SITUS PRASEJARAH MEGALITIKUM HINGGA TEROWONGAN KERETA ZAMAN BELANDA, ADA DI CIANJUR.

Dengar kata “prasejarah” yang terbesit pertama kali adalah pelajaran sejarah waktu SMA. Setelah searching dan mengingat-ingat lagi tentang situs-situs prasejarah, gw kembali menyadari bahwa, gokil, keren banget ya perlaku manusia pada zaman itu. Mereka hidup dengan caranya, menyesuaikan diri, dan terus berevolusi, sampai akhirnya kita bisa tahu, melihat buktinya secara nyata bahwa mereka itu memang ada & meninggalkan hasil kebudayaannya di dekat kita.

Nah, Situs Prasejarah Gunung Padang yang ada di Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, adalah peninggalan Kebudayaan Megalitikum di Jawa Barat.

Kalo masih bingung apa ya spesialnya peninggalan Kebudayaan Megalitikum yang ada di Gunung Padang? Baca dulu deh pembagian zaman prasejarah di bawah ini :

Zaman Batu

  • Zaman batu tua (alat-alat batu yang di buat belum memiliki rasa estetika. Bentuk tidak beraturan & masih kasar)
  • Zaman batu tengah (alat batu yang dibuat sudah mengenal estetika, lebih beraturan, tekstur lebih halus)
  • Zaman batu muda (alat batu yang dibuat sudah di asah, sehingga halus & indah)
  • Kebudayaan Megalith/Megalitikum (menggunakan batu besar sebagai alatnya. Hasil kebudayaannya lebih banyak dari zaman sebelumnya. Ada Menhir, Dolmen, Sarchopagus, Punden Berundak, Kubur Batu, Arca)

Zaman Logam

 

WP_20140405_024

Begitu sampai di gerbang Situs Gunung Padang, kalian akan melihat batu tinggi besar berbentuk persegi dengan tulisan “Situs Megalith – Gunung Padang – Cianjur”. Sudah tergambar ya dari gerbang ini, apa yang akan kita temui di Gunung Padang.

WP_20140405_026

10246531_10201962614168920_1072031335_n

Dari gerbang ini kalian bisa melanjutkannya dengan berjalan kaki, atau memarkirkan kendaraan di dekat pembelian tiket.

1010142_10201962628609281_367289376_n

WP_20140405_028

Untuk sampai ke situsnya, kalian akan melewati susunan batuan anak tangga.

WP_20140405_032

WP_20140405_033

WP_20140405_034

Begitu sampai atas, kalian akan takjub melihat begitu banyak hamparan batu persegi berukuran besar-besar.

WP_20140405_036

MEGALITH ADALAH BATU BESAR YANG DIGUNAKAN UNTUK MEMBANGUN STRUKTUR ATAU MONUMEN. BATU BESAR MEGALITH MENJADI TANDA UTAMA KEBERADAAN TRADISI MEGALITIK.
MEGALITH ADALAH BATU BESAR YANG DIGUNAKAN UNTUK MEMBANGUN STRUKTUR ATAU MONUMEN. BATU BESAR MEGALITH MENJADI TANDA UTAMA KEBERADAAN TRADISI MEGALITIK.

Kalau di lihat Situs Gunung Padang ini bentuknya berundak-undak, artinya, bangunan yang disusun secara bertingkat-tingkat untuk melakukan pemujaan terhadap roh nenek moyang. Bangunan ini kemudian menjadi konsep dasar bangunan candi pada masa Hindu-Budha.

1979584_10201962618169020_1041443823_n

WP_20140405_054

BATU YANG DI GUNAKAN DAPAT BERUPA SATU BATU TUNGGAL, TUMPUKAN BATU BESAR ATAU SUSUNAN BATU YANG DIATUR DALAM BENTUK TERTENTU. MEGALITH SERINGKALI DIPOTONG ATAU DI PAHAT TERLEBIH DAHULU. BATU YANG ADA DI SINI SEBAGIAN BESAR BENTUKNYA PERSEGI.
BATU YANG DI GUNAKAN DAPAT BERUPA SATU BATU TUNGGAL, TUMPUKAN BATU BESAR ATAU SUSUNAN BATU YANG DIATUR DALAM BENTUK TERTENTU. MEGALITH SERINGKALI DIPOTONG ATAU DI PAHAT TERLEBIH DAHULU. BATU YANG ADA DI SINI SEBAGIAN BESAR BENTUKNYA PERSEGI.

Peninggalan megalith di Jawa tersebar di beberapa tempat dan kebanyakan di kawasan pegunungan dan dekat dengan aliran sungai. See…keren banget kita bisa melihat kebudayaan mereka sampai sekarang.

Masih di Cianjur, Jawa Barat. Sekarang gw akan membawa kalian melihat terowongan kereta api pertama yang ada di Jawa Barat, yang sudah ada sejak Zaman Belanda, yaitu Lampegan.

WP_20140405_019

10258334_4240021095797_7584790319469440322_n

Mulanya, jalur kereta api ini dibuat untuk mengangkut hasil bumi. Terowongannya sendiri di buat tahun 1879-1882 dengan panjang 686 m, namun karena gempa bumi, terowongan ini rusak jadi hanya menyisakan 415 panjangnya.

WP_20140405_016

Agak susah ya menyebut nama terowongan & stasiunnya. Kata Lampegan, berawal bukan dari nama desa setempat. Jadi seperti ini ceritanya, dahulu mandor Belanda sering mengingatkan pekerjanya untuk berhati-hati di kegelapan terowongan, saat memeriksa pekerjaan terowongan, si mandor selalu membawa lampu. Saat berkeliling inilah mandor sering teriak dengan logat Belanda “lamp…pegang…lamp…pegang” maksudnya tolong dipegang lampunya. Akhirnya nama lampegan dijadkan nama trowongan & stasiunnya.

Kalau kalian mau ke Situs Prasejarah Megalitikum Gunung Padang, kalian bisa berhenti di stasiun ini. Stasiun Lampegan berada di jalur KA jurusan Sukabumi & Cianjur. Stasiun ini berada di Desa Cibokor, Cianjur, Jawa Barat. Dari stasiun tinggal naik ojek deh. Pemandangan menuju gunung padang sangat indah, kita akan naik turun bukit yang dihiasi hijaunya perkebunan teh.

WP_20140405_042

1235980_10201962619729059_934060067_n

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s