4# RUSHPACKER-an KE BALI, BANYUWANGI DAN SURABAYA DENGAN CUTI 3 HARI (BALI-GUNUNG BATUR)

Sebelumnya di Rushpacker-an ke Bali, Banyuwangi dan Surabaya, Saya sudah membahas mahakarya seniman Bali I Nyoman Nuarta di GWK (Garuda Wisnu Kencana) dan juga beberapa pantai yang eksotis dengan ciri khasnya yang tersebar dari barat ke timur yang ada di sepanjang garis pantai selatan Pulau Bali.

Hari kedua di Bali, Saya mau mengajak kalian untuk mendaki Gunung Batur yang ada di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Gunung yang memiliki ketinggian 1717 mdpl ini sangat terkenal untuk menikmati sunrise yang begitu indah. Sunrise yang kita nikmati di Gunung Batur akan terbit di sebelah jajaran Pegunungan Abang dan Agung, di tambah akan semakin indah ketika cahaya keemasannya berpendar di permukaan air Danau Batur.

Tapi, ketika harapan tidak seindah kenyataan karena kalian bangunnya kesiangan, jangan khawatir akan tertinggal pemandangan indah, karena Gunung Batur tetap eksotis ketika kalian mendaki di siang hari.

DSC_7787.JPG
Ketika kendaraan kalian melintas Jalan Raya Penelokan, tengoklah ke kiri karena di sana ada pemandangan kaldera Gunung dan Danau Batur, serta Pegunungan Abang dan Gunung Agung. Ambil jalur kiri ketika kalian menemui jalan bercabang di dekat  Puri Sanjaya (kiri) dan Pasar Seni Geopark Kintamani (kanan). Jalan beraspal berkelok dengan turunan tajam akan kalian susuri selama menuju ke Danau Batur
DSC_7791.JPG
Landscap Danau Batur. Di sebelah kanan itu adalah Pegunungan Abang, kalau mau ke Desa Trunyan letaknya ada di kaki gunung tersebut
DSC_7795.JPG
Kondisi jalan menuju pos pendakian Gunung Batur. Di sebelah kanan kiri jalan adalah padang rumput ilalang, yang diwarnai bebatuan lava yang menghitam
IMG20160813091050-1.jpg
Tampak dari jauh Gunung Batur. Ada 2 rute untuk menuju puncaknya. Jalur (sebelah kiri) lewat Pos Pura Jati Toya Bungkah, kalian akan tracking melintasi Black Lava, sedangkan jalur (sebelah kanan) dekat pemandian air panas Toya Devasya, kalian akan tracking melintasi hutan pegunungan. Captured by Fanni
DSC_7797.JPG
Maaf, Saya mau selfie dulu ya 🙂
DSC_7803.JPG
Kalau kalian nggak bisa bangun pagi atau kesiangan buat menikmati sunrise, dan tetap ingin mendakibisa tracking melalui pos dekat Pemandian Air Panas Toya Devasya, karena jalurnya melintasi hutan pegunungan,  jadi lebih adem
IMG20160813095658.jpg
Jalur pendakian yang berbeda, kalau lewat Pos Pura Jati Toya Bungkah, kalian akan melintasi bekas aliran lava dimana sekitarnya sangat gersang, sedangkan lewat Toya Devasya lebih sejuk karena melintasi hutan pegunungan. Captured by Fanni
DSC_7815.JPG
Area lapang pertama yang kami temui ketika menuju ke puncak Gunung Batur. Di area ini terdapat jalan bercabang, kalau mau ke puncak ambil jalan di sebelah kiri
DSC_7831.JPG
Istirahat sejenak. Namanya juga naik gunung, jalannya nanjak terus nggak ada bonus-bonusnya sampai puncak. Pfuihhh…#ngelapkeringet
DSC_7838.JPG
Track tanah yang lumayan licin disaat kering ataupun hujan
DSC_7841.JPG
Semakin ke atas, vegetasinya juga semakin pendek, dan akhirnya kita bisa melihat pemandangan ini, Danau Batur, rumah penduduk dan Pegunungan Abang
IMG20160813104436.jpg
Tempat duduk di warung pertama yang kami temui dikala menuju ke Puncak Batur. Ahh….nikmatnya, ngadem sebentar sambil menikmati pemandangan dan semilir angin. Karena sudah siang, jadi warung ini sudah tutup. Karena gunung ini sendiri ramainya itu di pagi hari (saat sunrise)
DSC_7849.JPG
Ayoo….puncaknya sudah semakin terlihat dan terasa dekat #padahalaslinyamasihjauh
IMG20160813110455-1.jpg
Istirahat lagi nggak salah kan ya? Jadi, gunung ini memiliki 2 puncak, puncak 1 terletak agak di bawah sedikit dari puncak utama gunung ini
IMG20160813112638.jpg
Akhirnya sampai di puncak 1 Gunung Batur 🙂
IMG20160813112858.jpg
Nah, di ujung sana itu adalah puncak 2. Kalau mau ke sana kalian harus mendaki lagi melintasi track berpasir yang licin
IMG20160813114002.jpg
Tapi Saya dan Fanni sudah sangat puas bisa menikmati panorama gunung ini dari puncak 1. Beli Komang adalah guide kami yang baik hati dan asik untuk diajak ngobrol. Saya mendapat guide setelah menghubungi The Association of Mount Batur Trekking Guides di nomer telepon 0366-52362
IMG20160813113545.jpg
Gunung Batur adalah gunung yang masih aktif, terlihat di sebelah sana adalah asap belerang yang keluar dari perut bumi. Di dekat kawah itu terdapat cekungan (semi goa) yang dijadikan sebagai tempat untuk bersembhayang, yang muat untuk 1-2 orang
IMG20160813113855.jpg
Pemandangan yang spektakuler, karena di belakang Saya itu adalah tebing jurang yang sangat dalam, dan di sebelah sana adalah punggungan-punggungan gunung yang lain. Captured by Fanni
IMG20160813114627.jpg
Waktu tempuh normal untuk mendaki gunung ini sekitar 1,5 jam. Waktu Saya sampai di Danau Batur udara dingin langsung menyergap, padahal kami sampai di jam 10 pagi. Kalau mendaki di pagi hari wajib membawa jaket, senter, makanan, minum, gunakan sepatu karena medannya beragam (mulai dari tanah, pasir, dan bebatuan). Kalau mendaki disiang hari, pakai topi, gunakan baju quickdry, dan tetap bawa makan dan minum. Captured by Fanni
IMG20160813120903.jpg
Selalu ada alasan untuk balik lagi ke Bali, karena Saya belum puas mengelilingi dan menikmati wisata alam yang ditawarkan Kabupaten Bangli – Bali 🙂
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s