PUAS KELILING SURABAYA, BANYUWANGI (IJEN, BALURAN, BAMA) DAN BROMO VIA PROBOLINGGO, DENGAN CUTI 2 HARI

Perjalanan ini tercetus atas dasar keinginan Stefanie (travelmate Saya waktu mengeksplore Bali, baca di sini). Pagi itu, ketika kami sedang menunggu kereta tujuan Surabaya Gubeng dari Stasiun Karangasem, Banyuwangi – Stefani menyampaikan niatnya ke Saya kalau dia ingin sekali mendaki Gunung Ijen. Waktu itu Saya tidak segera meng-iya-kan keinginannya, karena Saya nggak yakin kapan kami bisa jalan bareng lagi karena kesibukan kami masing-masing. Sampai akhirnya keinginan Stefanie untuk mendaki Gunung Ijen terwujud setelah 6 bulan kemudian.

Dilain cerita, ada salah satu teman Saya yang ingin sekali ke Baluran, Bromo, dan satu teman Saya lagi yang ingin berlibur ditengah kejenuhannya menyusun skripsi. Akhirnya, semua keinginan mereka Saya rangkai menjadi suatu rangkaian perjalanan yang penuh cerita meskipun hanya membutuhkan cuti dua hari. Keliling Surabaya, Banyuwangi dan Probolinggo dengan cuti dua hari bisa kemana saja, dan menghabiskan biaya berapa? Selengkapnya silahkan disimak itinerary yang telah Saya susun berikut ini…

Sabtu Pagi, Pukul 05.55 WIB Bandara Soekarno Hatta Jakarta – Bandara Juanda, Surabaya

Pesawat kami take off pukul 05.55 menuju Surabaya. Kami sengaja memilih penerbangan pagi supaya memiliki banyak waktu untuk mengeksplore Surabaya, karena kereta Sri Tanjung yang akan membawa kami ke Banyuwangi harus berangkat pukul 14.30 dari Stasiun Surabaya Gubeng.

Sampai Surabaya Pukul 08.00 WIB (Eksplore Pantai Ria Kenjeran / Museum Sampoerna / Monumen Kapal Selam Pasopati)

Cara mudah kami saat itu untuk keliling Surabaya adalah menggunakan mobil online.

DSC_8296
Dari St.Surabaya Gubeng lama, untuk sampai ke Monumen Kapal Selam Pasopati tinggal jalan kaki menyusuri Jalan Pemuda hingga menyeberangi jembatan. Tiket masuk area ini sebesar 5 ribu. Kapal Selam Pasopati berasal dari Negara Rusia, dibuat tahun 1952. Monumen ini diresmikan pada 27 Juni 1998 oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut Arief Kushariadi

Note : Pesan mobil online ketika kalian masih di dalam bandara. Tentukan dengan detail dimana mobil online itu menunggu. Begitu kalian keluar dari bandara jangan terlihat sibuk menggunakan HP, segera berjalan kearah meeting point yang sudah ditentukan. Ketika ditanya bilang saja kalian sudah dijemput oleh saudara.

IMG20170325124635
Nggak kebayang kapal selam ini memiliki panjang 76 meter. Dan bisa dengan bebasnya beroperasi di bawah laut. Takjub!

Karena sebelumnya Saya sudah pernah ke Museum Sampoerna dan Pantai Ria Kenjeran (baca perjalanan Saya ke tempat itu, disini) Di Surabaya kami banyak menghabiskan waktu bernonstalgia dengan kawan lama semasa SMA sambil makan Soto Stasiun kemudian jalan santai sampai ke Museum Kapal Selam Pasopati.

IMG-20170325-WA0011
Begitu ngerasain masuk ke dalamnya, bener bener ruang geraknya terbatas karena penuh dengan mesin dan alat pengendali. Penghubung antar buritan berupa pintu berbentuk bundar hanya cukup untuk 1 orang

Note : Jarak dari bandara ke Stasiun Surabaya Gubeng kurang lebih 40 menit. Jika kalian ingin eksplore Pantai Ria Kenjeran dan Museum Sampoerna, lebih baik ketika keluar dari bandara kalian langsung menuju ke Pantai Ria Kenjeran dulu (yang jaraknya lebih jauh sekitar 1,5 jam), baru ke Museum Sampoerna (jaraknya sekitar 20 menit berkendara dari St.Surabaya Gubeng Baru), terakhir ke Museum Kapal Selam Pasopati karena hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit berjalan kaki dari St.Surabaya Gubeng Lama.

Pukul 14.30 WIB KA Ekonomi Sri Tanjung Jurusan Banyuwangi meninggalkan ST. Surabaya Gubeng

Perjalanan ini menghabiskan waktu sekitar 6 jam perjalanan. Seperti pengalaman Saya sebelumnya, kami memutuskan untuk berhenti di Stasiun Karangasem, karena Saya akan menginap di Rumah Singgah Banyuwangi milik Mas Mayhesa. Selama di Banyuwangi, kami diizinkan beristirahat dengan nyaman di Rumah Singgahnya.

img-20160807-wa00001
Rumah Singgah Banyuwangi letaknya percis di depan Stasiun Karangasem. Cat tembok luarnya berwarna oranye, mudah ditemukan begitu kalian keluar stasiun

Note : Meskipun Stasiun Karangasem stasiun kecil, tapi stasiun ini cukup digemari pelancong dan selalu ramai karena letaknya cukup strategis (strategis karena dekat sekali dengan Rumah Singgah Banyuwangi. Rumah singgah ini sangat ramai memasuki musim liburan, pendakian ke Gunung Ijen, Raung, dan destinasi lainnya di Banyuwangi). Di Rumah Singgah ini juga menyediakan jasa penyewaan motor. Jarak ke Gunung Ijen hanya 1 jam, ke Taman Nasional Baluran 1 jam, dan 3 jam menuju Obyek wisata yang ada di selatan Banyuwangi.

13906625_1052189971530670_2319546908801793592_n

Minggu Dini Hari, 00.00 WIB Di Jemput Guide, Berangkat ke Gunung Ijen

Jauh jauh hari Saya sudah mencari jasa penyewaan mobil yang akan memudahkan mobilitas kami selama di Banyuwangi. Sampai akhirnya Saya tahu kalau Mas Rizal sering mengantar tamu keliling Banyuwangi melalui akun Instagramnya _rizalbanyuwangi58 Setelah Saya menjelaskan itinerary kami selama di Banyuwangi kemudian deal budget, akhirnya Mas Rizal-lah yang kami percaya untuk mengantarkan kami menuju Gunung Ijen dan Taman Nasional Baluran.

IMG20170326054424
Girls day out. Mereka penuh semangat dan penuh perjuangan untuk menuju ke puncak. Selalu semangat yaa 🙂
IMG20170326060054
Sebenernya track selama menuju Puncak Ijen enak, sebagian besar jalannya lumayan rata, tapi harus berhati-hati karena berkerikil, jadinya licin. Paling nyaman kalau tracking pakai sepatu ya. Meskipun jalannya sudah bagus tapi tracknya panjang dan landai, lumayan bikin dengkul lemes.

Karena begitu santai, kami baru sampai Puncak Ijen pukul 6 pagi. Gagal melihat sunrise, tapi tidak apa-apa karena di akhir Maret masih musim hujan, jadi sunrisenya juga belum terlalu bagus. Kami cukup beruntung karena selama mendaki tidak turun hujan, dan hanya terkena gerimis saat perjalanan turun.

IMG20170326071107
Permukaan kawah sedang tertutup asap. Asap pekat yang disebelah kiri itu adalah pusat pertambangan belerangnya. Nggak kebayang bagaimana rasanya para penambang Belerang itu harus menghirup gas beracun setiap hari, ditambah memikul beban puluhan kilo

Note :  Kebanyakan wisatawan yang mendaki Gunung Ijen menggunakan jasa Guide. Seperti kasusnya Mas Rizal, dia hanya mengantar kami sampai parkiran Paltuding, selanjutnya ia mempercayai temannya untuk mengantar kami sampai ke Puncak Gunung Ijen.

DSC_8320
Guratan dinding Kawah Ijen terbentuk karena kikisan hujan setiap harinya

Persiapkan fisik yang kuat. Harus banyak makan. Jaga kondisi tubuh supaya jangan masuk angin. Karena kalau tubuh sampai drop, pendakian ke Gunung Ijen nggak akan menyenangkan meskipun disepanjang pendakian kalian akan disuguhkan oleh pemandangan yang menakjubkan (kan sayang jadi nggak semangat foto-fotonya).

IMG20170326065319
Rasanya seperti melihat dua dunia yang berbeda, di satu sisi pemandangan pegunungan yang begitu hijau dan subur, di sisi lainnya tampak biru dan begitu gersang

Karena waktu kami datang kondisi Kawah Ijen sedang berstatus siaga karena adanya gas beracun, akhirnya pendakian menuju Puncak Ijen baru dibuka Pukul 3 subuh. Akibatnya, semua pengunjung hari itu akan melakukan pendakian bersamaan, yang mengakibatkan jalur pendakian lumayan padat.

Minggu, 12.00 WIB Melanjutkan Perjalanan Menuju Taman Nasional Baluran

Setelah kaki dan dengkul dibuat lemes sama track Gunung Ijen (PP 5 jam), kami harus segera mengisi amunisi untuk mengembalikan kesegaran supaya kembali bersemangat untuk eksis di destinasi selanjutnya, Taman Nasional Baluran 🙂

_MG_5943
Balurannya masih hijau…

Note : Untuk sampai ke Pintu Masuk Taman Nasional menghabiskan 1 jam perjalanan melewati jalur utara bebarengan dengan truk truk yang akan menuju ke pelabuhan Ketapang. Begitu melewati pelabuhan, Selat Bali akan terlihat di sisi kanan kalian. Kalian juga akan melewati Watu Dodol, salah satu spot untuk melihat Selat Bali dari ketinggian (harus tracking mendaki bukit terlebih dahulu).

IMG20170326153128
Salah satu icon di Taman Nasional Baluran

Untuk sampai ke Savana Bekol, dari Pintu masuk masih harus menempuh 1 jam perjalanan lagi melewati jalan berbatu dengan pemandangan hutan dikanan kiri. Semakin masuk kedalam, monyet akan sering terlihat, kupu-kupu berwarna kuning dan putih beterbangan di kanan kiri jalan. Kalau di musim hujan (Maret) kupu-kupunya masih sedikit. Masuk musim kemarau kalian baru bisa melihat lebih banyak gerombolan kupu-kupu.

IMG20170326150919
Gunung Baluran, yang membuat taman nasional ini begitu khas
IMG20170326165542
Masuk ke area ini pengunjung akan dikenai biaya parkir sebesar 5 ribu. Hati hati banyak monyet di sini. Ngeliat makanan nganggur dikit langsung disamber
IMG20170326162116
Yang bikin takjub itu pas Saya memasuki Hutan Mangrovenya. Nggak kebayang berapa waktu yang diperlukan tanaman ini sehingga bisa tumbuh setinggi dan memiliki akar yang begitu rapat. Yang pastinya membutuhkan waktu bertahun tahun
DSC_8332
Rambatan akar mangrove yang amazing banget. Kalian tahu bahwa Mangrove itu sangat penting untuk mengurangi pencemaran limbah air laut? yang pasti asri banget Hutan Mangrove di Pantai Bama, Taman Nasional Baluran
IMG20170326163832
Ceritanya lagi santai sambil nunggu sunsetan. Tapi di Bama terkenalnya sunrise, kalau mau menikmati sunset kalian bisa ke Savana Bekolnya. Tapi sayang, awan mendung menutupi matahari, jadinya tidak ada sunset sore itu

Senin Subuh, 05.00 WIB menuju Stasiun Probolinggo dari Stasiun Karangasem-Banyuwangi

Entah kenapa Saya sangat suka suasana subuh dimanapun Saya berada ketika Saya sedang melakukan suatu perjalanan. Suasana subuh di masing-masing daerah yang Saya singgahi itu punya aura yang menenangkan, damai, dan ngangenin.

Perjalanan menggunakan Kereta Tawang Alun, akan mengantarkan kami di Stasiun Probolinggo pukul 09.30 WIB. Yang paling serunya, kalau kalian duduk di sebelah kanan searah jalannya kereta, mata kalian akan dimanjakan dengan pemandangan sawah dan pegunungan yang tak henti-hentinya.

DSC_7986
Pemandangan kereta yang selalu bikin kangen dan pingin terus terulang

Note : Begitu kalian keluar dari Stasiun Probolinggo, jangan heran banyak yang menawarkan jasa ke Bromo, karena dari Probolinggo untuk sampai ke Desa Cemoro Lawang hanya membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. Oh ia, percis begitu kalian keluar stasiun, disebelah kiri (masih di area parkiran stasiun) ada warung bakso. Baksonya enak dan kuahnya segerr, pantes warungnya nggak pernah sepi. Sampe-sampe bule aja mampir karena tergoda wangi kaldu dari warung ini.

Dari sekian lama perjalanan ini, kami baru membuka penginapan di Hotel Tampiarto Probolinggo. Lokasinya percis di sebelah Museum Probolinggo, lokasi strategis di pusat pemerintahan. Dari stasiun bisa naik becak bayar 10 ribu, atau jalan kaki sejauh 1 km. Tapi kalau mau jalan kaki pedestrian disepanjang jalan dari stasiun ke hotel cukup lebar terus pepohonannya banyak. Jalannya bersih, nyaman dan adem.

Senin, 12.00 WIB Persiapan Menuju Bromo

Sebenernya Saya cukup galau waktu itu, memilih naik ojek ke bromo dari Probolinggo atau ngeteng naik elf dari terminal Bayuangga. Soalnya dihari itu juga kami harus kembali ke Surabaya dan kereta kami berangkat pukul 2 pagi. Jadi mau nggak mau Saya harus cari transportasi yang memudahkan kami untuk PP dari hotel ke Bromo.

IMG20170327145934
Akhirnya ke Bromo lagi tapi lewat Cemoro Lawang. Yang pastinya bisa melihat bentang alam Bromo tapi dari sisi berbeda. Terima kasih cuacanya yang cerah tanpa berkabut. Bromo sore itu sangat bersahabat

Saya jadi inget, waktu keluar stasiun Saya ditawari transportasi ke Bromo. Transportasinya mobil pribadi tapi kayak angkot sistemnya. Maksimal harus keisi 6 orang, dan perorangnya kena tarif 75 ribu untuk di drop sampai ke Cemoro Lawang. Tapi karena Saya galau Saya nggak mengambil penawaran itu. Karena balik dari Cemoro Lawangnya pasti juga bingung, kalau harus ngeteng ke Probolinggo (transportasinya bener-bener susah. Nggak bisa ngandelin elf karena ngetemnya lama).

IMG20170327160609
Mau foto di mana aja, Bromo tetap Instagramable

Akhirnya ada penawaran lain dari bapak-bapak yang jaga di stasiun. Saya jelasin kalau Saya cuma bertiga, dan butuh transportasi yang bisa mengantarkan Saya PP dari Probolinggo-Bromo. Saya dihubungkan ke temannya, Saya menjelaskan kembali permasalahan Saya ke Bapak yang ada di ujung telepon. Setelah mengetahui keinginan Saya, bapak itu memberikan penawaran 600 ribu untuk PP Probolinggo-Bromo, plus dianter ke Penanjakan 2. Saya yang nggak bisa nawar, langsung setuju karena Saya nggak mau kesorean sampai di Bromo.

IMG20170327171753
Tangganya sudah bersih dari tumpukan abu vulkanis. Bulan mei tahun lalu Saya kesini, tangga ini hampir tidak berbentuk pijakannya karena tertutup abu yang sangat tebal. Sore itu Saya melihat Bromo sedang dalam kondisi tenang, hanya keluar asap putih dari kawahnya serta gemuruhnya yang khas
IMG20170327172822
Yes! Finally they did’it!! Jadi Saya pribadi bela-belain ke Bromo di siang hari, menunggu hingga sore karena penasaran ingin melihat sunset dari puncak bromo. Tepat dibelakang Saya adalah sunsetnya. Hanya saja awan pekatnya lebih banyak, jadi pendaran jingga matahari terbenam terlihat samar-samar diantara awan tebal

Disepanjang perjalanan Saya minta izin banget ke semesta supaya diberikan cuaca sore yang cerah. Dan begitu takjubnya Saya begitu kami memasuki Desa Ngadas, kemudian memasuki area Cemoro Lawang, dan naik ke Penanjakan 2, suasana sore di Bromo sangat cerah. Semesta mengizinkan kami menikmati Bromo hingga sore hari, tanpa hujan sedikitpun padahal di hari sebelumnya Bromo lagi sering diguyur hujan.

IMG20170327173659
Next sunset di sini pasti indah. Saya pasti kembali lagi

Selasa, 02.00 WIB KA Mutiara Malam Antar Kami Kembali ke St. Surabaya Gubeng

Jarak dari Probolinggo ke stasiun Surabaya hanya membutuhkan waktu 2 jam. Nggak banyak yang kami lakukan selain tidur. Setibanya di stasiun, seperti biasa kami langsung memesan mobil online untuk mengantar kami ke Bandara Juanda, karena Pesawat kami akan take off pukul 06.00 WIB

Selasa, 08.00 WIB Sampai di Jakarta

Semoga perjalanannya berkesan ya, teman-teman ku (Stefanie, Errie, dan Patricia). Meskipun ala backpacker dan banyak drama yang menyertai kita disepanjang perjalanan, justru disinilah seninya. Yang penting, senyumin aja shay…. ”Sabar…sabar…ini hanya ujian!” Next Saya akan menjabarkan rincian biaya perjalanan ini. Ditunggu selalu yaa…..^^

IMG-20170325-WA0008
See yaa…my friends!! (ki-ka : Fanie, Patricia, Saya, Errie)
Iklan

4 Comments Add yours

  1. rumilagi berkata:

    Btw untuk mampir/bermalam di rumah singgah,mesti hubungi pemiliknya dulu gak….

    Suka

    1. Ia mas, perlu. Biar kenal dan enak utk kita singgahi.

      Suka

  2. rumilagi berkata:

    Ada no contaknya ???

    Suka

    1. sebentar saya cari dulu ya. nomernya masih sama dengan yang tertera di foto yang saya post

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s