RHYTHM OF SUMMER #4 RANU KUMBOLO YANG SELALU MEMPESONA

Akhirnya perjalanan ini akan membawa gw berkemah di tengah padang di musim panas.

DSC_0581.JPG

Gw mengibaratkan Bromo-Semeru seperti 2 sejoli dengan kisah cinta abadi sepanjang masa. Mereka romantis. Mereka kuat. Mereka memiliki daya tarik. Bromo sampai kapanpun akan selalu menarik hati setiap pengunjungnya.

Pertigaan Jemplang akan membawa gw ke destinasi selanjutnya. Ranu kumbolo di Semeru adalah klimaks perjalanan gw selama berada di Malang.

DSC_0629.JPG

Bisa ke Bromo dan akhirnya ke Semeru merupakan impian gw sejak lama. Sebelum tempat ini menjadi seterkenal sekarang, gw hanya bisa melihat keindahan mereka lewat foto yang gw search di Google.

DSC_0641

Selama di perjalanan, udah layak banget kalau gw harus terus-menerus mengucap syukur karena kagum melihat keindahan mereka. Hati terus bergejolak, bibir selalu melengkungkan senyum, meski cape nggak bisa di pungkiri karena naik motor dari Batu-Malang hampir 11 jam.

Keindahan yang gw nikmati ini baru secuil dari keindahan-keindahan lainnya yang ada di Indonesia. Setiap tempat memiliki caranya tersendiri untuk bisa memikat hati. Menurut gw pribadi, justru disinilah yang membuat gw kangen untuk terus jalan dan jalan lagi.

Setelah melewati jalan yang rusak parah dari Jemplang ke pertigaan Jemplang, akhirnya gw bisa menikmati jalan mulus menuju ke Desa Ranu Pane. Kondisi jalan beraspal dengan lebar sekitar 3-4 meter dengan pemandangan yang aduhai membuat gw terlena.

DSC_0569

Di sebelah kanan gw, Puncak Mahameru dengan semburan gas khasnya terlihat menyapa, sedangkan di sisi kiri gersangnya Kaldera Bromo terlihat kontras dengan birunya langit. Cuma, kok ya jalan ini nggak ada pembatasnya ya? Langsung banget bersebelahan sama jurang Kaldera Bromo dengan tinggi puluhan meter.

DSC_0565
DI UJUNG TEBING ITU ADA JALAN, AKSES MENUJU DESA RANU PANE. KEBAYANG KAN TINGGINYA DINDING JURANG INI.

Tapi waktu gw lewat sana, gw nggak merasa takut karena cuma kita yang melintasi jalan itu. (di ceritain temen yang naik jip, dia takut banget kalau harus pas-pasan dengan jip lainnya. Otomatis di jalan yang sempit, jip-jip itu harus berbagi jalan. Terus yang bikin shock-nya lagi, jip yang temen gw tumpangi itu sempet-sempetnya putar balik. Bisa kebayang dong putar balik di antara 2 jurang yang tingginya puluhan meter).

Memasuki daerah di mana kanan kiri hutan lebat, sepintas gw melihat plang bertuliskan “hati hati area melintas hewan” gw jadi mikir, hewan apa yang akan tiba tiba melintas di depan gw (tapi untungnya nggak ada hewan yang menampakkan dirinya).

Ternyata akses jalan ini nggak sepenuhnya mulus, mendekati rumah warga di Ranu Pane, kondisi jalannya malah rusak parah, berbatu dan harus hati hati agar motor tidak oleng.

Desa ini dikelilingi bukit-bukit yang hampir sepenuhnya di tanami daun bawang, kentang, atau kol. Sempat terbesit bagaimana jadinya bukit ini kalau lagi musim hujan.

Setelah menitipkan motor, sehari semalam (bayar 10ribu) kami menuju ke pos pendakian. Di sana bersama dengan teman pendaki yang lain kami mendengar penjelasan ranger tentang seluk beluk peraturan dan etika mendaki Gunung Semeru. Sama seperti di gunung lainnya, kita harus mengisi simaksi dan di cek barang bawaannya apakah lengkap (jaket,matras,sepatu,tenda,dsb)

DSC_0606[2].JPG
SURAT PERNYATAAN UNTUK PENDAKI. TULISKAN SEMUA NAMA TEMANMU YANG IKUT MENDAKI SAAT ITU
DSC_0607[1].JPG
DAFTAR PERLENGKAPAN DAN PERBEKALAN. SEMUA BEKAL YANG DI BAWA HARAP DI RINCI, KARENA NANTI PAS TURUN SEMUA SAMPAH AKAN DI CEK PETUGAS  BEDASARKAN DATA INI

Pukul 12 tepat kami memutuskan untuk memulai pendakian. Kami nggak jalan bareng pendaki yang lain, jadi agak sepi. Gw dan Fadli ngobrol santai melintasi perkebunan daun bawang warga. Sampai di plang “selamat datang di jalur Pendakian Semeru” gw jadi mikir, kuat nggak ya kaki gw untuk sampai di Ranu Kumbolo. Karena paha, dengkul udah lemes duluan di perjalanan sebelumnya.

Gw memantabkan hati. Jalan aja pelan-pelan, nanti juga sampai. Jalan sama Fadli yang udah sering ke Semeru, gw jadi sedikit menyeimbangkan kecepatan dia. Selemah dan capenya gw jalan, tapi jangan sampe terlalu lama istirahat dan menghabiskan waktu di jalan sebelum sampai pos.

DSC_0571.JPG
ISTIRAHAT DULU DI POS 1

 

DSC_0572
SEMANGKANYA CEPET LAKU. COCOK BANGET DEH DI JUAL DI SINI. HARGA CUMA 2500

Pos 1 ke pos 2 jaraknya tidak terlalu jauh dengan kondisi jalan yang masih landai. Dari basecampe ke pos 1 menghabiskan waktu sekitar 1 jam. Dari pos 1 ke pos 2 kita melipir bukan lewat watu rejeng tapi lewat bawah dan harus mendaki terus lanjut ke pos 3 memakan waktu sektar 1,5 jam.

Nah, baru pas sampai pos 3, ada tanjakan yang curam dan cukup menghabiskan tenaga banget. Makanya sebelum gw naik tanjakan itu, gw istirahatnya cukup lama. Di penghujung tanjakan, jalanan akan landai untuk mengantar kita ke pos 4 Ranu Kumbolo. Total dari basecamp ke Ranu Kumbolo membutuhkan waktu sekitar 4 jam.

DSC_0577
PEMANDANGAN YANG DITUNGGU-TUNGGU SETELAH DI PHP-IN SAMA TRACK YANG BERLIKU

Akhirnya gw sampai di Ranu Kumbolo!! Seneng banget akhirnya sampe. Tenaga gw udah habis! Gw mau tidur! Tambah seneng karena nggak banyak pendaki, jadi nggak sumpek.

DSC_0575.JPG
BAGUS BANGET. NGGAK NYANGKA DI BALIK BUKIT ADA TEMPAT SEINDAH INI

 

DSC_0582
SORE HARINYA KABUT PEKAT LANGSUNG TURUN. NGGAK LAMA HUJAN TURUN, BESERTA ANGIN KENCANG DAN PETIR

Sekitar pukul 6 sore kabut pekat turun, hujan deras beserta angin lalu petir terjadi sepanjang malam. Berharap bisa lihat fullmoon dan milkyway dari Ranu Kumbolo, sirna! Ya sudahlah, mungkin ini cara Semeru menyapa gw. Karena seminggu yang lalu Fadli ke sini cuaca setiap malam cerah, dan baru kali ini hujan.

DSC_0585.JPG
TAPI PAGI HARINYA KUMBOLO MENYAPAKU LEMBUT
DSC_0590.JPG
NGGAK BERTAAN LAMA TERNYATA KARENA KABUT MASIH TURUN 😦
DSC_0600
TANJAKAN CINTA TANPA TERTUTUP KABUT. SEPI BANGET YA
DSC_0595.JPG
AYO. SEBENTAR LAGI CERAH. KABUT PERGILAH!

 

DSC_0599.JPG
AKHIRNYA KABUT PERGI JUGA. TERIMA KASIH TELAH MEMBERIKAN PEMANDANGAN YANG INDAH
DSC_0628.JPG
TERNYATA MATAHARINYA TERIK JUGA
DSC_0611
ORO-ORO OMBONYA LAGI KERING.
DSC_0613
MAHAMERU MENGINTIP MALU
DSC_0616
JALAN JALAN PAGI. MEMUASKAN SELURUH PANCA INDRA
DSC_0631.JPG
BERTEMU TEMAN BARU DARI MALANG DAN BANYUWANGI. KI-KA : GW, HAPPY, ECHA, YUSI
DSC_0637.JPG
POSE WAJIB DENGAN BACKGROUND 2 BUKIT INI

 

DSC_0644
SAMPAI BERJUMPA LAGI RANU KUMBOLO. TERIMA KASIH TELAH MENYAMBUTKU DENGAN RAMAH
IMG-20150607-WA0002[1]
BERSAMA SAHABAT MENCARI DAMAI, MENGASAH PRIBADI MENGUKIR CINTA. MAHAMERU SAMPAIKAN SEJUK EMBUN PAGI. MAHAMERU BASAHI JIWAKU YANG KERING. MAHAMERU SADARKAN ANGKUHNYA MANUSIA…PUNCAK ABADI PARA DEWA. DEWA 19 – MAHAMERU

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s