SINDORO DAN SEGALA KEJUTANNYA (TERMAKSUD PUNCAK YANG PHP)

“Mendaki Gunung Sindoro berhasil membuat Saya mengeluarkan kata menyerah. Ampun Tuan Ndoro!”.

Saya ber-11 orang bertolak dari Jakarta menggunakan mini bus menuju Pos Pendakian Sindoro, di Kledung, Temanggung, Jawa Tengah. Karena rombongan Saya berangkat saat libur long weekend, bisa terbayang bagaimana kemacetan yang akan kami hadapi dan panjangnya perjalanan yang kami tempuh. Belum lagi ditambah dengan ramainya jalur pendakian dan area camp yang padat di Pos 3 Sindoro.

DSC_0474.JPG
Plang Pos Pendakian Gunung Sindoro di Jalan Raya Temanggung-Wonosobo

Bertolak pukul 9 malam, akhirnya kami baru sampai di Pos Pendakian Gunung Sindoro sekitar pukul 12 siang. Cape duduk belasan jam di jalan memang nggak bisa ditolak, tapi karena Saya manfaatkan dengan banyak tidur, makan, dan tidur lagi, jadi Saya nggak terasa cape begitu sampai di pos pendakian. (hitung-hitung hemat energi, heee…)

DSC_0477.JPG
Jalan menuju Pos 1 masih mulus sebelum akhirnya menemukan jalan yang rusak

Sesuai dengan perkiraan Saya, situasi pos pendakian siang itu begitu ramai. Beberapa dari mereka ada yang sudah turun dari Sindoro, dan banyak juga yang baru mau mendaki. Setelah istirahat, repacking, dan makan, kami memutuskan naik ojek untuk sampai ke Pos 1. Dan…..Petualangan Saya di Sindoro dimulai dari abang ojek yang bawa motornya super ngebut!

Saya nggak tau berapa kecepatannya, karena buat ngintip ke speedometer-nya aja Saya terlalu takut. Soalnya waktu itu Saya lagi fokus pegangan sekuat tenaga biar badan masih tetep di atas motor meskipun udah terpontang panting kesana kemari. (Nggak kebayang waktu itu kalau Saya sampai jatuh terperosok ke lahan orang. Lumayan bisa bikin badan keseleo, terus Saya nggak bisa mendaki. Kan nggak lucu).

Bayangin aja, track setapak berbatu yang nggak ada mulus-mulusnya dia libas gitu aja. Udah gitu pake nyalip nyalip segala lagi, diakan bukan supir metromini yang lagi ngejar setoran. Asli ngeri banget! Akhirnya karena saking ngebutnya, yang tadinya Saya berangkat di urutan belakang jadi yang paling pertama sampe di Pos 1. Gilaaaaaa……belum apa-apa Sindoro udah ngasih kejutan aja. Pfuihhh…..(jantung masih belum berdetak dengan normal).

Pos 1 – Pos 2 (1 Jam jalan santai plus foto-foto)

Pos ini berada di kontur yang menanjak. Kondisi tanah merah yang sedikit gembur ketika kering tapi lumayan licin saat terguyur hujan. Di kanan kiri adalah pemandangan hutan pegunungan. Vegetasi belum terlalu padat. Jalan akan terus menanjak secara perlahan. Beberapa kali kita akan menemui jalan bercabang, ikuti saja papan petunjuknya karena disetiap percabangan sudah ada petunjuk jalan.

IMG_20160206_141726.jpg
Tiba di Pos 1, jantung masih berdebar debar gara-gara tukang ojek
IMG_20160206_143016.jpg
Mari kita mulai perjalanan ini 🙂
IMG-20160207-WA0007
Pose dulu yang semangat
IMG_20160206_151102.jpg
Tracknya mulai kelihatan wujudnya 🙂
IMG_20160206_151752.jpg
Lumayan bikin dengkul lemes (1)
IMG_20160206_152136.jpg
Pose dulu di ujung tanjakan. Dibawa senyum aja tracknya 🙂

Pos 2 – Pos 3 (2-3 Jam)

Pos 2 berada di area datar yang cukup lapang. Vegetasi di kanan kiri jalan mulai padat.

IMG_20160206_155852.jpg
Kompak istirahat di Pos 2
IMG_20160206_160033.jpg
Kondisi sekeliling di Pos 2
IMG_20160206_161945.jpg
Mari kita jalan. Lumayan bikin dengkul lemes (2)
IMG_20160206_173323.jpg
Pijakan pijakannya tinggi tinggi banget

Pos 3 – Pos 4 (2 Jam)

Perjalanan ke Pos 3 lumayan panjang banget. Medan menanjak yang dihadapi akan sangat bervariasi. Tapi rasa lelah akan terbayar begitu kalian bisa melihat landscape Kota Temanggung dan sekitarnya serta gagahnya Gunung Sumbing yang akan kalian lihat begitu keluar dari hutan gunung.

IMG-20160207-WA0010
Hampir sampai di Pos 3
IMG-20160207-WA0001
Jalannya ampun, nggak ada bonusnya. Bikin dengkul lemes (3)
DSC_0485.JPG
Pemandangan punggungan gunung yang kelihatan setelah keluar hutan gunung (menuju ke Pos 3)

Waktu itu, Saya dan rombongan baru keluar dari hutan gunung (sekitar 300 meter mendekati pos 3) menjelang sore. Dari ufuk barat, Saya bisa melihat sedikit rona matahari yang mau terbenam.

DSC_0499.JPG
Ini dia pemandangan yang ditunggu-tunggu. Indah banget kannn
DSC_0492.JPG
Istirahat dulu, jangan lupa foto. Lumayan ngendorin otot kaki 🙂
DSC_0497.JPG
Nggak lupa foto dengan background pemandangan ini

Yang bikin syahdu, saat Saya dan beberapa pendaki lain saling duduk terdiam, menikmati hari berganti malam sambil mendengar kumandang Adzan Maghrib yang menggema ke seluruh penjuru. Rasanya tuh…nyessss….adem, damai…syahdu banget…

DSC_0500
Suasana yang bikin syahdu hati

Pemandangan pagi terindah yang pernah Saya lihat

DSC_0504.JPG
Sedikit berawan di pagi hari
DSC_0512.JPG
Halo semesta, Saya bahagia sekali hari ini 🙂
DSC_0538
Pemandangan yang langsung terlihat begitu buka tenda
IMG_20160207_072815
Berlatarbelakang bukit-bukit Sindoro yang masih harus di jelajahi

Pos 4 – Pos 5 (2 Jam)

Beberapakali melihat bukit dan bukit lagi, ternyata Puncak Sindoro bukan di salah satu bukit itu, karena sebenarnya Puncak Sindoro itu sangat PHP

DSC_0544.JPG
Di balik bukit masih ada bukit lagi. Jangan sedih 😦

 

DSC_0547.JPG
K.E.R.E.N // I.N.D.O.N.E.S.I.A//S.I.N.D.O.R.O
IMG_20160207_075349
 K.E.R.E.N // S.I.N.D.O.R.O
IMG_20160207_080214.jpg
Terus panjat batu batunya, terus naik dan jangan menyerah
IMG_20160207_080513.jpg
Belum sampai di Pos 4, Saya akhirnya mengucapkan kata menyerah
IMG_20160207_082508.jpg
Tapi Saya coba untuk terus jalan pelan pelan
IMG_20160207_092113.jpg
Di antara rerumputan dan kabut
IMG_20160207_094856.jpg
Akhirnya sampai juga Saya di Pos 4 !!!
IMG_20160207_094750.jpg
Pose dulu lah biar nggak lelah 🙂
IMG_20160207_095232.jpg
Masih harus terus berjalan, nggak tau puncak udah deket atau masih jauh

Pos 5 Puncak Sindoro

Akar akar pepohonan, semak-semak kering, dengan kondisi tanah berbatu. Kalau sudah mencium bau belerang, berarti kalian sudah hampir mendekati puncak. Oh ia penting untuk sampai di sini sebelum pukul 12 siang karena setelah jam itu asap belerangnya mulai naik dan berbau tajam. Masalah cuaca juga nggak boleh di sepelein, karena kalau tertutup kabut, track turunnya itu bisa sampai nggak kelihatan,terus kalau hujan PR banget karena jalannya licin (udah gitu undakan-undakannya kan agak tinggi-tinggi) kalau tadi repot pas naik, sekarang dobel repotnya pas turun.

DSC_0566.JPG
Kondisi di sekitar Puncak Sindoro
DSC_0571.JPG
Awannya bergulung gulung
DSC_0552.JPG
Kondisi puncak saat berkabut. Track turun jadi nggak kelihatan
IMG-20160212-WA0002.jpg
Padahal tinggal 100m lagi sampai puncak. Tapi apa daya, gara-gara penyakit gunung Saya kumat, dan nggak tahan sama bau belerangnya, jadi Saya memilih duduk di batu yang sangat nyaman seperti kursi 🙂

Tapi kesimpulan dari perjalanan ini, terima kasih Tuan Ndoro karena telah mempersilahkan Saya dan teman-teman mampir ke rumah mu yang sangat indah. Kapan kapan ke sini lagi dan nge-camp di pos 3, duduk di depan tenda sambil minum jahe panas terus bernyanyi kecil mengikuti alunan lagu ditemenin kelipan bintang di langit dan romantisnya citylight Kota Temanggung dan sekitarnya dari ketinggian. Nice to meet you, Ndoro

IMG_20160207_073803.jpg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s