10 Hal yang Bisa Bikin Kalian Semakin Jatuh Cinta dengan Orangutan #SaveOrangutan

banner-lomba-blog.png
http://phinemo.com/mau-jalan-jalan-ke-tanjung-puting-gratis-ikut-lomba-blog-saveorangutan-yuk/

Hai teman, tahukah kalian bahwa populasi Orangutan yang ada di Indonesia, tepatnya di Pulau Sumatera dan Kalimantan semakin lama semakin berkurang? Keserakahan manusia dan kurangnya pemahaman kita tentang spesies ini membuat kita menjadi acuh. Padahal, Orangutan memiliki peran yang sangat penting bagi kelangsungan hidup semua makhluk ciptaan Tuhan. Lantas, mengapa kita perlu mengetahui lebih dalam tentang spesies ini, sehingga kita wajib menjaga dan melestarikannya?

1.Orangutan Begitu Spesial Karena Memiliki Kemiripan Genetik Dengan Manusia

Data studi genetika yang Saya dapatkan dari WWF Indonesia, Orangutan Borneo memiliki tiga sub-spesies, yaitu Pongo Pygmaeus Pygmaeus yang bisa kalian temukan di Barat Laut Borneo. Pongo Pygmaeus Wurmbii dapat ditemukan di Borneo bagian tengah, terakhir Pongo Pygmaeus Morio dapat ditemukan di Timur Laut Borneo

Ketiga sub-spesies Orangutan tersebut memiliki ciri khas yang berbeda, seperti Pongo Pygmaeus Wurmbii yang memiliki bentuk tubuh relatif paling besar, sedangkan Pongo Pygmaeus Morio memiliki tubuh paling kecil. Di antara 2 temannya, Pongo Pygmaeus Pygmaeus adalah spesies Orangutan yang paling sedikit dan terancam akan punah.

Orangutan adalah salah satu kera besar yang hanya terdapat atau tinggal di wilayah hutan tropis Sumatera dan Kalimantan. Berbeda dengan yang ada di Pulau Kalimantan, spesies Orangutan Sumatera hanya memiliki satu sub-spesies, yaitu Pongo Abelii yang habitatnya ada di Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh dan Sumatera Utara.

Pernah nggak kalian melihat foto atau menyaksikan secara langsung Orangutan menggunakan dedaunan untuk melindungi tubuhnya dari hujan atau sinar matahari? Atau kalian pernah melihat Orangutan menggunakan tongkat untuk mengambil makanan yang tidak bisa mereka jangkau? Orangutan adalah mamalia yang memiliki 96,4% kemiripan genetik (pewarisan sifat) dengan manusia. Dua perilaku tersebut membuktikan bahwa Orangutan memiliki kecerdasan serta beberapa perilaku yang sama dengan manusia.

Hal lain yang membuat Orangutan memiliki persamaan dengan manusia adalah sistim reproduksinya. Manusia mengandung selama 9 bulan 10 hari, sedangkan Orangutan mengandung selama 8,5 hingga 9 bulan. Orangutan betina juga dikenal selalu bersama dan menjaga anaknya hingga usia 6-7 tahun. Rata-rata Orangutan hanya memiliki tiga keturunan disepanjang hidupnya dan hanya melahirkan seekor anak setiap 7-8 tahun sekali.

Nggak bisa dibayangkan dan akan menjadi ancaman nyata ketika penebangan hutan, perburuan liar, kebakaran hutan yang terjadi secara terus menerus tidak seimbang dengan angka kelahiran Orangutan. Kehilangan seekor Orangutan saja akan menjadi bencana bagi keberadaan populasi tersebut. Jika tidak dihentikan, maka dapat dipastikan spesies ini akan mengalami kepunahan yang lebih cepat.

  1. Hutan dan Lahan Gambut Daerah Jelajah Orangutan

Hutan Indonesia adalah rumah terindah bagi semua makhluk hidup yang bernaung di dalamnya. Data Kehutanan dari WWF Indonesia menyebutkan keanekaragaman hayati yang terkandung di hutan Indonesia meliputi 12 persen spesies mamalia dunia, 7,3 persen spesies reptil dan amfibi, serta 17 persen spesies burung dari seluruh dunia.

Hutan dan lahan gambut merupakan pusat daerah jelajah Orangutan karena lebih banyak menghasilkan tanaman berbuah besar, dibanding hutan yang memiliki pohon-pohon tinggi berkayu besar. Buah-buah tersebut adalah sumber makanan bagi hewan berambut merah kecoklatan.

IMG_0030.JPG
http://www.backpackerborneo.com/2016/09/foto-orangutan-di-taman-nasional.html

Dalan kesehariannya, Orangutan mengkonsumsi lebih dari 300 jenis tumbuhan yang terdiri dari buah, bunga, daun muda, kulit kayu, hingga serangga. Orangutan jarang turun kebawah, ia menghabiskan waktunya mencari makan dengan berpindah dari satu pohon kepohon lainnya dan membuat sarang di atas pohon. Satu pohon sangat berarti untuk mereka, apa lagi kalau banyak pohon?

3.Penebangan, Pembukaan Lahan Pertanian, Kebakaran, Ancaman Serius Orangutan

Data WWF Indonesia, dalam satu dekade terakhir ditiap tahunnya terdapat 1,2 juta hektar kawasan hutan di Indonesia telah digunakan untuk aktivitas penebangan bersekala besar, pembalakan liar, serta konversi hutan untuk pertanian, perkebunan, pertambangan, dan pemukiman.

Detik ini, Orangutan dalam ancaman nyata kepunahan. Menurut data, Orangutan telah kehilangan 80 persen wilayah habitatnya dalam kurun waktu kurang dari 20 tahun terakhir.

Orangutan adalah spesies dasar bagi konservasi yang disebut umbrella species, karena hilangnya Orangutan mencerminkan hilangnya ratusan spesies tanaman dan hewan pada ekosistem hutan hujan.

Orangutan adalah penyebar benih. Mereka makan dari satu pohon ke pohon lainnya. Buah-buahan, biji-bijian serta serbuk bunga yang mereka makan berjatuhan ke seluruh penjuru hutan. Proses tersebut terjadi berulang kali, setiap hari, sehingga memunculkan kehidupan baru disetiap harinya. Orangutan memiliki peran penting bagi kehidupan makhluk hidup lainnya. Menyelamatkan Orangutan sudah pasti turut melestarikan mamalia, burung, reptil, amfibi, serangga, tanaman, dan spesies beragam lainnya yang hidup di hutan tropis Indonesia.

IMG_0033 (1).JPG
http://www.backpackerborneo.com/2016/09/foto-orangutan-di-taman-nasional.html

Bagaimana jadinya kalau hutan dan rawa di Indonesia gundul, hangus terbakar, berubah alih fungsi sebagai lahan pertanian, pertambangan dan pemukiman? Apa yang akan Orangutan makan, apa yang akan mereka sebarkan untuk kehidupan di hutan Indonesia?

  1. Hutan, Manusia dan Orangutan saling Bergantung

Kenapa masih ada manusia yang menganggap Orangutan sebagai hama perusak dan pengganggu kehidupan? Padahal manusia dan Orangutan itu saling membutuhkan dan sama-sama sangat bergantung terhadap hutan.

Orangutan mengandalkan hutan sebagai tempat tinggalnya, berkembang biak, sumber air, pangan, udara bersih. Selain itu manusia memerlukan sumber ilmu pengetahuan, rekreasi, dan matapencaharian. Orangutan dan hutan yang bagus berpotensi mendatangkan wisatawan yang berdampak ke sektor pariwisata sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Tanpa hutan yang sehat mereka tidak akan bertahan hidup, jadi, apa ruginya jika kita melestarikan hutan beserta Orangutan-nya?

  1. Orangutan Spesies Sangat Terancam Punah

Masih ingatkah kalian dengan kasus tiga Orangutan yang tewas terbakar dengan kondisi mengenaskan di Bontang? Pembunuhan keji terhadap Orangutan yang kemudian fotonya di unggah ke media sosial? Atau aksi pembantaian sadis yang terjadi di sebuah areal konsesi perkebunan kelapa sawit, dimana si pembantainya akan diberi imbalan sebesar 1 juta perkepala Orangutan? Peristiwa tersebut hanya beberapa contoh kasus pemusnahan hewan ini. Selain faktor alam, menurut Saya ulah manusia yang tidak bertanggungjawab-lah yang akan mengakibatkan mamalia ini cepat punah.

IMG_0132.JPG
http://www.backpackerborneo.com/2016/09/foto-orangutan-di-taman-nasional.html

Orangutan Sumatera telah masuk dalam klarifikasi spesies sangat terancam punah dalam daftar IUCN (International Union Consevation Nature) dan Orangutan Borneo masuk dalam klarifikasi terancam punah.

Manusia sebagai pelindung seharusnya menjaga, melestarikan, dan selayaknya memanfaatkan yang sudah tersedia di alam dengan bijaksana. Sedangkan peran Orangutan adalah sebagai pembangun, penjaga keseimbangan, serta kesinambungan kehidupan di dalam hutan.

Beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk memperlambat proses kepunahan Orangutan adalah dengan melakukan beberapa hal berikut ini, tidak memelihara Orangutan dan satwa liar, tidak memakai ataupun membeli souvenir yang terbuat dari bagian tubuh hewan yang dilindungi. Melaporkan ke pihak berwenang jika melihat hewan yang dilindungi, dipelihara ataupun di perjual belikan. Menjaga kelestarian hutan, memberikan pendidikan serta pentingnya melindungi dan menjaga Orangutan dari habitatnya. Biar tambah akrab dan dekat dengan spesies ini, yuk main-main ke rumahnya Orangutan yang ada di Borneo dan Sumatera.

 6.Konservasi menyelamatkan dan Melestarikan Orangutan

Berbagai upaya dilakukan untuk menyelamatkan dan melestarikan Orangutan, diantaranya adalah dengan program konservasi. Di Pulau Kalimantan terdapat beberapa tempat konservasi di mana disetiap Provinsinya melindungi sub-spesies Orangutan yang berbeda, seperti Kalimatan Barat yang fokus melindungi sub-spesies Pongo Pygmaeus Pygmaeus yang ada di Taman Nasional Betung Kerihun dan Taman Nasional Danau Sentarum (Kabupaten Kapuas Hulu). Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat untuk perlindungan Pongo Pygmaeus Wurmbii. Kalimantan Tengah untuk Orangutan yang berhabitat di Taman Nasional Sebangau.

  1. Melihat Langsung adalah Salah Satu Langkah untuk Mengenal Orangutan

Mengambil dari poin sebelumnya yaitu memberikan pendidikan dan menyebar pengetahuan tentang Orangutan Borneo dan Sumatera, Phinemo.com dan Be Borneo Tour mengadakan lomba blog #SAVEORANGUTAN bertema konservasi Orangutan di Indonesia.

Hadiah untuk pemenang lomba blog ini adalah paket wisata ke Taman Nasional Tanjung Puting Kegiatan tersebut merupakan salah satu langah untuk kita bisa mengenal Orangutan di habitat aslinya. Tidak ada kata terlambat untuk menyelamatkan Orangutan. Bermula dari rasa ingin tahu, kemudian mencari tahu, jadi semakin tertarik, kemudian mulai mencari dan ingin mengenal serta ingin melihatnya secara langsung di habitat aslinya.

Bukti nyata sudah banyak orang yang perduli akan kelestarian spesies ini, seperti Phinemo.com sebagai travel media dengan menyampaikan cerita perjalanan melalui tulisan dan Be Borneo Tour, travel agen yang memiliki beragam destinasi dengan harga terjangkau serta terpercaya dan melayani dengan sepenuh hati.

  1. Sebarkan Kampanye #SAVEORANGUTAN

Mari kita sama-sama kampanyekan #SAVEORANGUTAN agar di saat kita tua nanti, atau anak cucu kita, cicit sampai generasi penerus lainnya masih bisa melihat mamalia spesial ini di hutan, di habitat aslinya, bukan saat sudah menjadi patung, mayat, atau hanya dalam sebuah foto.

IMG_0272.JPG
http://www.backpackerborneo.com/2016/09/foto-orangutan-di-taman-nasional.html

Mulailah melakukan hal kecil seperti menghargai sesama makhluk ciptaan Tuhan, karena semua yang Tuhan ciptakan adalah baik adanya.

  1. Phinemo.com dan Be Borneo Tour Mengajak kita ke Rumah Orangutan

Phinemo.com bekerjasama dengan Be Borneo Tour mengajak kita ke Rumah Orangutan di Taman Nasional Tanjung Puting, Provinsi Kalimantan Tengah. Cerita perjalanan-nya akan dimulai dari Pangkalan Bun untuk langsung menuju ke Pelabuhan Kumai dan langsung naik kapal klotok menuju Camp Tanjung Harapan (bertemu Orangutan). Di sore harinya dilanjutkan menyusuri sungai sambil mencari tempat yang pas untuk bermalam.

IMG_0065.jpg
http://beborneotour.com/tours/orangutan-tour-taman-nasional-tanjung-puting-3h2m/

Perjalanan hari kedua dilanjutkan menuju Camp Pondok Tanggul, bertepatan dengan feeding time Orangutan pukul 9 pagi. Setelah puas bertemu Orangutan, perjalanan dilanjutkan dengan kapal menuju Camp Leakey, pos Orangutan terakhir.

Hari terakhir setelah berleha-leha menikmati Taman Nasional Tanjung Puting, akan melanjutkan perjalanan kembali ke Pelabuhan Kumai. Untuk informasi paket wisata lebih lengkap, kalian bisa cek di sini

  1. Derawan Surga Lain yang ada di Pulau Kalimantan

Jika kalian kurang beruntung untuk bisa melihat Orangutan di habitat aslinya di Taman Nasional Tanjung Puting, jangan khawatir karena Phinemo.com dan Be Borneo Tour tetap akan mengajak kalian untuk melihat keindahan ekosistem bawah laut yang ada di Kepulauan Derawan, Kalimantan. Detail lengkap paket wisata bisa cek di sini

Indonesia adalah surganya flora, fauna serta keajaiban alam. Coba mulai sekarang kita buka mata, hati dan telinga, menyadarkan diri sendiri bahwa kehidupan manusia sangat bergantung pada alam.

poster-lomba-blog-borneo.jpg
http://phinemo.com/mau-jalan-jalan-ke-tanjung-puting-gratis-ikut-lomba-blog-saveorangutan-yuk/

Tulisan ini diikutsertakan dalam ajang blog competition dengan tema Konservasi Orangutan di Indonesia yang diadakan oleh Phinemo.com bekerjasama dengan Be Borneo Tour

Iklan

10 Comments Add yours

  1. ekahei berkata:

    Aku malah takut sama orangutan 😦 heheheh

    Suka

  2. Ruli retno berkata:

    Setuju banget
    Manusia dan orang utan sama2 membutuhkan hutan. Lalu knp manusia harus merusak hutan. Ya kan..

    Suka

    1. Salam kenal mas ruli. Ia, karena manusia juga hidupnya sangat bergantung dari hutan sebagai sumber kehidupan.

      Suka

  3. MAULIDDIN MOKO berkata:

    Mari kita sama2 lestarikan orang utan dan hewan yang sudah nyaris punah lainnya. Selain Orang Utan, Harimau Sumatera juga termasuk salah satu hewan yang nyaris punah, padahal Harimau adalah hewan yang unik yang perlu dilestarikan. Bahasan tentang Harimau bisa baca di tulisan saya ini: http://garisbatas.com/fakta-harimau-yang-perlu-diketahui/

    Suka

    1. Salam kenal mas Moko. Harimau juga hewan yg spesial. Cuma kesannya tuh kalau denger kata harimau 🐯 kayak mau di “terkam” takut.

      Suka

  4. mmoko berkata:

    Mari kita sama2 lestarikan orang utan dan hewan yang sudah nyaris punah lainnya. Selain Orang Utan, Harimau Sumatera juga termasuk salah satu hewan yang nyaris punah, padahal Harimau adalah hewan yang unik yang perlu dilestarikan. Bahasan tentang Harimau bisa baca di tulisan saya ini: http://garisbatas.com/fakta-harimau-yang-perlu-diketahui/

    Suka

    1. Salam kenal mas Moko. Mas Moko sampai punya 2 blog. Semoga dilain hari saya bisa main main ke habitat asli harimau.

      Suka

  5. Mirwan Choky berkata:

    Oohh gitu ya. Thank ya atas informasinya.

    Suka

    1. Salam kenal mas mirwan. Sy tau ttg Orangutan juga setelah saya baca baca. Jadi saya meneruskan saja, supaya orang lain juga jadi tau.

      Suka

      1. Mirwan Choky berkata:

        Ooohh.. gitu ya…

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s