WISATA KAMPUNG HALAMAN #2 : DESA TINGAL-WANUREJO-BOROBUDUR

Sebelumnya di WISATA KAMPUNG HALAMAN #1 : DESA TINGAL-WANUREJO-BOROBUDUR ritual yang nggak lupa gw lakukan kalau pulang kampung adalah nyekar ke makam leluhur. Selain itu, gw pasti main sepeda di tengah sawah, terus sepeda-an lagi sampai ke Borobudur. Tulisan ini sudah gw buat dari tahun 2011 (saat itu lagi gencar-gencarnya Visit Jawa Tengah tahun 2013), jadi mau muter muter kampung naik sepeda it’s oke, karena banyak papan petunjuk untuk berkunjung ke wisata rumahan, akses jalan utamanya juga bagus, karena beraspal.

IMG_6576

IMG_6557

Selain berkujung ke tempat wisata yang ada di Desa Tingal dan sekitarnya, beberapa tempat yang bisa dikunjungi ketika sedang berada di Borobudur adalah Ketep Pass.

File1248

Ketep Pass terletak di antara Kabupaten Magelang dan Boyolali. Tempat ini bisa ditempuh dengan menggunakan mobil pribadi dari Desa Tingal, dengan lama perjalanan sekitar satu jam. Jika melalui Kota Mblabak Sawangan, Anda bisa langsung naik ke Ketep, sedangkan dari arah Boyolali bisa melewati Selo dan langsung ke Ketep.

Di Ketep Anda bisa melihat pemandangan gunung Merapi dan Merbabu. Di tempat ini juga terdapat Museum Gunung Merapi dan volcano theatre, dimana anda bisa melihat foto, data-data gunug api dan video erupsi Merapi tahun 2010. Hawa sejuk dan pemandangan pegunungan serta perkebunan kubis, kentang dan wortel yang indah membuat pengunjung betah berlama-lama disini, apalagi ditemani dengan jaung bakar, jajanan khas yang di perdagangkan di sini.

File1249

File1246

File1237

File1245

Ketika anda berkunjung ke Ketep Pass dari Desa Tingal, disepanjang jalan anda akan melihat aliran sungai yang dipenuhi oleh batu-batu besar. Kali tersebut adalah Kali Pabelan yang mengalirkan air dari Gunung Merapi. Saat Erupsi Merapi 2010, lahar dingin menjebolkan Jembatan Tlatar dari kali tersebut.

File1271

File1310

Jembatan Tlatar menghubungkan jalan antar Kota Magelang dan Jogjakarta. Derasnya lahar dingin yang membawa material pasir serta batu-batu besar, mampu menghancurkan jembatan, yang berjarak 9 km dari Desa Tingal.

File1269

File1296

File1287

Jika anda lihat di foto, jarak antara dasar sungai dengan jembatan, begitu tinggi, namun jembatan tersebut bisa hancur diterjang lahar dingin. Bisa dibayangkan betapa besar kekuatan dan berapa banyak material yang ikut hanyut saat terjadi banjir bandang lahar dingin Gunung Merapi. Selain merusak jembatan ini, lahar dingin juga menjebolkan jembatan di Desa Srowol yang menghubungkan jalan alternatif dari Borobudur ke Kota Joga. Kali yang tadinya lebar, kini menyempit karena sebagian besar diisi oleh batu dan pasir.

File1311

“WATU GEDE…      

TANGGAL 9 JANUARI 2011 TEKAN KENE, NGORAK AREK OMAH SEDULURKU, NJOR OPO KAREP MU??? CAH GEMPOL”.

Kutipan tersebut bisa anda lihat pada sebuah batu besar yang ada di pinggir Jalan Raya Gempol batu besar tersebut terbawa bersamaan ketika banjir lahar dingin Merapi. Watu Gede tersebut konon tidak bisa dipindah menggunakan alat berat apapun, tidak seperti kedua batu besar sebelumnya yang bisa dipindahkan. Batu tersebut dibiarkan hinga kini (terakhir, juni 2015 batu itu masih ada di pinggir jalan), dan bisa anda lihat di jalan raya yang menghubungkan antara daerah Magelang dan Yogyakarta, tepatnya di Kali Putih.

File1277

Kali Putih sebetulnya kali kecil yang mengalirkan air dari Lereng Merapi melalui Kota Muntilan, maka tidak heran begitu terjadi banjir lahar dingin merapi yang membawa berton-ton kubik material batuan serta pasir, kali ini tidak bisa menampung muatan hingga menyebabkan kerusakan ratusan rumah di daerah Desa Kulon Muntilan dan sekitarnya.

File1317

File1312

Hal positif yang bisa diambil dari bencana Merapi adalah para penambang pasir berkelimpahan bahan material, serta pengrajin batu atau patung juga tidak kesulitan dalam mencari bahan baku. Tentunya semua musibah tidak bisa dilihat dari sisi negatifnya saja, pasti ada hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi. (kalau sekarang pasir dan batunya sudah di angkut oleh truk truk pasir, jadi tidak sebanyak waktu itu).

Tempat wisata selanjutnya yang bisa dikunjungi ketika berada di Desa Tingal adalah Goa Maria Sendangsono. Tempat ini merupakan tempat ziarah bagi umat Katolik, namun bagi yang bukan beragama Katolik, alternatif lain yang bisa anda kunjungi adalah puncak Perbukitan Menoreh, yaitu Suroloyo.

File1035

File1042

Karena berada dalam satu wilayah yang sama, mendatangi kedua tempat ini hanya memerlukan waktu sekitar 30 menit perjalanan dari Desa Tingal.

Goa Maria adalah goa yang terdapat sendang (mata air), di mana di pinggir sendang tersebut terdapat sebuah pohon yang sangat besar. Warga di wilayah tersebut menamainya Pohon Sono (sejenis angsana). Sendangsono ramai dikunjungi pada Bulan Maria, yaitu Mei dan Oktober.

Puncak Suroloyo yang terletak di Perbukitan Menoreh berada di perbatasan Magelang dan DIY. Suroloyo menurut artinya terdiri dari dua kata yang berarti berani (suro) dan mati atau meninggal (loyo), jadi arti keseluruhan kurang lebih berani mati. Jaman dulu banyak orang yang bersemedi di tempat ini, terutama pada bulan suro atau satu muharam.

Kedua tempat ini bisa dijangkau dengan menggunakan mobil pribadi, yang disebabkan tidak adanya fasilitas transportasi umum. Jalanan perbukitan yang berliku-liku, menanjak, dan terjal, mewajibkan kita untuk terus berhati-hati. Disaat cuaca cerah, dari Puncak Suroloyo anda bisa melihat hamparan permadani hijau dengan liukan sungai-sungainnya, serta gunung-gunung yang berdiri disekitarnya.

Di sebelah timur Suroloyo terdapat Watu Kendil atau batu ajaib. Watu Kendil adalah gundukan batu kecil yang ditumpangi batu besar, wisata ini terletak di Kelurahan Candi Rejo, masih di deretan Pegunungan Menoreh.

Untuk menambah referensi wisata ketika sedang berlibur di Desa Tingal, wisata air di Desa Tingal juga tidak boleh dilewatkan. Di sisi timur Tingal, terdapat pertemuan antara sungai Progo dan Elo yang sering digunakan untuk arung jeram. Selain itu, ada kuliner khas yang bahan bakunya hanya bisa didapatkan di sungai Progo, yaitu Mangut Beong, sejenis sayur bersantan yang dimasukkan potongan-potongan ikan Beong, ikan yang hanya hidup di kali Progo.

File984

Cerita yang ingin diturunkan orang tua gw akan tanah kelahirannya kepada anak cucu, tidak hanya tentang tempat wisata yang indah dan nilai sejarahnya yang tinggi, namun ada hal lain yang lebih penting dari itu semua, yaitu kemajemukan warga yang hidup berdampingan dengan damai, serta rasa cintanya terhadap tanah kelahiran, sehingga memunculkan rasa memiliki, yang bisa melindungi semua peninggalan leluhur dari kepunahan.

 

Iklan

3 Comments Add yours

  1. Kang Uwin berkata:

    Hebat ceritanya, tapi perlu lebih dikompliti, sebab bukan hanya Tingal saja yang memiliki ikon budaya tetapi Desa Wanurejo menyeluruh, dan kerajinan desa ini tak kalah hebohnya seperti batik tulis dan batik cap dari Tingal Kulon ( Lumbini ) dan Jowahan, Barepan, pensil gaul Tingal Kulon, kaerajinan pasir merapi di Barepan, Jowahan, Brojonalan dan lain-lain sampai wisata religi eyang BPH Tejokusumo ( mbah Wanu ) yang telah diakui Kraton Yogyakarta.

    Suka

    1. Terima kasih tambahan informasinya kang uwin. Desa Wanurejo itu banyak bgt potensi wisata rumahannya, kalau makam mbah wanu setiap pulang kampung saya pasti sempatin untuk sare, krn dekat dengan makam keluarga saya.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s