2# RUSHPACKER-an KE BALI, BANYUWANGI DAN SURABAYA DENGAN CUTI 3 HARI (BALI-GWK)

Tragedi hampir ‘bin nyaris ketinggalan pesawat menjadi pembuka Rushpacker-an ke Bali, Banyuwangi, dan Surabaya. Cerita serunya bisa baca di sini. Terus, dengan cuti sebanyak tiga hari kita bisa kemana aja ya selama di Bali, Banyuwangi dan Surabaya?

Kami melakukan penerbangan di Kamis malam, dan sampai Bandara Ngurah Rai, Denpasar Jumat dini hari. Penginapan pertama yang kami pilih terletak sekitar 3KM dari bandara, tepatnya di Jalan Kartika Plaza, Gang Pudaksari, Kuta-Badung. Karena langit malam itu cukup cerah berawan, dan merasa PD aja, akhirnya kami memutuskan untuk berjalan kaki dari bandara ke RaBaSTa Resort Kuta.

Begitu banyak penginapan yang ada di Kuta, sebenarnya tinggal pilih sesuai selera dan budget sih. Waktu itu kami memilih menginap di RaBaSTa Resort Kuta karena murah, dekat dengan bandara, strategis ke tempat-tempat famous yang ada di Legian Kuta, plus include breakfast. Biaya permalam tempat ini 150 ribu, kamar ber-AC, kasur double besar, free wifi, Tv satelit, air panas dan dingin, ada kolam renang, dan yang terpenting dapet makan pagi (lumayan buat menghemat pengeluaran). Breakfast-nya dalam bentuk prasmanan, menunya nasi goreng, tempe tepung, sayur tumis buncis, dan kentang goreng. Tersedia pula roti beserta selai atau butter, teh, jus jeruk, kopi dan air panas untuk kebutuhan lainnya.

Setelah dibuat menunggu sampai hujan reda, pukul 12 siang kami mulai mencari penyewaan sepeda motor yang banyak ditawarkan di sekitar Kuta. Belum sampai kami ke tempat penyewaan, masih di sekitaran penginapan kami bertemu Beli Putu yang saat itu motornya bisa langsung kami sewa.

Bermula dari perbincangan singkat dan pertemuan yang tidak sengaja ini akhirnya kami bisa menyewa motor dengan mudah. Harga sewa perhari yang kami dapat waktu itu sebesar 60 ribu, harga standar karena di tempat lain juga dikenai tarif 60-70 ribu per-harinya. Oh ia, kalau bisa nego, kalian bisa minta supaya motornya diambil di tempat terakhir kalian menginap, jadi kalian nggak perlu repot balikin ke penyewaan (dengan catatan lokasi kalian masih terjangkau, ya).

Hari pertama, kami langsung mengeksplore bagian selatan Pulau Bali. Niatnya mau berangkat lebih pagi biar bisa menjamah Garuda Wisnu Kencana (GWK), Pandawa Beach, Green Bowl Beach, Pantai Melasti, Pantai Nyang-nyang, Uluwatu, Pantai Balangan, Jimbaran, dan tempat lainnya. Tapi apa daya, karena sering hujan di pagi hari jadinya kami baru bisa berangkat di jam 12 siang. Alhasil, cuma tempat-tempat inilah yang bisa didatangi,

Garuda Wisnu Kencana Cultural Park

DSC_7704.JPG
Gedung putih yang di sebelah kanan itu adalah tempat pembelian tiket masuk GWK, posisinya di dekat area parkir. Setelah membeli tiket sebesar 70 ribu per-orang, kalian harus berjalan sekitar 600m untuk sampai ke check in gate
dsc_7655
Sebelum masuk, kalian bisa membaca informasi seputar event yang sedang atau akan berlangsung, cek schedule live performance, serta mencaritahu venue (site map) GWK
DSC_7673.JPG
Salah satu seni tari yang dipertunjukkan di Amphitheater GWK
IMG-20160908-WA0100.jpg
Setelah menampilkan beberapa tarian, di akhir pertunjukan pengunjung bisa langsung berfoto dengan para penari. Saya bangga karena bisa mengenal kebudayaan Bali yang ditunjukkan melalui seni tari. Semuanya tampak menyatu, dibalut kostum yang sangat detail, make up menawan, pemain musik yang harmonis, semuanya terangkai menjadi satu kesatuan yang indah melalui gerak tari.Captured by Fanni
IMG-20160908-WA0092.jpg
Patung Kepala Garuda yang menjadi pemandangan utama ketika kalian memasuki area Lotus Pond. Captured by Fanni
IMG-20160908-WA0016.jpg
Tebing batu kapur yang dipotong-potong tampak seperti pilar pilar raksaksa. Terlihat unik karena di puncaknya masih dirimbuni pepohonan. Pemandangan ini masih di area Lotus Pond
IMG-20160908-WA0076.jpg
Penampakan patung Kepala Garuda di lihat dari tangga, menuju Wisnu Plaza. Sebelumnya, setiap pengunjung akan diberi kain yang harus dikenakan ketika ingin memasuki Wisnu Plaza.Captured by Fanni
IMG-20160908-WA0069.jpg
Patung Dewa Wisnu merupakan patung yang dibuat di area tertinggi di GWK.  Patung yang dikelilingi air mancur dan dekat dengan mata air suci ini terletak di area Wisnu Plaza. Captured by Fanni
img-20160908-wa0051
Air Suci (Parahyangan Somaka Giri) merupakan mata air abadi yang diperkirakan tidak akan kering meski kemarau datang. Captured by Fanni
IMG-20160908-WA0044.jpg
Pemakaian Bija setelah menerima tirtha atau amertha pada akhir proses persembhayangan. Bija adalah beras yang telah dicuci dengan air bersih, kemudian di tempelkan di kening

 

IMG-20160908-WA0039.jpg
Tebing batu kapur di lihat dari dekat. Captured by Fanni

Bagi yang nggak tau jalan, gunakan Google Maps yang sangat membantu dalam memberikan petunjuk arah.Untuk menuju GWK dan pantai yang ada di sekitarnya, yang penting temukan dulu Jl. By Pass Ngurah Rai (dekat dengan bandara), ikuti jalannya sampai menemukan lampu merah di pertigaan besar, kemudian belok kanan ke arah Jl. Raya Kampus Unud (Udayana). Waktu itu Saya masuk GWK bukan dari gerbang utamanya, melainkan lewat perumahan warga, melewati Gang Akutansi dan Pertanian, barulah akhirnya Saya sampai di Kompleks GWK.

Masih di hari yang sama, setelah melihat patung-patung mahakarya I Nyoman Nuarta, saatnya kita bermain air di Green Bowl Beach, Pantai Melasti, dan menikmati sunset di Pantai Jimbaran. Cerita Saya masih panjang di Rushpacker-an ke Bali, Banyuwangi dan Surabaya Dengan Cuti 3 Hari, so keep watching yaa…^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s