncul kayak gini! Kamu nggak mikirin perasaan Aku. Kamu itu udah hancurin pernikahan Aku! Kamu tuh suka banget buat Aku marah!”

Aku nggak tahan…Aku kesal, Aku bingung dengan kondisi sekarang ini. Aku balik badan, lalu menghampiri Nathan.

“Kamu tau dari mana hari ini Aku menikah? Oh bukan, salah! Selama ini Kamu kemana? Kenapa Kamu tiba-tiba muncul di hari pernikahan Aku, Kenapa?!

“Maaf, tapi Aku baru tau kalau kamu serius mau menikah”

“Hellow…Menurut kamu, Aku nggak bakalan menikah apa? Ada orang yang mau ngebahagiain Aku masa Aku tolak?”

Aku kesal setengah mati. Aku meninggalkan Nathan

Aku tidak perduli dengan langkah ku yang diikuti dengan motornya,

“Aku minta Maaf. Kalau kamu yakin, Aku antar kamu balik?!”

Aku benci Nathan. Dari dulu dia suka bertingkah semena-mena.

“Kamu pikir Aku bisa balik gitu aja?! Muka Aku mau di taro di mana?! Adanya mereka pada nanya! Siapa cowok itu, siapa yang ngajak Aku kabur? Pacar? Suami ? Kamu siapa aku?! Kamu mau tanggung jawab?!”

“Aku berani tanggung jawab!”

Langkah ku terhenti,

“Dasar gila!” Aku marah besar dan pergi dari hadapannya.

Nathan mengikuti kemana Aku pergi.

Aku tidak perduli dengannya.

Nathan tetap terus mengikutiku…

Seharusnya sekarang Aku berada di altar, tapi kini semua mata menatapku aneh.

Nathan kemudian menghadang jalanku.

“Ayo, Naik…”

Aku mengacuhkan ucapannya.

Aku berbalik arah kemudain pergi lagi.

Nathan terus mengejar ku.

Nathan berhasil meraih tanganku,

“Kamu mau apa sih?” emosiku

“Naik!” nadanya sedikit meninggi

Aku diam. Kenapa jadi Aku yang di marahi. Disini kan yang salah Nathan, bukan Aku.

Nathan turun dari motornya. Jemarinya menggenggam erat tanganku. Ia mendekatkan wajahnya lalu mencium bibirku.

Seketika ciuman ini membawaku kembali ke masa lalu.

Ingat masa kecil Kita yang selalu bersama.

TK sampai SMP satu sekolah. Berangkat sekolah bareng, ekskulnya sama, sampai di rumah juga masih suka main bareng.

Masih ingat ketika Nathan melukis dinding kamarku.

Waktu itu Aku sedih karena nilai Matematika dan IPA ku selalu jelek.

Kata Nathan, kalau mau jadi astronot nilai matematika dan IPA nya harus seratus semua.

Nathan menghiburku, menjadikan kamarku seperti luar angkasa.

Tapi tiba-tiba Nathan pergi menghilang begitu saja, Aku benci dia tidak memberitahuku selama 12 tahun.

Aku kehilangan Nathan.

Kemana Nathan selama ini? Nggak ada kabar, hanya meninggalkan kenangan manis yang dulu tersisa.

Aku selalu mengikuti saran dari Kamu,

Aku memandang ke langit, Aku memohon semoga Aku bisa bersatu dan menikahi cinta pertamaku.

Nath, Kamu adalah cinta pertama Aku…

Tapi sekarang Nathan ada di hadapanku, sedang mencium bibirku lembut

Entah apa yang ada di pikirannya. Perasaanku berkecamuk…

Aku mendorong kencang tubuh Nathan.

Ia tampak kaget karena Aku memperlakukannya seperti itu.

“Aku nggak mau kamu kayak setan yang bisa hilang dan muncul tiba-tiba! Kenapa kamu ninggalin Aku gitu aja?!”

Wajah Nathan sedikit berubah. Nadanya agak sedikit berat,

“Aku nggak bisa cerita sekarang. Ketika waktuya tiba Kamu pasti tau, kalau selama ini doa yang Kamu ucapin didengar oleh semesta”

Nathan menyuruhku naik ke motornya.

Kali ini Aku mengikuti perintahnya…

“Kamu mau bawa Aku pulang? Kamu nggak serius bawa Aku pulang, kan? Kamu masih ingat mama ku kan, kalau dia marah kamu tau sendiri kayak apa?”

Nathan malah tertawa Aku bilang seperti itu,

Aku serius, Aku nggak berani pulang setelah terjadi kekacauan tadi.

Aaa…Aku harus bilang apa begitu ketemu Wisnu dan mama…Aku belum juga menemukan alasan yang tepat.

“Sebelumnya Aku minta maaf datang di saat yang nggak tepat. Tapi begitu banyak hal yang mau Aku ceritain dan tunjukin ke kamu.”

Pikiranku langsung tertuju ke pernyataan Nathan,

“Apa?” Aku kepo

“Kamu mau ikut sama Aku?”

Aku menganggukkan kepala, setuju…

*

Motor yang dibawa Nathan sampai di sebuah rumah.

Nathan memaksa ku ikut ke dalam. Di dalam, Nathan menyuruhku menghapus semua riasan dan mengganti seluruh pakianku.

Kejadian hari ini sungguh konyol. Aku bingung, juga benci, tapi…

Tapi Aku dipertemukan kembali oleh cinta pertamaku. Seseorang yang selalu Aku tunggu-tunggu, yang selalu Aku sebut disetiap malamku…

Aku terlalu takut memikirkan Wisnu dan keluargaku…

Aku terlalu takut untuk memikirkan bagaimana nasib mereka kini.

Apakah mereka menganggapku hilang di telan bumi?

Aku tidak membawa handphone. Mereka juga sepertinya tidak akan menyangka kalau Nathan yang membuat semua kekacauan ini.

Terlalu takutnya Aku sehingga terlihat bodoh dan pasrah atas semua yang akan terjadi padaku hari ini dan seterusnya…

*

Nathan memasukkan beberapa baju ke dalam tas ransel ukuran sedang.

Ia melemparku jaket denim yang sepertinya akan terlihat kebesaran di tubuhku.

Nath terlihat sangat sibuk mondar mandir memasukkan beberapa barang ke bagasi mobil.

Entah mau kemana Kita sekarang, tapi kalau boleh jujur, Aku senang bisa bertemu dengan Nathan

Dan Aku sangat-sangat penasaran dengan apa yang akan Nath tunjukkan kepadaku…

Pasti akan ada banyak cerita antara Aku dan Nathan…

-bersambung-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s