KEDIRI DAY #1 : GEREJA MERAH, MONUMEN PANGLIMA BESAR JENDRAL SUDIRMAN, GUA MARIA PUHSARANG, AIR TERJUN BESUKI

Udara pagi Kota Kediri langsung menyergap begitu kami turun dari KA Matarmaja. Akhirnya setelah 13 jam duduk di kereta (ngobrol, makan, tidur, foto, tidur lagi) sampai juga kami di kota ini (sambil merenggangkan otot-otot).

Saya dan Rora langsung menuju pintu keluar stasiun dan mencari becak yang mau mengantar kami ke Jalan Veteran, Kecamatan Mojoroto. Ukuran becak di Kediri agak lebih tinggi dan besar, berbeda dengan becak Jakarta yang diisi 2 penumpang aja sempit (lumayan nggak nyiksa, soalnya badan dan tas kami besar-besar).

Naik becak subuh-subuh melintasi Jalan Brawijaya-Kediri asik juga. Udaranya seger tapi nggak sampai dibuat kedinginan. Sambil liat-liat bangunan sekitar (yang didominasi perkantoran & toko), Rora asik bernonstalgia karena dia udah lama banget nggak ke kota ini.

Becak yang dikayuh sekuat tenaga (nggak tega sama bapaknya) sampai di Pertigaan Kertosono-Kediri. Jalan ini membuat Saya panik karena kendaraan yang lewat adalah truk besar dan ngebut-ngebut. Namun situasi kembali tenang begitu kami menyeberangi Sungai Brantas, dan sampai di Jalan Raya Veteran.

Enaknya traveling sama teman yang punya saudara ditempat yang kita tuju itu ngebantu banget buat menghemat budget penginapan, transport atau makan (nggak tau diri banget ya, Hhe ^^)

Destinasi pertama sesampainya di Kediri adalah Gereja Merah yang letaknya nggak jauh dari Bundaran Taman Sekartaji. Berhubung di rumah tantenya Rora ada 2 sepeda, Rora mengajak Saya untuk berkeliling naik sepeda.

DSC_1527
Kerkeeraad Der Protestanche Te Kediri (nama asli Gereja Protestan Barat GPIB) dibangun awal abad ke-19 yang menyimpan injil kuno dari peninggalan tahun 1867. Dulunya gereja ini berwarna putih gading, untuk menghemat biaya perawatan makanya gereja ini di cat merah semua, sehingga disebut Gereja Merah.

Kami memilih berfoto dengan latar belakang Gereja Merah dari alun-alun Kota Kediri. Karena terlalu fokus ke Gereja Merahnya, kami tidak terlalu memperhatikan monumen yang ada di situ. Saya sempat selfie dengan monumen tersebut tapi nggak tau pasti itu monumen apa (pikir Saya itu pasti tokoh atau pahlawan dari Kota Kediri).

DSC_1525.JPG
Monumen Panglima Besar Jendral Sudirman di Alun-alun Kediri tepatnya di Bundaran Taman Sekartaji

Pas Saya liat-liat lagi fotonya di rumah, Saya baru ngeh kalau itu adalah Monumen Panglima Besar Jendral Sudirman ketika Saya mencari tahu tentang sosoknya, dan membaca jalur gerilya perangnya.

DSC_1523.JPG
Monument perjuangan gerilya Jendral Sudirman selama tujuh bulan menempuh seribu kilometer, bersama pasukan dan dokter pribadi. Di Kediri Jendral Sudirman menyusuri lereng Gunung Wilis hingga Nganjuk 

DSC_1540.JPG
Pagi hari di pinggir Sungai Brantas

DSC_1538.JPG
Pemandangan Gunung Klotok yang seperti wajah seseorang sedang tidur

Selama nge-gowes Saya melihat sekumpulan orang berseragam pada naik ke sebuah mobil, nggak lama Rora bertanya ke Saya, “Kamu tau nggak orang-orang itu mau kemana?” Saya jawab mau ke pasar atau ke pabrik. Dan ternyata mereka adalah karyawan dari PT Gudang Garam.

Saya minta Rora untuk mampir ke pabriknya, siapa tau kita bisa melihat proses pembuatan sebatang rokok. Kemudian Rora mengajak Saya menyusuri Jalan Kertosono-Kediri. Setelah ngegowes lumayan jauh, Saya melihat gedung yang di muka bangunannya terdapat huruf GG besar berwarna merah. Komplek gedung itu terlihat besar dan luas ke belakang. Karena belum mencari info apakah boleh ke dalam, kami jadinya cuma melihat kesibukan pagi mereka dari seberang jalan raya.

Di Kediri ada Gua Maria yang mirip seperti di Lourdes, tepatnya di Puhsarang, Semen. Akses kesana lumayan mudah dan gampang di ingat, tapi nggak ada angkutan umum. Saran Saya sewa kendaraan aja, karena objek objek wisata yang ada di Kediri jaraknya lumayan-lah, dan aksesnya nggak susah-susah amat kok (modal google map dan bertanya pasti sampai tujuan).

DSC_1573.JPG
Gua Maria Puhsarang, Semen-Kediri

Akses ke Gua Maria Puhsarang kalau dari Jalan Raya Veteran, Kec. Mojoroto arahkan kendaraan sampai di pertigaan (belok kiri) ke Jl. Dr Sahardjo, terus saja ikutin jalan sampai ketemu pertigaan dan Terminal Tamanan (belok kanan) ke Jalan Argowilis. Pemandangan Gunung Klotok yang sebelumya cuma Saya liat dari jauh kini percis di sebelah saya. Panorama lainnya yang akan kalian nikmati adalah Perbukitan Maskumambang dan Gunung Wilis yang hijau dan asri. Ikuti jalan sambil melihat papan arah menuju Jalan Raya Puhsarang.

DSC_1615.JPG
Tapak depan Gereja Puhsarang

DSC_1572
Altar tempat Romo memimpin misa

DSC_1567.JPG
12 sumber mata air yang bisa langsung di minum

DSC_1598.JPG
Diorama jalan salib di Gereja Puhsarang. Dikelilingi pohon yang rindang. Suasana sangat hening, sehingga sangat khusyuk untuk merenungkan sengsara Yesus kristus

DSC_1611.JPG
Background meja altar yang unik, dengan diorama sebuah kota, terlihat tempat Yesus di salib, dan ada kubur batu di sana. Percis di atasnya ada gambar Burung Merpati

 

DSC_1606.JPG
Banyak penjual souvenir di sini

DSC_1614.JPG
Tempat misa lainnya yang ada di komplek Gereja Puhsarang

Objek wisata lainnya adalah Air Terjun Dolo dan Air Terjun Ironggolo di kawasan wisata Besuki. Jadi habis dari Puhsarang kalian bisa sekalian ke air terjun ini, karena rutenya searah. Air Terjun Dolo posisinya lebih jauh dari Air Terjun Besuki. Kondisi jalan beraspal naik turun bukit (jalur ini rawan longsor, hati-hati di saat musim hujan), pemandangannya perbukitan hijau dan bisa melikat Kota Kediri dari atas. Karena nggak memungkinkan untuk ke Air Terjun Dolo (kesorean dan masih 1 jam perjalanan lagi dari Besuki), kami memutuskan untuk ke Air Terjun Besuki, patokannya nggak jauh dari Stasiun Transmisi Indosiar Kediri.

IMG_20151211_135959.jpg
Sejauh mata memandang melihat perkebunan warga (pemandangan menuju Air Terjun Besuki)

IMG_20151211_141700.jpg
Pepohonan di tanah yang rawan longsor

IMG_20151211_150353.jpg
Pendopo di area parkir Air Terjun Ironggolo kawasan wisata Besuki

IMG_20151211_144056.jpg
Air terjunnya tidak terlalu deras dan besar, tapi cukup unik karena airnya terjun dari susunan susunan batu yang seperti di pahat

IMG_20151211_144139.jpg
Air terjun ini tutup pukul 4 sore. Situasi disekitarnya hutan dengan pepohonan yang rimbun

IMG_20151211_143621.jpg
Untuk mencapai air terjunnya, kita hanya tinggal mengikuti jalan yang telah di semen. Dari parkiran jalannya juga nggak terlalu jauh, sekitar 15 menitan.

Belum ke Kediri kalau nggak mampir ke Gunung Kelud, Simpang Lima Gumul, dan jalan-jalan pagi di Dhoho Car Free Day. Cuti 3 hari (Kamis, Jumat, Senin) untuk keliling Kediri cukup memuaskan hasrat kalian yang pingin banget liburan. Ditunggu sambungan cerita selanjutnya, ya^^

DSC_1632.JPG

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s