NYAMAN DAN SERU, 4 HARI KELILING JAWA BARAT BERSAMA PORTRAIT of INDONESIA

Gimana ya rasanya kalau kamu berkesempatan mengelilingi Provinsi Jawa Barat menggunakan mobil double cabin, kamu tinggal duduk anteng di kursi penumpang, dimana tiket masuk, biaya penginapan, makan,  SEMUANYA DITANGGUNG  oleh Tim Portrait of Indonesia (POI) ?

Beruntungnya Saya dan Oriza Giustika karena terpilih dalam kompetisi DREAM.PLAN.EXPLORE JAWA BARAT dalam menyusun rencana perjalanan road trip selama 4 hari. Road Trip adalah cara yang Portrait of Indonesia tawarkan pada kami untuk menjelajah dan menikmati setiap destinasi yang sebelumnya telah kami sepakati bersama.

IMG-20170126-WA0019[1].jpg
Ki-Ka : Pak Agus (@agoeswicaksono) – Oriza Giustika (@siburungkecil) – Fransiska Tutur (@tutursiska)

Menggunakan Mobil Ford Ranger Double Cabin membuat perjalanan Saya tidak terasa melelahkan karena Pak Agus dan Mas Wahyu (Tim POI) lihai banget menghadapi berbagai medan perjalanan. Selain itu kita cepat akrab karena banyak ngobrol dan memang aslinya mereka asik dan baik banget. Point penting yang paling membuat Saya nggak BT berlama-lama di jalan adalah karena mobil ini punya banyak perleng yang bisa bikin hp, kamera, dan laptop ON TERUS. Mantab-kan AKI mobil ini?!

DSC_7978.JPG
Mobil Ford Ranger Double Cabin milik Portrait of Indonesia. Kalau Saya, betah betah aja lama di jalan soalnya mobil ini nyaman, full musik, dan full charger 🙂

Di hari pertama DREAM.PLAN.EXPLORE JAWA BARAT, kami menuju ke sebuah desa di Kabupaten Purwakarta yang terkenal berkat sebuah gunung batunya. Kegiatan outdoor di desa ini semakin terkenal karena menawarkan paket panjat tebing dengan aman, mudah dan santai, dengan jargonnya now everyone can climb.

DSC_7912_1.JPG
Gunung Parang dilihat dari kejauhan

Ya, Gunung Parang. Gunung ini terletak di Kampung Cihuni, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Untuk mendaki gunung yang memiliki ketinggian bervariasi ini telah tersedia 4 operator yang akan memandu kalian, salah satunya adalah Badega Gunung Parang (@gunungparang_badega).

DSC_7944_2.JPG
Background Waduk Jatiluhur. Di sinilah titik awal pendakian Badega Gunung Parang. Di tempat ini ada area lapang yang suka digunakan pemuda untuk berkemah
IMG20170123113820
Lumayan tegang, tapi banyak serunya!!!
IMG20170123114944
Banyak yang mendaki gunung ini di pagi hari dan sore untuk mengejar sunrise dan sunset. Kalau kami naiknya di siang bolong
IMG20170123120539
Tetap fokus mindahin 2 carabiner, dan berhati-hatilah dalam berpijak

Yang serunya dari rangkaian perjalanan ini, serapih apapun susunan perjalanan kalian, tetapi kalau kondisi di lapangan tidak sesuai dengan yang diharapkan, kalian harus selalu siap dan terbuka dengan plan lainnya. Nyatanya, di hari pertama itu Saya nggak berhasil mendaki gunung ini karena hujan turun sampai sore.  Akhirnya dengan berbagai pertimbangan, kami memutuskan untuk balik lagi dikeesokan paginya.

DSC_7946.JPG
Hari pertama cuaca nggak mendukung karena kabut mulai menutupi gunung ini
DSC_7951_1
Gunung batu yang sangat gagah

Destinasi selanjutnya dalam DREAM.PLAN.EXPLORE JAWA BARAT adalah melihat bukti sejarah yang ada di komplek Stone Garden. Stone Garden terletak di kawasan Karst Citatah, Kampung Giri Mulya, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, dengan ketinggian puncaknya 906 mdpl dengan luas area 2 HA.

DSC_7974
Kawasan Karst Citatah termaksud kawasan warisan tertua di Pulau Jawa

Karts atau Batu Gamping terbentuk di dasar lautan akibat endapan dari berbagai cangkang binatang laut dalam kurun waktu jutaan lalu. Akibat adanya pergerakan lempeng bumi, batuan yang ada di dasar laut  kini terangkat ke permukaan membentuk daratan atau pegunungan Batu Gamping. Keren nggak sih kalau kalian bisa melihat secara langsung bukti nyata dari sebuah kekuatan alam yang terbentuk 20-30 tahun yang lalu ini?

DSC_7964
Salah satu puncak karst tertinggi yang ada di kawasan ini
DSC_7963
Taman batu bersejarah

Dari Kota Bandung, kami melanjutkan DREAM.PLAN.EXPLORE JAWA BARAT menyusuri jalan yang sering banget di posting di Instagram, Jalan Rancabali hingga Ranca Upas, menyusuri berlikunya Jalan Raya Naringgul, Ciwidey – Cidaun. Kalau lewat jalan ini di siang hari Saya jamin kalian nggak bakalan bosen, karena sebentar-sebentar pasti berenti buat foto-foto karena pemandangan perkebunan tehnya (tapi sayang beribu sayang waktu itu Saya lewat jalan ini di tengah malam), jadi yang terasa hanya liukan liukan jalannya saja. Dari Bandung, perjalanan tadi membawa kami hingga ke Pesisir Pantai Selatan.

Habis main main di gunung, saatnya kami bermain di air. Pantai pertama kami adalah Pantai Jayanti. Meskipun kami sampai di pantai ini tengah malam, tapi kesibukan tetap terlihat karena ini adalah waktunya nelayan pergi melaut. Tapi karena masih masuk Musim Angin Barat, banyak nelayan yang tidak melaut karena angin dan ombak lautnya sedang besar.  Di tengah malam, ada pemandangan luar biasa ketika Saya memandang ke langit, banyak bintang bertaburan, tapi pemandangan ini hanya bertahan beberapa jam saja.

Karena di Pantai Jayanti tidak ada tempat untuk kami beristirahat, akhirnya Tim POI melaju kendaraannya lagi menuju Pantai Rancabuaya, dan kami memutuskan bermalam di pantai ini. Menanti sunrise di musim penghujan memang untung-untungan, dan nyatanya kami kurang  beruntung karena langit di pagi itu sudah dipenuhi awan mendung.

DSC_7958_1
Suasana pagi Pantai Rancabuaya, Garut
DSC_7971_1
Karang yang mati menghiasi pesisir pantai ini, banyak cacing, ikan kecil, kepiting dan binatang lain yang bersarang di karang ini

Ini pertama kalinya Saya road trip di Jalur Lintas Selatan Garut, ternyata pemandangannya bagus banget. Jalannya mulus, sedikit bergelombang, pemandangan nyegerin mata, di sisi kanan kalian adalah padang rumput yang berbatasan langsung dengan laut lepas, di sisi kiri adalah hamparan padang berbukit.

DSC_7983
Lintas Selatan Garut
DSC_8005
Hijaunya persawahan serta birunya laut

Pantai lainnya yang ada di Pesisir Selatan Garut adalah Pantai Santolo, di Kecamatan Pameungpeuk. Kalau Saya perhatiin, kontur pantai di Selatan Garut itu landai dan garis pantainya jauh-jauh karena di pesisirnya penuhi oleh batu karang.

DSC_8011
Pantai Santolo, Garut. Tumpukan batu ini untuk memecah ombak, kalau angin dan ombak lagi besar air laut bisa memenuhi sungai yang di sisi kiri (yang sebenarnya airnya juga dari air laut)
DSC_8017
Memasuki area Pantai Santolo harus menyeberangi sungai, dan di sana banyak kapal nelayan yang disewakan. ketika mereka tidak melaut karena cuaca sedang tidak bagus, mereka mengandalkan pemasukan dari setiap wisatawan
DSC_8025
Pintu masuk Pantai Santolo
DSC_8026
Pantai Santolo yang dipenuhi oleh batu karang
DSC_8046
Pasirnya putih bersih
DSC_8056
Garis pantainya jauh banget, karena memang area batu karangnya juga sangat luas

Salah satu tempat yang buat Saya penasaran dan tidak lupa Saya masukkan di itinerary Explore Jawa Barat, adalah Cagar Alam Leuweung Sancang.

DSC_8072
Surga yang tersembunyi. Karena kawasan ini adalah cagar alam, maka pesan Saya jaga alamnya, jangan buang sampah, jangan ngotorin, jangan nebang pohon sembarangan (karena baik di kawasan hutan & pantainya sangat di jaga keasriannya)
DSC_8075
Sungai yang bermuara ke laut
DSC_8080
no caption needed
DSC_8101
Masih sama, pantai di area ini juga dipenuhi oleh batuan karang

Masih ada 1 hari tersisa sebelum kami menutup perjalanan ini. Last but not least, malam terakhir justru  merupakan malam terindah yang pernah Saya rasakan. Malam itu kami bermalam di kaki Gunung Galunggung. Dari Leuweung Sancang sore hari, tiba di kaki gunung ini pukul 12 malam. Sangat beruntungnya Saya karena malam itu langit Galunggung sangat cerah dan bercahaya. Seisi langit dipenuhi oleh taburan bintang, sangat cerah, tidak ada awan sama sekali yang menutupi pandangan kami. Sedangkan di hadapan kami lautan cahaya lampu kota tampak begitu jelas.

Untitled
Langit di kaki Gunung Galunggung foto by @diansyahwahyu
Untitled1
Stairway to Heaven foto by @diansyahwahyu

Mas Wahyu sibuk mengambil beberapa gambar milkiway. Saya menemaninya menaiki tangga Galunggung untuk mendapat spot terbaik yang agak lebih tinggi (tadinya mau naik sampai Puncak Galunggung, tapi kami sudah sampai di ketinggian yang cukup oke buat mengambil gambar). Pokoknya pemandangan malam itu paling nggak bisa Saya lupain, dan sudah terekam dengan aman di otak Saya.

DSC_8122
Selamat pagi. Saya paling suka suasana subuh. Tenang….Releks…
DSC_8137
Mendaki ke Puncak Galunggung pukul setengah 7, dan langitnya cerah banget
DSC_8128
Nggak ada kabut, langit cerah, dasar kawah terlihat jelas, pegunungan di sekitarnya juga terlihat sangat jelas
DSC_8158
Salah satu jalan yang mau menuju ke dasar Kawah Galunggung

Saya nggak menyangka, di  tempat yang sederhana, tapi bisa mendapat pemandangan langit malam yang indahnya luar biasa. Dan yang lebih beruntungnya lagi, milkiway-nya awet sampai subuh. Semalaman Saya benar-benar tidur di bawah bintang-bintang, indah sekali. Malam yang tidak akan pernah Saya lupakan di Kaki Gunung Galunggung. Sebelum balik ke Jakarta, tidak lupa kami mampir di Kampung Naga. Desa yang pernah Saya ulas sebelumnya, yang memiliki permadani hijau di lembah naga.

DSC_8171
Atap rumah Kampung Naga

Portrait of Indonesia sendiri adalah perjalanan dokumentasi pariwisata keliling Indonesia. Dengan misinya memberikan pencerahan kepada masyarakat Indonesia agar lebih mengenal negerinya sendiri, dan juga masyarakat dunia untuk mengenal Indonesia sehingga menarik wisatawan dan investor.

DSC_8118
Karena nggak semua perjalanan sesuai rencana, makadari itu diskusi sangat dibutuhkan. Akhirnya ngeluarin peta juga, karena sinyal nggak ada sama sekali (back to basic). Begitu keluar dari Leuweung Sancang, kami dihadapi oleh 2 pilihan (belok kiri atau kakan) karena akan berpengaruh ke trip selanjutnya. Akhirnya kami memutuskan ke Gunung Galunggung   

Portrait of Indonesia dalam mengenalkan pariwisata Indonesia memiliki beberapa program, seperti Journey (Keliling Indonesia) menggunakan Mobil Cabin Ford Ranger – ini yang buat Saya paling ngiler pingin bisa ikut disalah satu perjalanan mereka.

Di sela-sela perjalanannya, Tim Portrait of Indonesia melakukan kunjungan ke media massa setempat untuk menceritakan program dokumentasi foto dan kisah selama perjalanan. Portrait of Indonesia juga rajin mengikuti  pameran festival outdoor, seperti Indonesia International Outdoor Festival Jakarta, April 2017,  National Gathering Double Cabin Indonesia tahun 2015, hingga Jambore Double Cabin di Cikole.

Untuk melihat road trip series mereka dalam mengeksplore Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan Barat, Bangka Belitung, Pesisir Selatan Pulau Jawa, Koffie van Java (with Merdeka.com),  Negeri 1000 Danau (with Merdeka.com) hingga melakukan ekspedisi Jejak Kerajaan Mataram Kuno, bisa kalian lihat di www.PortraitOfIndonesia.com dan semua media sosialnya www.facebook.com/PortraitOfIndonesia Artikel Wisata : Merdeka.com Portrait of Indonesia Youtube Channel, hingga Instagram.com/PortraitIndonesia

Nah, buat kalian yang ingin merasakan sensasi road trip keliling Indonesia menggunakan mobil double cabin bersama Tim Portrait of Indonesia, kalian wajib ikut program DREAM.PLAN.EXPLORE. Syaratnya, peserta harus membuat rencana perjalanan yang terdiri dari tujuan destinasi, rute perjalanan, jarak tempuh, penginapan, kuliner khas, dan biaya perjalanan.

Untitled3
KEPOIN DI SINI

DUA peserta dengana rencana perjalanan terbaik akan merealisasikan itinerary-nya menggunakan mobil double cabin, dengan biaya di tanggung Portrait of Indonesia. Dan tahun ini akan mengeksplore JAWA TENGAH selama 4 hari, start dari Semarang.

Jadi buruan susun rencana perjalanan terbaik kalian keliling Jawa Tengah selama 4 hari. Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan KEPOIN semua media sosialnya Portrait of Indonesia, oh ia batas pengiriman itinerary-nya ditunggu sampai AKHIR BULAN MEI 2017, ya.

Ngomong-ngomong tentang Jawa Tengah, Dataran Tinggi Dieng seru untuk di eksplore, terus lanjut ke Temanggung melihat Mata Air Suci Jumprit, terus lanjut ke Posong. Semarang, Ambarawa, Jogja, atau ke Kudus, ahh pokoknya semuanya menarik. Tipsnya, tentukan destinasi tapi perhatikan efisiensi waktu. Kalau bisa rutenya searah, teratur, pas berangkat lewat mana, pas pulang lewat jalur yang lain, dan kalau bisa buat rute yang sekali jalan tapi bisa dapet beberapa destinasi.

Tips Mengikuti Road Trip

-Selain baju, siapin barang-barang yang bisa bikin kamu merasa nyaman selama di sepanjang perjalanan (misal buku, bantal traveling, note, cemilan, dll).

-Sebelum berangkat banyak-banyakin olahraga untuk persiapan fisik juga karena akan membutuhkan waktu lama di perjalanan.

-Ketika mobil berhenti untuk mengisi bahan bakar atau ke toilet, lakukan perenggangan agar tubuh kembali releks.

-Bawa botol minum yang besar karena perjalanannya mengharuskan kamu untuk duduk terus (harus banyak minum biar nggak sakit pinggang)

-Standby bawa sleepingbag karena kadang perjalanan tidak selalu sesuai rencana, karena tidur bisa di mana saja supaya bisa mengejar moment

-Siapin obat-obtan, koyo, alat mandi, tisu basah dan kering

-Banyakin ngobrol biar perjalanan tidak terasa membosankan

-Karena selalu di jalan, pasti bingung untuk masalah buang air, jangan sungkan untuk sering sering berenti kalau ada panggilan alam

-Terakhir, nikmati setiap proses perjalanannya, apapun yang terjadi, enjoy aja. Goodluck ^^

 

Iklan

2 Comments Add yours

  1. Mydaypack berkata:

    wahh keren yahhh, jadi pengeen ikutan jugaa, tp kayaknya udah tutup ya

    Suka

    1. Hai salam kenal. Ia batas pengirimannya akhir bulan mei. Tapi nggak ada salahnya si coba kirim itinerary nya

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s