LIBURAN INSTAGRAMABLE DI MALANG #3 TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU

Untuk obyek wisata yang satu ini nggak perlu di ragukan lagi keindahannya. Kalian akan terkagum-kagum melihat kemegahan mereka. Saran Saya, datang langsung dan selamat menikmati pesonanya!

Memasuki wilayah TNBTS kendaraan yang boleh melintas hanya jip dan motor. Pintu masuk ke taman nasional ini dan sekaligus tempat penyewaan jip bisa dari Pasar Tumpang di Malang, Tosari di Pasuruan dan Desa Cemoro Lawang di Probolinggo.

Harga sewa jip bervariasi tergantung jarak tempuhnya menuju ke Penanjakan dan Bromo, dengan range harga sekitar 600-1,2 juta. Kalau Saya biasa naik dari Pasar Tumpang dengan sewa per-Jipnya 1,2 juta kapasitas 5 orang, maksimal 6 orang.

DSC_0518.JPG
Menunggu senja di Penanjakan (Juni 2015)

DSCF0685.JPG
Sunrise dari penanjakan (April 2016). Captured by Reno Ramadiandra

DSC_6792
Mentari pagi yang indah di Penanjakan (April 2016)

DSC_7548.JPG
Kabut pekat menyelimuti Bromo, sunrise-nya jadi nggak kelihatan (Juni 2016) taked at Penanjakan
DSC_0524
Masih di Penanjakan, Gunung Semeru terlihat jelas pagi itu (Juni 2015)
DSCF0690.JPG
Di tempat yang sama, pagi itu kabut sama sekali tidak menutupi landscape Gunung Bromo dan kawan-kawannya (April 2016) Captured by Reno Ramadiandra
DSC_7545.JPG
Langit pagi itu sungguh bersih, tapi kabut pekat masih menutupi Kaldera Bromo (Juni 2016) 
DSC_0527.JPG
Gambar di ambil dari Penanjakan 1 (Juni 2015)
DSC_6851.JPG
Selamat datang di Bukit Cinta (April 2016)
IMG_9813.JPG
Gumpalan-gumpalan awan masih menutupi Kaldera Bromo. Diambil dari Penanjakan 1 (Juni 2016)
DSC_6821.JPG
Situasi pagi Desa Cemoro Lawang yang masih tertutup kabut. Diambil dari Bukit Cinta (April 2016)
IMG_9809.JPG
Desa Cemoro Lawang diambil dari Penanjakan (Juni 2016)
DSC_0537
Lautan pasir yang masih lembab karena di basahi embun (Juni 2015)
DSCF0866.JPG
Pasir Bromo yang semakin tebal dan gembur sejak sering erupsi. Kalau harus mengendarai motor pas kesini akan sulit sekali jalannya kalau nggak pintar-pintar pilih pijakan pasir yang padat (April 2016). Captured by Reno Ramadiandra

DSC_7582.JPG
Bromo sangat ramai di musim liburan (Juni 2016)
DSC_0542.JPG
Asap putih bercampur uap air yang keluar dari perut Bromo. Foto diambil Bulan Juni 2015
DSC_6947.JPG
Kondisi Bromo di Bulan April 2016 setelah kembali erupsi. Sisi-sisi dinding puncaknya terlihat menghitam
DSC_7627.JPG
Asap bercampur material lain dari Kawah Bromo, terlihat semakin hitam (Juni 2016)
DSC_0553.JPG
Guratan-guratan Bromo (diambil dari Puncak Bromo, bulan Juni 2015)
DSC_7649.JPG
Abu tebal dari aktivitas Bromo yang menutupi permukaan tanah (Juni 2016)
DSC_0547.JPG
Tangga persembahan yang masih terlihat jelas warna dasarnya (Juni 2015)
DSC_7646.JPG
Setelah berulang kali erupsi, warna dasarnya tangga ini menghilang tertutup abu, pijakan-pijakannya juga hampir rata karena abunya terlalu tebal (Juni 2016)
DSC_6964.JPG
Pasir berbisik (April 2016)
DSCF0928.JPG
Selfie dari atas jip, dari Pasir Berbisik menuju Bukit Teletubies (April 2016). Captured by Reno Ramadiandra
DSC_0566
Juni 2015 Bromo memasuki musim kemarau
DSCF0931.JPG
April 2016 kondisi Bromo di musim hujan. Captured by Reno Ramadiandra
DSC_0563.JPG
Disaat nggak ada orang sama sekali, tapi Saya mau banget foto pemandangan yang ada “kita”nya (Juni 2015)
DSCF0945.JPG
Pose wajib dengan kendaraan ini (April 2016)

DSCF0877.JPG
Jadi, kapan mau ke B.R.O.M.O ? (April 2016)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s