Liburan ke Wonosobo & Temanggung Tanpa Cuti – 3 (Posong, Embung Kledung & Baturraden)

Posong, Embung Kledung dan Baturraden adalah destinasi terakhir di ‘Liburan ke Wonosobo dan Temanggung tanpa cuti’.

Posong, ku Jatuh Cinta!

Posong yang terletak di Jalan Raya Parakan Wonosobo, Desa Tlahap, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung adalah objek wisata alam yang terletak di antara Gunung Sumbing dan Sindoro.

DSC_1405[1].JPG
Dari gang pinggir jalan, untuk sampai ke Posong kalian akan melintasi perkebunan sayur dan Tembakau.

Kalau Saya perhatiin, Posong itu sudah berada di kawasan kaki Gunung Sindoro, karena waktu Saya tanya ke penduduk sekitar, kalau mau ke Sindoro salah satu aksesnya bisa juga dari Posong yang memakan waktu sekitar 5-6 jam perjalanan. Pagi itu Saya juga bisa melihat dengan jelas tenda pendaki yang ada di Pos 3 Sindoro.

IMG_20151122_084014[1].jpg
Gunung Sindoro terlihat jelas dari sini. Karena cuaca cerah Saya bisa melihat tenda pendaki yang ada di pos 3.

Wisata Alam Posong terkenal dengan sunrisenya yang indah, karena matahari terbit di antara jajaran pegunungan Merbabu, Merapi dan Sumbing.

DSC_1407[1].JPG
Gunung Merbabu, Merapi dan Sumbing dalam satu frame

Kalau ketinggalan melihat sunrise, jangan khawatir karena Posong itu tempatnya sangat memanjakan mata, memiliki spot foto yang bagus bagus dengan background 2 gunung, serta hijaunya perkebunan sayur warga dan juga Tembakau.

DSC_1437[1]
Pemandangan di depan gazebo langsung menghadap ke pemandangan Kota Temanggung dan Gunung Sumbing
DSC_1454[1].JPG
Lahannya masih pada kosong karena Tembakaunya sudah panen

Ngomong-ngomong soal Tembakau, ternyata Tembakau di Temanggung termaksud yang ditanam di Posong, dikenal sangat berkualitas dibanding dari daerah manapun, dan panen rayanya itu jatuh di bulan Agustus hingga Oktober di setiap tahunnya.

IMG_20151122_085030[1].jpg
Di perkebunan Tembakau Posong 
IMG_20151122_085512[1].jpg
Berfoto dengan Bunga Tembakau

Selain keindahan alamnya, Posong juga memiliki paket wisata Posong Camp Site, outbond, curug, sunrise, Watu Kelir, dan masih banyak lagi. Untuk melihat detailnya, kalian bisa buka www.posong-indonesia.com

DSC_6335.JPG
Tiket masuk ke Posong sebesar 7ribu per orang

Selama di Posong jangan khawatir perut lapar, dan bingung mau buang air, karena di sini ada warung makan dan kopi, toilet, juga gazebo yang menghadap langsung ke pemandangan Kota Temanggung dan Gunung Sumbing.

DSC_1446[1].JPG
Gazebo yang asik untuk ngobrol atau makan sambil melihat pemandangan alam

Duduk di gazebo, dengerin lagu, ngobrol ngobrol santai di temenin kopi, teh atau mie instant sambil menikmati indahnya pemandangan, udah nikmat banget. Apalagi di tambah semilir anginnya yang seger, terus suasananya yang tenang. Bikin betah.

IMG_20151122_090908[1].jpg
Pemandangannya bagus, bikin betah buat foto 🙂

Terus kalau yang mau camping, ada areal tanah kosong yang tidak terlalu luas, yang terletak di antara perkebunan Tembakau. Area camp ini juga menghadap langsung ke pemandangan Kota Temanggung dan Gunung Sumbing.

Yang suka camping, hunting pemandangan bagus, suka foto-foto, tanpa harus cape-cape mendaki, Posong udah jadi jawaban yang tepat banget. Kenapa, karena pemandangan alam yang akan kalian lihat itu nggak kalah seperti saat mendaki gunung. Malam harinya kalian bisa melihat lautan lampu kota langsung dari depan tenda. Paginya juga bisa menikmati sunrise dari dalam tenda. Lihat ke depan ada Gunung Sumbing, nengok ke belakang ada Gunung Sindoro. Mau ke toilet deket, kalau nggak mau repot-repot masak, ada paket yang menyediakannya. Makanya coba deh tanya tanya langsung ke www.posong-indonesia.com

IMG_20151122_085617[1].jpg
Pantesan Tembakau disini terkenal kualitasnya. Tempatnya bagus, udaranya bersih, Tembakaunya jadi seneng deh, nggak bosen selama nunggu di panen. hhe 🙂
Buat Saya pribadi, Posong itu sederhana tapi bikin jatuh cinta bangett. Posong Im in Love.

IMG_20151122_085424[1].jpg
Posong aku padamu!

Embung Kledung, Sumber Air di Musim Kemarau

Puas galau galauan di tengah keindahan Posong, saatnya melihat Embung Kledung si penadah air hujan di Desa Kledung, Kecamatan Kledung, Temanggung.

DSC_7303.JPG
Tiket masuk 2000 per orang

Untuk menuju ke Embung Kledung, arahkan kendaraan kalian ke Jalan Raya Parakan Wonosobo (keluar dari Posong sampai menemukan jalan Raya Parakan, lalu belok kanan) laju kendaraan kalian pelan pelan saja, karena letak gang masuk Embung Kledung tidak terlalu jauh dari gang masuk ke Posong (sekitar 500m). Gang masuk Embung Kledung itu bersebelahan dengan TPU (taman pemakaman umum) Kledung yang ada di sebelah kanan jalan (kalau ke arah Wonosobo).

Gang itu akan membawa kalian masuk ke permukiman warga, tinggal ikuti papan petunjuk saja (karena disetiap persimpangan sudah tersedia petunjuk arah), sampai kalian menemukan area lapang perkebunan warga, di sana juga ada lapangan yang cukup luas untuk tempat parkir.

DSC_1458[1].JPG
Gunung Sumbing yang gagah

Sesampainya di sana kalian akan disambut dengan tulisan EMBUNG KLEDUNG bercat kuning yang sekelilingnya di hiasi tanaman Arachis Pintoi (tumbuhan merambat dengan bunga kecil berwarna kuning terang).

DSC_1459[1].JPG
Embung Kledung dan bunga yang menghiasinya
IMG_20151122_094621[1].jpg
Welcome to Embung Kledung

Embung memiliki arti cekungan yang digunakan untuk mengatur dan menampung air hujan. Kledung sendiri merupakan nama daerahnya. Embung Kledung memiliki fungsi yang sesuai dengan namanya, merupakan tempat menampung air hujan, sebagai cadangan kebutuhan air di musim kemarau. Air hujan ini lalu digunakan petani/penduduk untuk mengairi lahan di musim kemarau.

DSC_1463[1].JPG
Petakan petakan lahan pertanian warga
DSC_1470[1].JPG
Gunung Sumbing
DSC_1466[1].JPG
Gunung Sindoro

Pemandangan Embung Kledung juga sangat indah, masih di dominasi pemandangan kokohnya Gunung Sindoro dan Sumbing, serta petakan petakan lahan pertanian dan perkebunan warga.

DSC_1467[1]
Diapit diantara dua gunung, Sumbing dan Sindoro

Di sekeliling embung ini disediakan tempat duduk yang terbuat dari beton, cuma nggak semua tempat duduknya adem, disini jarang pohon, jadi kalau siang-siang kesini lumayan panas juga.

IMG-20151129-WA0000[1].jpg
Jarang pohon jadi agak panas kalau siang hari

Setelah berkeliling, di pojokan embung ada pohon yang cukup rindang dan juga ada warung, istirahat sebentar sambil ngobrol ngobrol, kalau mau foto-foto juga silahkan, yang mau ngelamun sambil lihat pemandangan ditemani semilir angin, juga boleh.

IMG_20151122_100912[1].jpg
Keliling Embung Kledung untuk melihat keindahannya dari sisi lain (latar Gunung Sg Sumbing)

KA Begawan tujuan Pasar Senen akan berangkat pukul 18:38 dari Stasiun Purwokerto, sedangkan kami masih memiliki satu destinasi lagi sebelum balik ke jakarta, yaitu Baturraden. Perjalanan dari Temanggung ke Baturraden lumayan jauh, menghabiskan waktu 3-4 jam perjalanan. Jadi, biar semuanya sesuai jadwal, kami memilih tidak terlalu lama di Embung Kledung dan langsung berangkat ke destinasi selanjutnya.

Kisah Si Batur dan Raden di Baturraden Purwokerto

Baturraden terletak di sebelah utara Kota Purwokerto dan berada di lereng sebelah selatan Gunung Slamet, jadi tidak heran kalau udara di sini sangat sejuk.

DSC_7304.JPG
Tiket masuk sebesar 14ribu per orang
DSC_1476[1].JPG
Peta wisata alam yang ada di Baturraden

Memasuki lokawisata ini kalian akan disambut 5 patung punakawan (Petruk dan teman temannya) yang berdiri di dekat pintu masuk.

DSC_1475[1].JPG
Pintu masuk akan disambut oleh lima punakawan

Setelah melewati pemeriksaan tiket, kalian akan melihat pesawat terbang yang ‘bertengger’ di atas tanah tepat disebelah pintu masuk, ternyata pesawat terbang jenis Foxer 28 milik Garuda Indonesia ini dimanfaatkan sebagai teater film yang menayangkan tentang alam dan budaya Indonesia.

Berjalan ke dalam kalian akan melihat patung pria dan wanita dengan pose sedang menari, konon dikisahkan mereka ini adalah si Batur dan Raden. Saya pribadi sering mendengar lokawisata Baturraden, tapi tidak pernah ‘ngeh’ kalau huruf ‘r’ ditengahnya itu double, yang berasal dari ke dua nama tersebut.

Dikisahkan Batur (yang berarti pembatu) dicintai oleh Raden (putri bangsawan). Mereka saling mencintai dan menjalin kasih asmara diam-diam karena hubungan keduanya tidak direstui sang raja. Suatu hari mereka kabur dan beristirahat di dekat sungai, lokasi mereka beristirahat sangat sejuk dengan pemandangannya yang asri, mereka sangat menyukainya. Akhirnya mereka membina keluarga disini, dan kini tempat tersebut dikenal dengan nama Baturraden (pembantu dan bangsawan).

Baturraden itu luas banget, kalau kalian kuat, kalian bisa tracking sampai ke pancuran 7, dekat dengan pos pendakian ke Slamet via Baturraden. Cuma karena terhambat waktu, kami hanya main main di Cascade alam yaitu air mancur yang tinggi banget.

DSC_1477[1].JPG
Cascade Alami yang memiliki kekuatan semprot super tinggi, karena air mancurnya tinggi banget
DSC_1480[1].JPG
Air mancur yang tinggi banget

Setelah itu bermain air di sungai yang dekat air terjun. Kalau lapar di dalam Baturraden banyak penjual makanan dan minuman, salah satunya sate kelinci, gorengan-gorengan dan pecel.

DSC_1483[1].JPG
Main air sungai yang jernih banget
IMG_20151122_144114[1]
Welcome to Baturraden
DSC_1487[1].JPG
Air terjun yang turun diantara 2 batu besar. Kadang suka ada atraksi terjun bebas ke sungai (tapi kita harus membayar mereka dulu)
DSC_1488[1].JPG
Air yang sangat jernih

Setelah nyemil tempe goreng, kalian bisa naik ke jembatan beton dengan atap berwarna merah. Dari atas jembatan kalian bisa melihat panorama lebatnya hutan yang mengelilingi tempat ini, dan juga bisa melihat aliran sungai dengan batu-batu yang sangat besar di bawahnya.

IMG_20151122_150645[1].jpg
Tangga menuju jembatan
IMG_20151122_144856[1].jpg
Jembatan yang sudah dibuat lebih kokoh dari sebelumnya. Tetapi di jembatan tersebut tetap masih diberikan papan peringatan untuk batas maksimal orang yang ada di jembatan

Hujan sempat mengguyur tempat ini, dan pula hari juga semakin sore, peringatan agar pengunjung segera meninggalkan tempat wisata berkumandang, karena memang Baturraden ini tutup pukul 5 sore.

Liburan tanpa cuti keliling Wonosobo dan Temanggung sudah berakhir, saatnya kembali ke Jakarta dan bersiap untuk merencanakan perjalanan lagi, hheee…

Dibuang sayang,

Kami menginap di Desa Jumo, saat dalam perjalanan menuju Kledung, di jalan Raya Ngadirejo-Jumo kami melihat pemandangan alam yang indah banget, hamparan sawah membentang luas lalu ada 2 Gunung, Sindoro dan Sumbing di belakangnya.

DSC_1402[1]
Pemandangan sawah, saung, dan Gunung Sumbing Sindoro

Pemandangan alam ini seperti gambar anak anak SD saat di suruh menggambar pemandangan.

DSC_1399[1]
Ibu bertopi caping pergi ke sawah
DSC_1396[1].JPG
Sekolah yang terletak di antara perkebunan jagung dan masih dengan latar belakang Gunung Sumbing dan Sindoro
IMG_20151122_063838[1].jpg
Lihat pemandangan seindah ini, siapa yang nggak tahan buat langsung foto
IMG_20151122_063851[1].jpg
Terimakasih Purwokerto, Wonosobo dan Temanggung untuk keindahan alamnya. See you byee byee 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s