RHYTHM OF SUMMER #3 TERPANA DENGAN KEINDAHAN BROMO

Sebelumnya di RHYTHEM OF SUMMER. Duduk belasan jam di kereta, ketemu teman yang baru dikenal, terus dia mau nemenin jalan ke Bromo-Semeru. Naik motor selama 10 jam, kaki pegel tapi mata di manjain banget sama pemandangan yang super indah! Semuanya di pengalaman gw ke Batu-Bromo-Semeru-Borobudur di musim panas.

DSC_0539.JPG

Pagi itu pukul 2 sudah banyak jip yang melakukan perjalanan ke Penanjakan. Jalan aspal yang mulus dengan lebar yang tak seberapa harus berbagi dengan kendaraan lain yang juga tidak mau ketinggalan melihat sunrise terindah di muka bumi.

DSC_0516

Dari tempat kami istirahat di Tosari, menghabiskan waktu sekitar 1 jam untuk sampai di Penanjakan. Pemandangan yang akan kalian lihat saat bertolak ke Penanjakan dari Tosari di dominasi pepohonan, perkebunan, rumah penduduk dan dinding-dinding tanah tinggi dengan kondisi jalan berliku dan terus menanjak.

Di tengah perjalanan, terlihat beberapa orang tengah sibuk berdiri mengenakan sarung menyelempang tubuhnya, mereka sedang mengatur setiap kendaraan yang lewat. Fadli menghentikan motornya, ia lalu berbincang dengan salah satu dari mereka dan berjalan masuk ke sebuah rumah. Gw ngikutin dia. Fadli kemudian mengajak berbincang lagi petugas yang di dalam. Ternyata gw sudah ada di tempat pembelian tiket masuk ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

DSC_0606[1].JPG

2 tiket sudah di kantongi, saatnya kami melanjutkan perjalanan. Rombongan jip lewat di depan kami dengan deru mesinnya melawan jalanan menanjak. Setelah dipastikan tidak ada jip yang lewat, Fadli baru melaju motornya. Ketika di belakang ada jip lagi, Fadli langsung minggir dan mempersilahkan mereka untuk jalan duluan. Gokil ya, ternyata bukan gw doang, orang yang cape cape nggak tidur, naik motor kedinginan cuma buat menikmati matahari terbit. Banyak juga ternyata yang ke sini pakai motor.

Nggak terasa posisi kami sudah semakin di atas. Panorama yang gw nikmati kala itu adalah siluet perbukitan, di sisi lain gw bisa melihat Gunung Arjuno & Welirang tertutup sebagian dengan lautan awan. Sisanya, pemandangan langit bersih penuh bintang dan cahaya terang bulan purnama. Romantis!

Awalnya gw mau lihat sunrise dari bukit B29, tapi dari susunan tempat yang harus gw datangi, aksesnya jauh dan nanggung buat ke lokasi selanjutnya. Mau minta ke Bukit Cinta atau Bukit Kingkong, tapi Fadlinya nggak tau. Ya udah akhirnya Fadli bawa gw ke Penanjakan. (sebenarnya untuk lokasi Bukit Cinta atau Bukit Kingkong masih satu jalur di antara penanjakan 1 & 2)

Dan benar aja, Penanjakan sudah padat dengan pengunjung. Parkiran jip full, parkiran motor yang dekat warung-warung makan juga penuh, padahal baru jam 4 pagi.

Fadli bawa cariernya, berharap bisa di titip di warung, eh ternyata tukang warungnya nggak mau ketitipan carier. Alhasil kita jalan ke view point sambil nenteng carier dan daypack, padahal orang orang yang lainnya pada jalan santai dengan gayanya masing-masing, siap siap buat foto-foto nanti.

Sampai di view poin, gw seneng banget karena kursi panjangnya masih banyak yang kosong belum di dudukin orang, gw jadi bebas milih spot buat menikmati sunrise. Tapi gw baru sadar kenapa tuh kursi masih kosong padahal udah banyak orang di sana, ternyata mereka lebih memilih untuk menunggu sambil berdiri di posisi paling depan (nempel pagar) biar bisa melihat sunrise tanpa halangan.

DSC_0513.JPG

Udah gitu ternyata gw salah duduk, sunrisenya di sebelah kiri gw, sedangkan gw duduk di sebelah kanan, tapi nggak apa-apa karena di sisi kanan gw itu pemandangannya bagus banget, gumpalan gumpalan awan yang diterangi sinar bulan purnama. Terus di depan gw Gunung Bromo-Semeru dan kelihatan lampu-lampu pendaki menuju Mahameru yang hampir membentuk garis lurus saking padatnya.

DSC_0514.JPG

Gilaaa!!! Mereka di sana nggak kedinginan apa ya?! Gw di sini aja udah menggigil kedinginan banget. Padahal gw udah pakai sepatu gunung, celana panjang, jaket anti angin, masker, tutup kepala, sarung tangan, tapi gw masih menggigil…! Sambil nunggu sunrise gw main hp, foto pemandangan, terus upload di path. Goks!!!! Ada sinyal, gw bisa live report foto ke path. Hahahha….habis upload gw lanjut tidur sambil duduk, lumayan bisa mejemin mata, soalnya belum tidur sama sekali sejak sampai Malang.

DSC_0511.JPG

Fadli beberapa kali coba bangunin gw untuk melihat sunrise, padahal sunrise-nya belum kelihatan. Gw memilih tidur lagi sampai sunrise-nya benar-benar terlihat. Akhirnya sekitar pukul 5, sinar keemasan mulai keluar dari peraduan, menghasilkan suatu lukisan alam yang sangat indah. Sungguh karya Allah yang luar biasa. Damai banget gw ngeliatnya (meskipun nikmatinnya sambil jinjit jinjit, karena nggak dapet tempat ketutupan orang di depan. Penuh! Bisa lihat juga karena nyempil-nyempil di antara kerumunan).

DSC_0518.JPG

Sekali lagi, Bromo indah banget. Satu tempat bisa melihat 3 keindahan alam sekaligus. Di sebelah timur, guratan langit keemasan matahari terbit, di bagian selatan langit masih gelap hanya terlihat siluet pegunungan Bromo-Semeru, di sisi barat bulan purnama bersinar terang bersama lautan awannya. Nah, bayanginnya gimana tuh! Yang pasti amazing banget pemandangannya!

DSC_0524.JPG

Puas kesana kemari, foto-foto menikmati sunrise di penanjakan, sekitar pukul 6 kita melanjutkan perjalanan ke Kaldera Bromo, lanjut ke Pasir Berbisik, Bukit Teletubies dan Pertigaan Jemplang, dengan alasan pasir Bromo yang masih basah karena embun, lebih mudah di lewati apalagi kita pakai motor.

DSC_0523.JPG

Baru keluar dari parkir motor, kemacetan terjadi. Kami harus menunggu jip-jip yang di depan jalan dulu karena kita nggak bisa nyalip karena di sisi jalan juga masih ada jip yang terparkir. Mereka juga akan menuju ke Kaldera Bromo.

DSC_0529.JPG

Ahhhh….nggak usah di tanya lagi deh bagaimana pemandangannya selama kita turun ke Kaldera Bromo. Bagus banget. Indah. Keren. Bisa lihat lautan awan, dinding dinding tanah/tebing yang tinggi banget, kita lewatin jalanan aspal menurun dan curam, kadang bebarengan dengan jip yang lain. Seruuu….!

DSC_0527.JPG

Masih kurang seru?! Beda tempat beda pula sensasinya. Begitu roda motor melintasi medan berpasir, gw semakin takjub karena sekarang gw berada di antara gunung gunung yang tinggi dan megah. Gw merasa kecil di sini.

DSC_0531.JPG
PASIR YANG MASIH BASAH KARENA EMBUN
DSC_0532.JPG
GUNUNG BATOK YANG SANGAT GAGAH DAN MEGAH
DSC_0537.JPG
KUDA KUDA DI LAUTAN PASIR BROMO
DSC_0541
PURA YANG TERLIHAT DARI ATAS MENUJU GUNUNG BROMO
DSC_0542
UAP AIR YANG KELUAR DARI PERUT BROMO
DSC_0547.JPG
TANGGA PERSEMBAHAN MENUJU KAWAH BROMO
DSC_0544.JPG
LAUTAN PASIR SEJAUH MATA MEMANDANG
DSC_0551.JPG
KAWAH BROMO MENGELUARKAN UAP AIR
DSC_0554
BERJALAN DENGAN LATAR GUNUNG BATOK
DSC_0550.JPG
KONTRAS. GUNUNG YANG KOKOH DENGAN LANGIT BIRU YANG LEMBUT

 

DSC_0557
KITA HANYA BAGIAN KECIL DARI DUNIA INI
DSC_0560.JPG
SAYA MENEMUKAN CINTA DI SINI. BUKIT SETELAH PASIR BERBISIK MENUJU BUKIT TELETUBIES-JEMPLANG
DSC_0563.JPG
FOTO DULU SAMA TEMAN BARU ASAL BATU MALANG
DSC_0565.JPG
MEMASUKI MUSIM KEMARAU, RUMPUT DI SINI MENJADI COKLAT KERING SEHINGGA MUDAH TERBAKAR

 

DSC_0566
BROMO IM IN LOVE 🙂
DSC_0569.JPG
DI PENGHUJUNG JALAN, HAMPIR MENUJU PERTIGAAN JEMPLANG. SEE YOU BROMO, WELCOME SEMERU

Dari Bromo, lanjut ke Semeru lewat Pertigaan Jemplang. Sampai di parkiran motor dekat Ranu Pane sekitar pukul 10 siang. Istirahat dulu di pos pendaftaran sebelum kita tracking ke Ranu Kumbolo. Keep stay tune di RHYTHM OF SUMMER #4 SALAM KENAL DARI RANU KUMBOLO

DSC_0578.JPG
HAI RANU KUMBOLO 🙂
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s